fbpx
Connect with us

Politik

Kacang Gude, Kekayaan Flora di Lahan Selatan Yang Bernilai Ekonomi Tinggi

Published

on

Tepus,(pidjar.com)–Dalam dunia pertanian, zona selatan Kabupaten Gunungkidul merupakan daerah lahan kering yang mengandalkan curah hujan untuk menentukan tingkat kesuksesan menanam padi, jagung hingga jenis palawija lainnya. Akan tetapi, para petani setempat yang memang terkenal ulet, beradaptasi dengan menanam kacang Gude. Diketahui, pada pasaran online, kacang Gude memiliki nilai ekonomis cukup tinggi.

Salah seorang petani Pringsanggar, Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, Sutrisno (48) menuturkan, sudah sejak beberapa waktu silam pihaknya mengembangkan tanaman jenis kacang Gude. Pada masa panen, dalam sehari dia mendapatkan sekitar 3 kilogram kacang gude. Adapun panen sendiri dapat berlangsung selama beberapa hari.

Jumlah tersebut disebutnya lumayan untuk menambah pendapatan petani seperti dirinya. Namun begitu, harga kacang gude di wilayah Gunungkidul menurutnya masih cukup rendah yakni dihargai hanya belasan ribu rupiah per kilogramnya.

“Ya harga di pasaran di sini berkisar Rp 15 ribu,” kata dia, Sabtu (30/05/2020).

Rata-rata setiap petani bisa memanen sekitar 30 kilogram di sejumlah lahan yang mereka miliki. Jumlah tersebut memang masih minim. Hal ini dikarenakan kacang gude hanya ditanam secara selingan di lereng lereng bersamaan dengan tanaman lain.

Berita Lainnya  Sosialisasi Empat Pilar, Gandung Pardiman : Pancasila Kekuatan Sejati Bangsa

“Hanya jadi tanaman selingan di antara palawija dan padi,” terang dia.

Sementara itu, Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul, Raharjo Yuwono memaparkan, kawasan selatan terkenal dengan pegunungan seribu, karena dipenuhi bukit-bukit yang berbatu dengan lapisan tanah tipis. Bahkan kawasan itu boleh dikatakan sebagai batu bertanah karena karakteristiknya itu. Namun ternyata di sana memiliki khasanah flora yang bernilai ekonomi menjadi tambahan sumber pendapatan para petani.

“Masyarakat menyebutnya kacang gude. Tanaman ini tumbuh sepanjang tahun dan bisa dipanen 3 bulan sekali,” ucap Raharjo.

Ia menjelaskan bahwa kacang gude memiliki kombinasi keunggulan seperti profil gizi yang optimal, toleransi yang tinggi terhadap stres lingkungan, produktivitas biomassa yang tinggi, dan berkontribusi besar bagi nutrisi dan kelembaban tanah. Kacang gude kaya akan pati, protein, kalsium, mangan, serat kasar, lemak, dan mineral.

“Selain itu, kacang gude juga digunakan sebagai obat tradisional di berbagai negara. Di beberapa laman on-line juga ditawarkan kacang gude dalam kemasan 250 gr dengan harga Rp 17.000 per pak atau setara Rp 65.000 per kilogram. Suatu nilai jual yang fantastis apabila petani bisa melakukan olahan hasil sendiri dengan packaging yang bagus, tentunya akan menambah nilai jualnya,” ungkap dia.

Sementara itu, Kepala DPP, Bambang Wisnu Broto mengatakan, dirinya mengapresiasi para petani yang masih menanam kacang gude dan koro benguk di samping tanaman utamanya. Hal ini menurutnya akan menambah pendapatan petani.

Berita Lainnya  Fenomena Suami Istri Bertarung Dalam Pilkades Dianggap Sebagai Wujud Tak Sehatnya Demokrasi

“Di samping pendapatan dari kacang gude, sebenarnya manfaat kacang gude bagi petani banyak antara lain kacang gude yang masih hijau bisa dimasak untuk sayuran keluarga, sedang titen atau seresah dari tanaman kacang gude juga untuk pakan ternak,” ujar Bambang.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler