Politik
Pilkada Gunungkidul Hampir Dipastikan Digelar Akhir Tahun Ini
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Gelaran Pilkada terganggu akibat pandemi covid yang terjadi sejak beberapa waktu terakhir. Sedianya, Pilkada Gunungkidul akan dihelat pada September 2020, namun kemudian, pesta demokrasi untuk memilih pucuk pimpinan di Kabupaten Gunungkidul ini tertunda. Pemerintah pusat dan KPU RI sendiri sempat memberikan sejumlah opsi berkaitan dengan penyelenggaraan Pilkada. Akhirnya, dalam sejumlah koordinasi yang dilakukan, helatan ini hampir dipastikan akan diselenggarakan pada 9 Desember 2020.
Tentunya dengan adanya pandemi ini, ada sejumlah perubahan yang terjadi. Selain tahapan termasuk juga waktu penyelenggaraan, perubahan juga terjadi pada jumlah anggaran penyelengaraan Pilkada.
Ketua KPU Gunungkidul, Ahmadi Ruslan Hani menjelaskan, berkaitan dengan kepastian penyelenggaraan Pilkada serentak ini, telah dilakukan rapat dengar pendapat antara KPU, Bawaslu, DKPP, Kemendagri serta DPR. Hasilnya diputuskan bahwa, pemungutan suara Pilkada serentak di berbagai daerah di Indonesia akan dilakukan pada 9 Desember 2020. Namun begitu, sampai saat ini sejumlah tahapan mengalami perubahan.
“Tahapan yang dihentikan diantaranya masa kerja PPK, pelantikan PPS, verifikasi faktual dukungan bapaslon perseorangan dan pemutakhiran daftar pemilih,” kata Hani, Selasa (09/06/2020).
Ia mengatakan, untuk pelaksanaan kembali tahapan tersebut, pihakya masih menunggu perubahan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU). Pun demikian terhadap waktu pendaftaran bacalon ke KPU, juga masih dalam tahap menunggu PKPU.

“Tahapan ini rencananya akan dilakukan pada 15 Juni 2020 mendatang, tapi masih menunggu PKPU tahapan keluar,” ucap dia.
Selain sejumlah tahapan tersebut, dalam hal anggaran juga ada perubahan. Awalnya, gelaran Pilkada di Gunungkidul akan menghabiskan anggaran sebesar Rp 27 miliar. Namun karena adanya pandemi covid-19, anggaran diperkirakan mengalami kenaikan.
“Karena nanti ada (anggaran) untuk pengadaan APD agar pemungutan suara sesuai protokol kesehatan yang ada saat ini. Karena nanti petugas pemungut suara tentu akan melakukan kontak dengan banyak orang,” jelasnya.
Namun begitu, untuk besaran angka anggaran sendiri Hani belum bisa menjelaskannya. Menurutnya, nantinya anggaran tersebut bersumber dari APBN dan APBD.
“Yang untuk pengadaan APD masih menunggu dari pusat. Anggaran bertambah karena pengadaan APD untuk pelaksanaan tahapan di KPU sampai tingkat KPPS,” sambung Hani.
-
Uncategorized3 minggu yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Uncategorized4 hari yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Sosial4 minggu yang laluKisruh Tunggakan Capai 85 Juta Dalam Dua Tahun Terakhir, Penyetoran Pembayaran PBB-P2 di Kalurahan Sawahan “Bocor”?
-
Peristiwa4 hari yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Uncategorized7 hari yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Uncategorized1 minggu yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized2 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized3 minggu yang laluStudio Musik dan Rekaman SKB Gunungkidul Kini Lumpuh Total Gegara Alat Hingga Sound Dibawa Pulang Mantan Pejabat
-
Uncategorized4 minggu yang laluTragis, Wanita Muda Ditemukan Gantung Diri di Kamarnya
-
Uncategorized3 minggu yang laluDua Kasus Gantung Diri Terjadi dalam Sehari di Gunungkidul, Lansia Pria dan Perempuan Ditemukan Meninggal
-
Pemerintahan4 minggu yang laluProyek Pengeboran Bekah Gagal Total Karena Salah Anilisis, PDAM Tirta Handayani Diminta Gandeng Akademisi
