Hukum
Kasus korupsi RSUD Wonosari, Eks Pejabat Divonis 4 Tahun Penjara
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)– Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Yogyakarta telah membacakan vonis terhadap Aris Suryanto yang merupakan mantan pejabat PPID RSUD Wonosari. Aris yang terlibat kasus korupsi atas uang jasa pelayanan medik, pada Senin (14/08/2023) ini divonis 4 tahun penjara dan harus melakukan pengembalian uang bernilai ratusan juta. Atas putusan yang bersangkutan masih melakukan pikir-pikir dan akan melakukan banding.
Kasi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Gunungkidul, Sendy Pradana Putra mengatakan setelah beberapa kali dilakukan sidang, Senin (14/08/2023) ini Majelis Hakim kemudian kembali melakukan sidang dengan agenda pembacaan putusan atau vonis. Adapun diantaranya dalam putusan yang dibacakan hingga petang tadi, Aris Suryanto yang saat ini merupakan Pegawai Negeri Sipil dengan status non aktif ini terbukti bersalah atas kasus korupsi yang terjadi di beberapa tahun lalu.
Sesuai dengan Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 maka Aris Suryanto dijatuhi hukuman penjara 4 tahun lamanya. Kemudian denda Rp 300 juta subsider 2 bulan kurungan penjara. Terdapat sejumlah barang bukti yang harus dikembalikan oleh yang bersangkutan, termasuk dengan dirampasnya uang sebesar RP 240 juta dan Rp 230 juta untuk negara. Aris juga dibebankan biaya pengadilan sebesar Rp 5.000.
“Atas putusan tersebut, terdakwa (Aris Suryanto) akan mengajukan Banding. Sedangkan dari Jaksa Penuntut Umum melakukan pikir-pikir,” terang Sendy Pradana Putra saat dikonfirmasi, Senin (14/08/2023).
Vonis yang dibacakan oleh Majelis Hakim tersebut lama jika dibandingkan dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum. Dimana pada sidang tanggal 25 Juli 2023 lalu, Aris dituntut hukuman penjara selama 1 tahun 6 bulan dikurangi masa tahanan dan denda Rp 100 juta subsider 6 bulan penjara serta pengembalian sejumlah uang barang bukti.

“Sidang baru saja selesai. Ini kami masih berada di PN Tipikor,” ucapnya.
Sebagaimana diketahui, kasus korupsi di RSUD Wonosari ini ditangani oleh Polda DIY pada 2015 silam. Pada periode tersebut, II menjabat sebagai direktur RSUD Wonosari dan Aris Suryanto menjabat sebagai PPID di rumah sakit tersebut. Adapun kasus korupsi ini mengakibatkan kerugian sebesar Rp 470 juta atas jasa pelayanan medik dari dokter laboratorium tahun 2009-2012.
Saat itu, uang dari para dokter sudah dikembalikan namun tidak masuk ke kas daerah dan hanya di Kas RSUD Wonosari dan tidak dicatat pada pembukuan KAS. Uang justru digunakan untuk kepentingan pribadi oleh keduanya. Selain itu, Aris juga membuat kwitansi yang isinya tidak benar yang mana pada 2016 silam seolah ada kegiatan pekerjaan yang menggunakan dana tersebut.
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized1 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized4 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized3 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
-
Uncategorized3 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized3 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized3 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized2 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized3 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized2 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
