fbpx
Connect with us

Sosial

Warga Terpaksa Gunakan Air Keruh, Ini Kata Lurah

Diterbitkan

pada

BDG

Gedangsari,(pidjar.com)– Menyusul adanya tujuh keluarga yang kesulitan air bersih di Padukuhan Ngipik, Kalurahan Tegalrejo, Kapanewon Gedangsari, Lurah Tegalrejo, Sarjono angkat bicara. Ia menyebut jika wilayah tersebut sedang diupayakan pengeboran untuk mengatasi permasalahan sulitnya sebagian warga mendapatkan air bersih.

Lurah Tegalrejo, Sarjono, mengatakan terkait adanya tujuh keluarga di Padukuhan Ngipik yang kesulitan air bersih sebetulnya tidak ada masalah. Saat ini tengah diupayakan pengeboran untuk mengangkat air guna mencukupi kebutuhan air warga yang terdampak kekeringan.

“Di dekat yang tujuh keluarga itu sedang ada pengeboran. Tahun ini kita tidak menerima bantuan droping air, untuk di titik yang sulit dijangkau sedang diupayakan pengeboran,” jelas Sarjono.

Berita Lainnya  Imbas Kemarau Panjang, Harga Cabai di Gunungkidul Kian Meroket

Lebih lanjut, di sekitar lokasi tempat tinggal tujuh keluarga yang berada diatas perbukitan sudah terdapat bak penampungan air. Namun karena musim kemarau yang cukup panjang menyebabkan debit air surut sehingga kurang mencukupi kebutuhan warga.

“Kalau pengeboran yang dibawah sudah selesai bisa mensuplai yang diatas,” terangnya.

Disebutnya lambat laun permasalahan kesulitan air bersih mulai dapat diatasi dengan pengeboran. Tahun ini terdapat delapan titik pengeboran baik yang berasal dari pribadi maupun dukungan program CSR.

“Total titik pengeboran ada sekitar 50 di seluruh kalurahan tegalrejo, tidak ada droping air karena mau mengajak warga mandiri,” ucapnya.

Sebelumnya, tujuh keluarga di Padukuhan Pingit sangat kesulitan mendapatkan air bersih. Untuk mencukupi kebutuhan air, mereka memanfaatkan sumur milik warga yang sudah lama ditinggalkan. Air yang digunakan warga pun berwarna keruh dan memiliki rasa tanah. Tak hanya itu, untuk mendapatkan air warga harus melewati lereng bukit yang berbatasan langsung dengan jurang.

Berita Lainnya  Bahaya Leptospirosis Masih Mengintai Petani, 1 Orang Meninggal di Awal Tahun

“Pakai air ini sudah lama, tidak ada pilihan lain. Kalau mau beli tidak punya uang,” ungkap salah satu warga setempat, Hartini.

“Ya semoga bisa segera diatasi supaya tidak pakai air yang warnanya keruh lagi,” pungkasnya.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler