Connect with us

Pariwisata

Kebijakan Ganjil Genap di Lokasi Wisata Dievaluasi, Kini Hanya Diterapkan Untuk Kendaraan Plat Hitam

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Penerapan kebijakan ganjil genap di kawasan wisata Gunungkidul pada setiap akhir pekan yang diberlakukan sejak beberapa waktu lalu memang memancing kritikan dari publik, khususnya para pelaku wisata. Menanggapi banjir kritikan ini, pemerintah akhirnya melakukan evaluasi. Dari hasil rapat koordinasi yang dilangsungkan antara kepolisian, Organda, hingga pemerintah, disepakati adanya kebijakan baru berkaitan dengan kebijakan penerapan ganjil genap di kawasan wisata. Kebijakan ini diputuskan hanya diberlakukan untuk kendaraan plat hitam. Sementara untuk kendaraan plat kuning atau kendaraan wisata, diperbolehkan masuk ke kawasan wisata tanpa adanya screening plat nomor.

Kasat Lantas Polres Gunungkidul, AKP Martinus Griavinto Sakti menuturkan, beberapa waktu lalu, pihaknya mengikuti rapat antar instansi untuk membahas evaluasi penerapan ganjil genap. Dalam rapat ini akhirnya diputuskan untuk mengevaluasi kebijakan penerapan ganjil genap di lapangan. Adapun kebijakan baru yang diberlakukan adalah penerapan ganjil genap khusus untuk kendaraan ber plat hitam. Sedangkan untuk kendaraan plat kuning, tidak diberlakukan aturan tersebut.

Berita Lainnya  Sempat Tertunda, Pembahasan Sejumlah Raperda Akan Kembali Dilanjutkan

“Sudah mulai diberlakukan mulai Jumat kemarin, untuk bus-bus pariwisata tidak diterapkan ganjil genap di kawasan wisata,” tutur Martinus, Sabtu (06/11/2021).

Martinus menyebut, sejauh ini, kebijakan ini akan terus diberlakukan. Pihaknya hanya mengikuti kebijakan dari pemerintah dalam rangka mengantisipasi persebaran virus. Sehingga ia mengungkapkan bahwa tidak mengetahui sampai kapan kebijakan ganjil genap di kawasan wisata akan diterapkan.

“Kita melaksanakan kebijakan pemerintah saja, mengenai sampai kapan, kita masih belum mengetahui,” papar dia.

Ditambahkannya, meski kebijakan ganjil genap saat ini hanya dilaksanakan secara terbatas, namun untuk titik-titik screening kendaraan wisatawan sendiri tetap diaktifkan. Untuk titik screening sendiri berada di Rest Area Bunder, Terminal Wonosari dan Terminal Semin. Nantinya di lokasi ini, pihaknya akan menerjunkan petugas guna melaksanakan screening dan sosialisasi berkaitan dengan penerapan protokol kesehatan di kawasan wisata. Termasuk dalam hal ini adalah pengaktifan aplikasi pedulilindungi maupun himbuan kepada para wisatawan.

Berita Lainnya  Siapkan Lahan Ribuan Meter Persegi, Gunungkidul Uji Coba Penanaman Padi Kaya Gizi

“Jadi supaya nanti tidak ada antrian panjang di pos TPR, wisatawan kita minta untuk mempersiapkan segala sesuatunya,” lanjutnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Harry Sukmono menambahkan, sejauh ini, tingkat kunjungan pariwisata di Gunungkidul sudah berangsur mengalami peningkatan. Namun begitu, ia menyebut bahwa tingkat kunjungan sendiri masih jauh berada di bawah tingkat kunjungan pada hari-hari biasa sebelum PPKM diterapkan.

“Kita kan baru 2 minggu membuka obyek wisata, jadi tingkat kunjungan masih sekitar separuh dari hari-hari biasa sebelum penerapan PPKM,” tutur Harry.

Ia beberkan lebih lanjut, pada masa awal pembukaan obyek wisata ini, kunjungan pada hari Senin hingga Jumat masih cukup lengang. Sementara pada hari Sabtu dan Minggu mulai terjadi peningkatan. Untuk hari Sabtu, jumlah kunjungan rata-rata adalah 5000 hingga 6000 pengunjung. Sementara pada hari Minggu, jumlah kunjungan meningkat hingga mencapai 12 ribu hingga 13 ribu wisatawan.

Berita Lainnya  Pemkab Gunungkidul Serius Wujudkan Zona Integritas

“Kalau sebelum penerapan PPKM, untuk hari biasa saja kunjungan mencapai 4000 hingga 5000. Sementara untuk weekend, jumlah kunjungan mencapai 15 ribu hingga 25 ribu wisatawan,” terangnya.

Diperkirakan, jika tidak ada lonjakan kasus, tingkat kunjungan wisatawan sendiri akan mulai mengalami peningkatan pada akhir Desember 2021 mendatang. Meski ada kebijakan dari pemerintah perihal tidak adanya cuti bersama, akan tetapi kenaikan kunjungan wisatawan secara signifikan akan terjadi.

“Karena situasi masih pandemi, kita lihat saja perkembangannya bagaimana ke depan,” pungkas Harry.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata6 hari yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis3 minggu yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Berita Terpopuler