Connect with us

Pemerintahan

Kerumunan Operasi Pasar Minyak Goreng dan Penyebab Kelangkaan di Gunungkidul

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pada hari Sabtu (26/02/2022) kemarin, pemerintah menggelar operasi pasar belasan ribu liter minyak goreng kemasan. Adanya operasi pasar ini langsung disambut antusias oleh masyarakat yang sejak beberapa waktu belakangan ini disulitkan dengan kelangkaan minyak goreng. Sebanyak 3 lokasi yang dijadikan lokasi pelaksanaan operasi pasar langsung diserbu oleh ribuan warga masyarakat yang didominasi oleh ibu-ibu.

Pelaksanaan operasi pasar sendiri langsung mendapatkan evaluasi oleh pemerintah. Ke depan, dalam operasi pasar selanjutnya, akan dipilih berbagai macam alternatif yang lebih efektif dalam penyalurannya dan juga tak menimbulkan kerumunan.

Kepala Dinas Perdagangan Gunungkidul, Kelik Yunianto Yuniantoro menuturkan, pihaknya langsung melakukan evaluasi pasca pelaksanaan operasi pasar minyak goreng kemasan di Gunungkidul. Ia tak memungkiri bahwa dalam operasi pasar kemarin, memang tak lepas dari berbagai macam kekurangan. Hal ini lantaran memang antusiasme masyarakat yang begitu besar untuk berpartisipasi membeli minyak goreng dengan harga 14.000 rupiah per liter ini.

Dalam operasi pasar Sabtu kemarin, pihaknya menyediakan kuota sebanyak 12.000 liter. Adapun kuota yang disediakan ini seluruhnya habis terjual. Jika dihitung jumlah maksimal pembelian yang hanya 2 liter, maka kemudian ada 6.000 warga masyarakat yang mengikuti operasi pasar pada Sabtu kemarin.

Berita Lainnya  Jumlah Pemudik Mulai Turun Drastis, Penjagaan Perbatasan Diperketat Hingga Hari Raya

“Di tiga titik, yakni halaman Sekda Gunungkidul, Kantor Kapanewon Playen dan Kapanewon Nglipar memang dijubeli warga masyarakat,” beber Kelik, Minggu (27/02/2022).

Ke depan, pihaknya memang merencanakan akan kembali menggelar operasi pasar. Namun begitu, pihaknya masih menunggu perkembangan distribusi minyak goreng di pasaran. Jika nantinya masih langka, Dinas Perdagangan Gunungkidul akan segera mengusulkan permohonan kuota bagi daerah untuk kemudian dilaksanakan operasi pasar kembali.

Dalam hal ini, kewenangan Disdag Gunungkidul memang hanya sebatas mengusulkan kuota sekaligus juga mengusulkan titik pelaksanaan operasi pasar. Nantinya pelaksanaannya akan dilakukan oleh Bulog, Satgas Pangan DIY, Kementrian Perdagangan dan Disperindag DIY.

“Kemarin kita hanya menunjukkan titik lokasi operasi pasar,” ucapnya.

Dari hasil evaluasi sendiri, ada beberapa skema yang nantinya bisa dilaksanakan dalam operasi pasar selanjutnya. Diantaranya adalah langsung ke masyarakat melalui RT-RT maupun juga Bulog melibatkan distributor dalam penyalurannya. Pada prinsipnya, pihaknya akan terus memformulasikan cara-cara pendistribusian minyak goreng murah dari pemerintah ini dengan cara yang lebih baik dan bisa efektif diterima oleh masyarakat.

Berita Lainnya  Cemasnya Guru dan Siswa Kelas 6 SD Beji Belajar di Bawah Atap Ruang Kelas Yang Rusak Berat

“Kemarin memang agak tergesa-gesa dalam rangka mengantisipasi stok yang sedang langka dan membuat masyarakat resah,” papar dia.

Sementara itu, Manajer Bisnis, Badan Urusan Logistik (Bulog) DIY, Arie Apriansyah, menyampaikan, kelangkaan minyak goreng kemasan di Gunungkidul disebabkan oleh beberapa hal. Sejumlah kendala di lapangan yang dihadapi seperti kemungkinan pendistribusian minyak goreng kemasan yang lambat serta adanya panic buying oleh masyarakat dinilai membuat minyak goreng semakin langka di Gunungkidul.

“Panic buying masyarakat itu mungkin karena mau puasa, mau lebaran, jadi yang biasanya membeli dua liter kemudian membeli lima liter begitu,” ucapnya.

Ia menjelaskan, untuk mendistribusikan minyak goreng ke Gunungkidul pihaknya bekerjasama dengan Kementerian Perdagangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi serta Kabupaten/Kota. Karena di Gunungkidul dilaporkan masih terjadi kelangkaan minyak goreng kemasan, maka kemudian dilakukan operasi pasar untuk mengatasinya.

“Kita mengambil langsung dari produsen atau distributor, untuk stok di gudang hampir tidak ada karena setiap mendapat stok langsung didistribusikan,” imbuh Arie.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY, Yanto Aprianto, menambahkan, jika di Gunungkidul sendiri mendapatkan total alokasi sebanyak 23.000 liter minyak goreng kemasan untuk disalurkan ke masyarakat. Sebagai langkah awal pendistribusian, pada Sabtu ini dipilih tiga titik yaitu di Halaman Setda Gunungkidul, Kapanewon Nglipar, dan Kapanewon Playen, sebagai lokasi penyaluran.

Berita Lainnya  Sudah Ratusan Wisatawan Pantai Selatan Jadi Korban Sengatan Ubur-ubur

“Kami melaksanakan operasi pasar di Gunungkidul dalam rangka pemenuhan kebutuhan minyak goreng kemasan masyarakat yang diindikasikan ada keterlambatan pemasokan minyak goreng,” jelas Yanto.

Dalam pelaksanaan operasi pasar pun dilaksanakan dengan pembagian wilayah sesuai kebutuhan. Menurutnya, operasi pasar dilakukan untuk mengantisipasi kelangkaan minyak goreng kemasan di masyarakat. Dari pendataan yang dilakukan, secara keseluruhan ketersediaan minyak goreng di DIY seharusnya dapat mencukupi kebutuhan masyarakat.

“Ketersediaan minyak goreng harusnya sudah mencukupi ya, ini dari perhitungan sudah dua kali lipat dari kebutuhan. Secara keseluruhan, di DIY ini kebutuhan setiap harinya mencapai 100 ribu liter,” paparnya.

“Insyaallah sampai hari besar keagamaan nasional tidak ada lagi kelangkaan minyak goreng. Kalau jumlah lokasi operasi pasar di Gunungkidul ini belum tau ya jumlahnya berapa,” tutupnya.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata2 hari yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis5 hari yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Camping Syahdu di Pantai Watukodok

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul memamg menjadi gudangnya wisata alam di DIY. Bagaimana tidak, gugusan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul menyuguhkan panorama pesisir...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Mulai Pertengahan Mei Mendatang, TPR Baron Direncanakan Hanya Layani Pembayaran Retribusi Non-Tunai

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Pemerintah Kabulaten Gunungkidul terus berbenah dalam memperkuat tata kelola retribusi yang lebih transparan, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan...

Berita Terpopuler