Connect with us

Pendidikan

Kesalnya Alumni STAIYO, Ijazah Tak Kunjung Keluar Hingga Terancam Tak Bisa Daftar Lowongan PPPK

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Kekecewaan nampak pada diri Nur (36) warga Kapanewon Wonosari yang telah diwisuda Sekolah Tinggi Agama Islam Yogyakarya (STAIYO) Wonosari. Sejak beberapa waktu silam menyelesaikan studi serta menempuh wisuda, hingga saat ini ia tak kunjung menerima ijazah. Akibatnya, ia terancam tak bisa ikut mendaftar lowongan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) lantaran mepetnya waktu. Pendaftaran PPPK sendiri paling lambat ialah pada 28 Februari 2021 mendatang.

Kepada pidjar-com-525357.hostingersite.com, Nur mengaku, hingga saat ini belum juga ada kejelasan kapan ijazahnya akan keluar. Hal yang sangat mengecewakan dirinya mengingat begitu digelar wisuda, seluruh administrasi antara kampus dengan mahasiswa seyogyanya sudah selesai.

Diceritakan Nur, sejumlah rencana sebenarnya sudah ada di benaknya pasca acara puncak jerih payahnya selama ini menempuh studi strata 1. Beberapa lowongan pekerjaan telah dipantaunya. Salah satu yang sangat menarik minatnya adalah adanya pembukaan formasi lowongan PPPK. Momentum ini ia sangat harapkan untuk mengubah nasibnya. Sudah 15 tahun ia bekerja sebagai Guru Tidak Tetap dengan penghasilan yang tentunya sangat kecil.

Berita Lainnya  DPRD Gunungkidul Temukan Penelantaran Pasien Positif Covid19 Oleh Pemerintah Kabupaten

“Adanya ijazah S1 ini membuat saya bersemangat karena dengan ini saya memenuhi kualifikasi untuk ikut mendaftar,” ucap Nur, Jumat (19/02/2021) siang.

Ibu 2 orang anak ini menganggap, lowongan PPPK ini bisa jadi adalah kesempatan terakhirnya. Usianya yang tak lagi muda membuat kesempatannya memang sangat terbatas. Apalagi dalam hal ini, lowongan dengan formasi pegawai kontrak adalah tanpa batas usia maksimal.

“Ya pengennya secepatnya daftar, usia saya sudah lebih dari 35 tahun di mana sudah tidak mungkin lagi daftar PNS,” sambungnya.

Namun saat ini ia cukup risau. Di tengah mendekati batas akhir dari pendaftaran, ijazahnya belum juga keluar. Sudah beberapa kali ia mengurus hal tersebut ke STAIYO Wonosari, namun tak kunjung ada kejelasan. Nur cukup menyayangkan apa yang dilakukan oleh STAIYO lantaran sebagai kampus yang sudah berakreditasi, seharusnya pihak kampus tidak memperlama keluarnya ijazah. Padahal di sisi lain, sejak sebelum wisuda ia sudah melunasi semua administrasi.

Berita Lainnya  Dulu Merancang Pesawat N250 Gatotkaca, Kini Nasib Jumakir Berakhir di Warung Mie Ayam

“Terakhir juga sudah mengembalikan toga tepat waktu. Administrasi sebelum wisuda sekitar Rp. 1juta juga sudah dibayarkan,” ungkap Nur.

Baginya, menjadi pegawai kontrak memang sudah menjadi impiannya. Setelah adanya pengumhman rekrutmen PPPK sejak beberapa tahub silam, ia semangat untuk menlanjutkan S1. Meskipun lagi-lagi urusan biaya ia dan suaminya harus benar-benar menekan pengeluaran. Seperti yang diketahui, Nur yang menjadi GTT di salah satu SD negeri di Kapanewon Wonosari sendiri bukan merupakan Guru Pengganti.

“Tidak perlu saya sebutkan ya berapa penghasilannya, yang namanya GTT belum Guru Pengganti masih minim. Semua biaya kuliah memang bareng-bareng dibiayai suami dengan menekan pengeluaran lainnya,” ucap dia.

Ia berharap kepada pihak STAIYO untuk segera mengeluarkan ijazah. Dimana ijazah sendiri merupakan hal sentral bagi dirinya untuk melanjutkan karir sebagai seorang pendidik.

Berita Lainnya  Dihuni Penganut 4 Agama, Budaya Rasulan Jadi Sarana Warga Singkil Merawat Keberagaman

“Harapan saya ijazah ya segera keluar tanpa alasan apapun, lha itu syarat, apalagi saya sudah melunasi semua kewajiban saya sebagai mahasiswa,” tegas Nur.

Saat dikonfirmasi, Pembantu Ketua Staiyo, Agus Supriyanto mengaku, ijazah mahasiswa lulusan Desember 2020 lalu memang belum keluar. Adapun yang menjadi kendala dalam kepengurusan ijazah sendiri lantaran Ketua STAIYO sebelumnya mengalami sakit stroke. Sementara ijazah harus ditandatangani oleh Ketua Staiyo.

“Kami masih dalam rangka restrukturisasi kepada pengurus yang baru, sehingga belum bisa menerbitkan ijazah. Untuk mahasiswa yang membutuhkan ijazah bisa ke kampus untuk meminta SKL,” beber Agus.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata1 hari yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Camping Syahdu di Pantai Watukodok

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul memamg menjadi gudangnya wisata alam di DIY. Bagaimana tidak, gugusan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul menyuguhkan panorama pesisir...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Mulai Pertengahan Mei Mendatang, TPR Baron Direncanakan Hanya Layani Pembayaran Retribusi Non-Tunai

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Pemerintah Kabulaten Gunungkidul terus berbenah dalam memperkuat tata kelola retribusi yang lebih transparan, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Optimalisasi TKP Senopati, Pemkot Siapkan Pangkalan Becak dan Andong untuk Mudahkan Wisatawan

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4   Jogja,(pidjar.com)– Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta bergerak cepat menyiapkan penataan baru di kawasan Tempat...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Wisatawan Pantai Krakal Keluhkan Bawa Tikar Sendiri Tetap Dipungut Uang Sewa, Ini Respon Dinas

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul saat ini menjadi primadona bagi wisatawan luar daerah untuk mengisi waktu libur panjang mereka. Dalam setiap momen...

Berita Terpopuler