Pemerintahan
Khawatir Ledakan Kelahiran Bayi Pasca Pandemi, Dinas Optimalkan Program KB
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Untuk mengantisipasi baby boom atau ledakan kelahiran bayi pasca pandemi corona, dari dinas kesehatan dan dinas pemberdayaan perempuan perlindungan anak keluarga berencana dan pemberdayaan masyarakat desa tetap mengoptimalkan pelayanan KB. Langkah ini dianggap penting untuk kesejahteraan dan kesehatan masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan kekhawatiran mengenai baby boom memang ada. Untuk itu, dari dinas kesehatan tetap memberikan pelayanan yang optimal kepada perempuan. Di puskesmas dan klinik, petugas medis terus mengedukasi mereka untuk selepas bersalin melakukan pemasangan KB.
“Mereka yang sudah bersalin diingatkan untuk segera melakukan pemasangan KB. Begitu pula yang sedang hamil juga diminta untuk memikirkan KB apa yang akan dijalani,” kata Dewi.
Selain itu, petugas juga menjalin komunikasi yang baik dan mengingatkan pemasangan KB. Selama pandemi ini, belum bisa dilihat mengenai bagaimana perkembangan ibu hamil. Menurutnya resiko ibu hamil terpapar corona lebih berbahaya dibandingkan dengan orang yang tidak sedang hamil.
Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana DP3AKBPMD, Dwi Iswantini, mengungkapkan, ditengah pandemi corona ini pihaknya tetap aktif memberikan edukasi pada masysrakat Gunungkidul mengenai pentingnya program keluarga berencana atau KB. Meski tidak dilakukan secara tatap muka, sosialisasi dilakukan secara online dengan sejumlah kader, selanjutnya kader-kader ini lah yang diharapkan memberikan edukasi pada masyarakat luas melalui seluler ataupun saat bertemu secara langsung.

Pandemi global yang mendorong masyarakat sementara waktu beraktifitas di rumah ini menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi bidang KB. Kegagalan program KB ini juga bisa terjadi lantaran masyarakat enggan pergi keluar khususnya ke fasilitas kesehatan untuk melakukan KB misalnya suntik atau jenis lainnya.
“Ada kekhawatiran tentunya. Makanya edukasi terus diberikan. Capaian peserta KB baru pun juga ditingkatkan,” ucap Dwi.
Lebih lanjut ia mengatakan, Beberapa tindakan yang dilakukan yakni sarana prasarana yang dimiliki memenuhi syarat untuk pencegahan penyebaran covid 19 atau tidak. Menjalin kemitraan, meningkatkan pemahaman kepada pasangan suami istri.
Selain edukasi kepada masyarakat, Bidang Kelyarga Berencana juga melakukan pendekstan dan advokasi kepada para bidan untuk tetap melayani KB dan melengkapi sarana prasarana sesuai dengan SOP kesehatan yang berlaku ditengah pandemi global ini.
“Alternatif yang dilakukan juga yakni berkaitan dengan penggunaan alat kontrasepsi seperti pil, kondom, suntik,” tambahnya.
Menurutnya, sejauh ini belum ada keluhan mengenai program KB. Namun demikian pihaknya terus melakukan pemantauan dan pendataan untuk dapat mengetahui seberapa besar kenaikan ibu hamil ditengah pandemi corona dan kegagalan program KB.
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized5 hari yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized3 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized3 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized3 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
-
Uncategorized3 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized2 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized2 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized2 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized2 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
