Pemerintahan
Program Jambanisasi Terus Dijalankan, Tahun Ini Sasar Ratusan Rumah Warga
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)– Masih banyaknya masyarakat Gunungkidul yang belum memiliki jamban sehat mendorong Pemerintah Daerah terus mengadakan program jambanisasi agar meningkatkan pola hidup sehat masyarakat.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Gunungkidul, Diah Prasetyorini memastikan jika tahun ini program jambanisasi di Gunungkidul masih terus berjalan. Adanya sanitasi yang layak di sebuah rumah bertujuan untuk mencegah timbulnya sejumlah penyakit akibat lingkungan yang kurang sehat.
“Tahun ini program jambanisasi masih berjalan, rencananya ada 100 penerima manfaat pada tahun ini, tapi masih menunggu dari Provinsi,” jelasnya.
Bantuan jambanisasi akan diprioritaskan bagi keluarga yang masih menggunakan jamban cemplung di rumahnya. Selain melalui dana dari Pemerintah Daerah, program jambanisasi menurutnya juga dapat melalui anggaran Dana Desa.
“Di masing-masing Kalurahan ada juga yang menganggarkan melalui anggaran Kalurahan. Kalau Dinas Kesehatan dari BKK senilai Rp. 3 juta,” imbuhnya.
Dalam implementasi program menurutnya tidak ada kendala karena pihaknya sebelumnya telah menghentikan kebiasaan buang air besar sembarangan. Ia berharap melalui program jambanisasi dapat mewujudkan masyarakat Gunungkidul yang lebih sehat.
Sementara itu, Lurah Watugajah, Kapanewon Gedangsari, Haryanto, mengatakan jika masyarakat di wilayahnya masih membutuhkan program jambanisasi karena masih ada beberapa warga yang menggunakan jamban cemplung dan buang air besar di sungai.
“Rata-rata sebenarnya sudah punya jamban, tapi masih ada yang buang air besar di kali. Nah itu kami mencari yang benar-benar membutuhkan. Kita mencari yang benar-benar valid,” ucapnya.
Pemerintah Kalurahan Watugajah pun tiap tahunnya mengalokasikan anggaran untuk program jambanisasi. Pada tahun ini rencananya akan dianggarkan sebanyak 15 unit untuk program jambanisasi. Ia berharap dengan adanya jamban yang sehat dapat membentuk warga yang sehat pula.
“Tergantung anggaran jumlahnya, tahun ini rencananya 15 unit. Setiap unitnya senilai Rp. 1 juta dipotong pajak,” pungkasnya.
-
Uncategorized4 hari yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized1 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya3 hari yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized3 hari yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Sosial5 hari yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized4 hari yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized3 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized4 hari yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
event4 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized4 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Uncategorized2 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
