Olahraga
Khawatir Masa Depannya, Atlet Peraih Medali Perak PON Papua Berniat Hengkang Dari Gunungkidul
Wonosari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Atlet berprestasi asal Gunungkidul yang mendapatkan medali perak cabang olahraga jalan cepat PON XX Papua, Bayu Prasetyo, dikabarkan berniat hengkang. Kepindahan Bayu untuk membela daerah lain ini lantaran tidak adanya kejelasan perhatian dari Pemerintah Kabupaten Gunungkidul sebagai bentuk apresiasi terhadap atlet berprestasinya. Tentunya, hengkangnya Bayu ini jika terjadi merupakan kehilangan besar bagi Gunungkidul. Hal ini lantaran, Bayu sendiri masuk dalam jajaran atlet papan atas berkaliber nasional.
Pria yang akrab disapa Bayu itu mengatakan, selama ini dirinya menghabiskan waktunya untuk berlatih agar bisa mempertahankan performa terbaiknya sebagai atlet. Akibat kesibukannya tersebut, dirinya kurang mempunyai waktu untuk menyiapkan diri di dunia kerja lantaran waktunya tersita dengan berbagai latihan. Namun demikian, hasil dari latihannya pun mewujudkan hasil dengan memperoleh medali perak di cabang olahraga jalan cepat nomor 20.000 meter pada ajang PON XX Papua lalu.
“Memang ada keinginan pindah dari Gunungkidul dan DIY. Pilihan ini menjadi sangat penting untuk masa depan saya saat nanti saya berhenti jadi atlet. Karena menjadi atlet tentu ada masa emasnya,” ucap Bayu.
Ia sangat berharap agar pemerintah memberikan perhatian terhadap atlet berprestasi sehingga saat dirinya berhenti sebagai atlet, ia telah memiliki pekerjaan. Ia menyampaikan jika hal itu merupakan alasan jangka panjangnya ketika suatu saat nanti ia istirahat menjadi atlet. Selain itu, alasan lainnya yang membuat dirinya berniat pindah ialah pembinaan olahraga di daerah yang dianggapnya tidak ada arah yang jelas.
Menurutnya, atlet hanya disiapkan untuk level Porda saja atau terus difasilitasi hingga level nasional. Atlet yang memiliki pengalaman lebih tinggi menurutnya layak diberikan perhatian khusus dengan pertimbangan aspek level prestasi. Misalnya untuk kelas nasional semestinya ada perbedaan dengan yang level daerah atau propinsi.

“Selama ini tidak adanya prioritas antara atlet baru dengan atlet yang sudah berpengalaman di level nasional. Perbedaan ini termasuk dari sisi pembiayaan, uang pembinaan atau gajinya,” imbuh Bayu.
Tipisnya peluang bertanding di level Porda DIY karena terhalang regulasi juga menjadi dorongan dirinya untuk pindah daerah. Adapun dalam regulasi memang diatur sebuah cabor bisa ditandingkan dengan syarat harus diikuti minimal 4 atlet dari 3 kabupaten atau kota. Aturan ini akhirnya membuat cabor Jalan Cepat tidak bisa dipertandingkan padahal sangat berpeluang baginya untuk mendapatkan medali ketika bertanding.
“Cabor ini kan punya peluang dapat medali tapi gagal dipertandingkan karena terbentur regulasi,” terang Bayu.
Sementara itu, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Gunungkidul, Jarot Budi Santoso, menyampaikan, dirinya telah berbicara dengan Bayu terkait alasannya berniat pindah daerah. Ia memahami kekecewaan yang dirasakan oleh Bayu. Menurutnya yang disampaikan oleh Bayu bukan tanggung jawab Pemkab Gunungkidul saja namun juga Pemerintah Provinsi.
“Bayu kan atlet PON, saat ini dia sudah masuk atlet kelas nasional. Apa yang menjadi personal akan ada jalan keluarnya, termasuk soal pekerjaan sangat memungkinkan untuk diakomodir,” ujarnya.
Pihaknya pun akan membahas persoalan ini dengan KONI DIY dan Bayu untu mencari jalan keluar terbaik.
“Kami tentu sangat berharap rencana kepindahan Bayu tidak terjadi, ia selama ini telah terbukti punya prestasi di kancah nasional,” tutup Jarot.
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized4 hari yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized3 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized2 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized2 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
-
Uncategorized3 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized2 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized2 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized2 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized2 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
