Peristiwa
Kisah Heroik Almarhum Fauzi, Sempat Selamatkan Teman-temannya Sebelum Akhirnya Roboh Tertimpa Atap Ambruk
Playen,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)– Fauzi Ajitama (12) warga Padukuhan Sumberejo, Kalurahan Ngawu, Kapanewon Playen yang menjadi korban runtuhnya atap gedung SD Muhammadiyah Bogor dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis RSUD Wonosari pada Selasa (08/11/2022) malam. Sejak kejadian di mana almarhum Fauzi terjepit dan tertimpa reruntuhan atap bangunan, kondisi korban memang lemahm Meski siswa ini sempat membaik, namun kondisi ini tak bertahan lama. Kondisinya terus menurun hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhir.
Panewu Playen, Agus Sumaryono mengungkapkan, saat kejadian ambrolnya atap ini, Fauzi tengah berada di lantai 2 bersama dengan teman-temannya untuk mengikuti kegiatan bimbingan hafalan. Informasi yang Agus terima, saat kejadian, pelajar ini justru membantu teman-temannya agar segera keluar dari ruangan dan menyelamatkan diri mereka.
Namun sayangnya, belum sempat ia keluar dari ruangan tersebut material dari atas menimpa tubuh mungilnya. Sontak ia terjatuh dan terjepit reruntuhan mulai dari baja ringan yang merupakan konstruksi atap, terjit, genting, hingga cor-coran semen yang ada di atas atap.
“Informasi yang kami terima anak ini (Fauzi) justru melindungi teman-temannya, memberi jalan temannya. Tapi justru kemudian ia tertimpa runtuhan material,” kata Agus Sumaryono.
Ia baru berhasil dievakuasi setelah beberapa saat pasca kejadian dalam kondisi luka yang sangat serius. Melihat kondisi bocah ini dengan luka berat, warga dan pihak sekolah yang melakukan evakuasi langsung membawanya ke RSUD Wonosari untuk mendapatkan penanganan medis.

Pasca mendapatkan penanganan pertama, kondisi Fauzi sempat membaik. Tekanan darahnya juga sempat meningkat 60 sampai stabil, meski demikian pemantauan tetap dilakukan oleh medis serta pihak lainnya. Hingga akhirnya kondisi pelajar tersebut turun dan masuk ke ICU.
“Tadi kami tinggalkan dalam kondisi baik, namun Allah berkehendak lain. Pukul 20.45 WIB, anak atas nama Fauzi Ajitama menghembuskan nafas terakhir. Dinyatakan meninggal dunia,” jelas dia.
Pihak rumah sakit dan management serta keluarga seharian ini terus berkoordinasi dan berupaya memberikan yang terbaik bagi Fauzi. Koordinasi juga terus dilakukan, usai dinyatakan meninggal dunia jenazah lantas dibawa ke rumah duka yang berada di Kalurahan Ngawu, Kapanewon Playen.
Sementara itu, Lurah Ngawu Dwi Jatmiko mengungkapkan, rencananya hingga besok, korban akan disemayamkan di rumah duka yang berada di Padukuhan Sumberejo, Kalurahan Ngawu, Kapanewon Playen. Namun kemudian akan dimakamkan di TPU yang berada di Kalurahan Grogol.
“Untuk waktunya kami masih belum mendapatkan konfirmasi dari pihak keluarga. Saya atas nama warga Kalurahan Ngawu mengucapkan bela sungkawa atas meninggalnya anak atas nama Fauzi Ajitama yang menjadi korban runtuhnya atap SD Muhammadiyah Bogor,” ucap Lurah Ngawu.
Adapun memang, Fauzi merupakan warga asli Grogol namun kemudian bersama dengan keluarganya tinggal di Ngawu. Ayah Fauzi sendiri juga belum lama meninggal dunia.
“Baru sekitar 40 hari ayahnya meninggal dunia,” tutup dia.
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized4 hari yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized3 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized3 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized3 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
-
Uncategorized3 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized2 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized2 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized2 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized2 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
