Sosial
Konflik Watukodok, Pemdes Kemadang Bantah Memihak Salah Satu Kubu
Tanjungsari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Sengketa pengelolaan bukit di Watu Kodok, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari masih terus bergejolak. Adanya bukit di sebelah barat yang disebut dikuasai investor nampaknya mentah tanpa ada pembuktian. Pemerintah Desa Kemadang yang dituding berpihak kepada investor pun akhirnya angkat bicara.
Kepala Desa Kemadang, Sutono ketika dihubungi pidjar-com-525357.hostingersite.com mengakui perihal adanya konflik yang saat ini terjadi antara pengelola lahan dengan kelompok Watu Kodok. Namun demikian, pihaknya menolak jika disebut berpihak kepada salah satu pihak yang bersengketa tersebut.
“Tanah yang disengketakan itu sebenarnya tanah SG yang dahulunya dikelola oleh perorangan. Jadi hanya klaim saja karena tidak ada bukti kekancingan atau sertifikat. Pemerintah desa tidak mempunyai wewenang untuk mengurus tanah itu, hanya kita mengetahui kalau tanah itu tanah SG,” kata Sutono, Sabtu (07/09/2019).
Selama ini, kabar yang berhembus, tanah yang disengketakan itu merupakan tanah yang telah dikuasai investor. Namun dirinya tidak membenarkan hal itu.
“Kalaupun ada investor tapi tidak memiliki kekancingan mestinya juga tidak bisa mengelola. Itu dikelola oleh perorangan saja sebenarnya, bukan oleh investor,” ujar dia.

Namun begitu, dirinya tidak menampik adanya investor yang telah melakukan komunikasi dengan pemerintah desa untuk mengembangkan kawasan wisata di wilayah Kemadang. Namun begitu, menurutnya bukan di Watu Kodok.
“Ada investor yang melakukan proses perizinan untuk mengelola tanah kas desa dan itu bukan di Watu Kodok. Kalau tanah kas itu kan diperbolehkan. Kita sebagai desa tidak bisa merubah status tanah kas menjadi SG ataupun sebaliknya,” imbuh dia.
Ia menegaskan, sekaligus membatah tudingan, Pemerintah Desa Kemadang akan berpihak kepada masyarakat. Pasalnya, kesejahteraan warga menjadi hal yang utama. Untuk itu dalam waktu dekat ini pihaknya akan berusaha melakukan komunikasi agar masyarakat tidak larut dalam konflik.
“Kita akan berkumpul untuk mengatasi masalah ini. Karena apa, kita tidak ingin masyarakat terus begejolak. Biar semua adem ayem sejahtera bersama,” imbuh dia.
Sementara itu, Camat Tanjungsari, Rakhmadian Wijayanto berharap pemerintah desa agar melakukan komunikasi dengan pihak yang bersengketa. Menurutnya, permasalahan ini muncul karena kurangnya komunikasi semata.
“Kurang komunikasi saja, kita berada di tengah dan siap membantu,” ujar dia.
Sementara itu, Humas Paguyuban Kawulo Mataram Watu Kodok, Surahman menyambut baik wacana pemerintah desa untuk turun menyelesaikan masalah. Pihaknya berharap konflik yang berkepanjangan ini bisa segera selesai. Sehingga kemudian masyarakat Watu Kodok dapat fokus berinovasi dan mengembangkan kawasan wisata.
“Tentu menyambut baik, karena kita tidak ingin berlarut-larut dalam konflik. Nanti justru berdampak buruk,” kata dia.
Nantinya, jika konflik selesai, pihaknya akan segera membentuk kepengurusan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Ia juga mengaku siap bersama-sama pemerintah untuk membangun wisata di Pantai Watu Kodok.
-
Info Ringan4 minggu yang laluResep Lamian Kuah Daging Sapi
-
Peristiwa4 minggu yang laluTragis, Pelajar SMP di Semanu Ditemukan Meninggal G4ntung D1r1 di Pohon Jambu Mete
-
Info Ringan4 minggu yang laluResep Soto Tangkar
-
Kriminal1 minggu yang laluDisiksa Dari Dipukuli Hingga Lukanya Dilumuri Garam, Remaja 17 Tahun Mengaku Sempat Diancam Ditembak Oknum
-
Peristiwa6 hari yang laluPerempuan Muda di Ponjong Ditemukan Meninggal Dunia dengan Seutas Tali Dipohon
-
Sosial5 hari yang laluKisah Sedih Andheng Pasca Kecelakaan, Saat di RS Nurohmah Hanya Dijahit Telinga, Ternyata Patah Tulang Belakang dan Terancam Lumpuh
-
Peristiwa3 minggu yang laluLaka Maut Dinihari, Pemotor Tewas Dihantam Pick Up
-
Pemerintahan2 hari yang laluDinas Bongkar Upaya Kecurangan Pendaftar SMP N 1 Wonosari, Dari ASN Manipulasi Data Bansos Hingga Gunakan Sertifikat Palsu
-
Uncategorized2 minggu yang laluHeboh Bola Api Berekor Panjang Melintas di Langit Gunungkidul, Warga Kaitkan dengan Pulung Gantung Jelang Bulan Suro
-
Pemerintahan3 minggu yang laluPrihatinnya Kalangan Dewan, Pelaku Bunuh Diri Mulai Merambah Remaja Hingga Anak
-
Peristiwa3 minggu yang laluPeriode Maut Jalanan Gunungkidul, Ratusan Kecelakaan Puluhan Korban Meninggal Dunia
-
Uncategorized4 minggu yang laluKecelakaan Beruntun di Baleharjo Gunungkidul, Pengendara Vixion Meninggal Dunia
