Pemerintahan
Lakukan Survei Lapangan, BPBD Temukan 11 Titik Tanah Ambles di 6 Kecamatan
Ponjong,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Maraknya tanah ambles yang terjadi di Gunungkidul sejak bencana yang diakibatkan Siklon Cempaka pada November 2018 lalu akhirnya mendapatkan perhatian dari pemerintah. Rabu (07/02/2018) siang tadi, sejumlah personel dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Gunungkidul melakukan peninjauan terhadap sejumlah titik yang mengalami tanah ambrol maupun yang terdampak bencana banjir terbesar dalam sejarah Gunungkidul tersebut.
Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Gunungkidul, Handoko menjelaskan, berdasarkan data sementara yang masuk ke pihaknya, tanah ambles di Gunungkidul menyebar di 11 titik di 6 kecamatan. Ia beberkan lebih lanjut, adapun kecamatan-kecamatan yang terdampak tanah ambles meliputi Kecamatan Saptosari, Purwosari, Rongkop, Tepus, Ponjong dan Semanu.
“Kemungkinan lebih banyak lagi karena warga tidak melapor ke kami,” paparnya ketika ditemui saat memantau tanah ambles di Padukuhan Pringluwang, Desa Bedoyo, Kecamatan Ponjong, Rabu siang tadi.
Tanah ambles yang terjadi sendiri cukup beragam, mulai dari dua meter hingga belasan meter. Fenomena in menurut Handoko terjadi karena adanya rongga di bawah tanah. Hujan intensitas tinggi membuat tanah tidak mampu menahan banyaknya air yang berada di atasnya. Hal inilah yang kemudian menyebabkan terjadi erosi dan tanah masuk ke dalam tanah.
“Itu yang menyebabkan tanah ambles dan muncul lubang seperti ini,” papar dia.
Ia kembali mengutarakan bahwa fenomena semacam ini merupakan hal yang biasa di tanah karst. Meski begitu, hasil dari observasi lapangan yang didapat ini nantinya akan dikaji sehingga bisa dirumuskan langkah-langkah antisipasi yang mungkin bisa dilakukan.
Terkait hasil dari peninjauan lapangan yang dilakukan para Rabu ini, Handoko mengatakan bahwa pihaknya telah memberikan arahan kepada para pemilik lahan yang terdampak tanah ambles agar membuat saluran air di sekitar lokasi.
“Supaya air tidak mengalir di area yang ambles sehingga nantinya longsoran tanah terus ada dan lubang semakin melebar,” terang dia.
Salah seorang warga yang tanahnya ambles, Sakino, warga Padukuhan Pringluwang, Desa Bedoyo, Kecamatan Ponjong meyakini perihal adanya sungai bawah tanah di bawah areal pertanian miliknya. Sebelum tanah diketahui ambles, ia melihat lahan pertaniannya dipenuhi air. Beberapa saat kemudian, air dengan cepat langsung masuk ke lokasi tanah yang ambles.
“Berdasarkan cerita turun temurun memang konon ada gua panjang di bawah tanah yang sempat ditelusuri,” ucap Sakino.
Aktifitas warga di sekitar lokasi yang amblas saat ini bisa dibilang cukup terbatas. Sejumlah warga bahkan memilih untuk sementara menghentikan aktifitas bertani lantaran khawatir tanah tersebut ambles dan meminta korban.
-
Uncategorized2 hari yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized6 hari yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya1 hari yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized1 hari yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Sosial3 hari yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized3 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized2 hari yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized2 hari yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
event4 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized4 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
Sosial3 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Pemerintahan3 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
