fbpx
Connect with us

Pariwisata

Liburan Akhir Tahun, Ratusan Ribu Wisatawan Ditargetkan Masuk Gunungkidul

Diterbitkan

pada

BDG

Wonosari,(pidjar.com)– Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul menargetkan 148.305 wisatawa berkunjung ke obyek wisata Bumi Handayani. Sejumlah persiapan menjelang libur Natal dan Tahun Baru mulai dilakukan oleh pemerintah dan institusi lainnya.

Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Mohamad Atif Aldian mengungkapkan, libur Nataru tahun 2022 ini tidak ada cuti bersama sehingga efektif libur Nataru hanya di tanggal 24 dan 25 Desemver kemudian di tanggal 31 Desember dan 1 Januari 2023. Pemerintah memproyeksikan kunjungan wisatawan ke Gunungkidul pada momentum tersebut sebanyak 148.305 pengunjung.

Dari jumlah tersebut dimungkinkan 80 persen wisatawan akan memadati kawasan pantai selatan Gunungkidul. Sebab selama ini, pantai menjadi primadona wisatawan dalam daerah maupun luar daerah. Sedangkan 20 persen lainnya tersebar di obyek wisata lain seperti air terjun, goa, dan desa wisata.

Berita Lainnya  APBDP 2018 Akhirnya Tidak Disetujui Gubernur, Bupati : Tetap Bisa Dilaksanakan Melalui Perbup

“Kawasan pantai memang masih sangat dominan. Magnet pariwisata begitu kuat,” paparnya.

Menyambut kunjungan wisatawan yang membludak di Gunungkidul, pemerintah telah melakukan koordinasi lintas sektoral baik dengan Polres, Kodim 0730, Dinas Kesehatan, Dishub, BPBD, Ditlantas Polda, SARLINMAS Kapanewon & institusi terkait lainnya. Pengamanan menjadi hal yang utama untuk mengantisipasi kejadian-kejadian yang tidak diinginkan.

“Tentunya pengamanan, keselamatan dan antisipasi layanan kesehatan menjadi hal yang pokok dalam menyambut libur keagamaan dan pergantian tahun,” jelasnua.

Pemasangan papan peringatan di beberapa titik telah dilakukan oleh SARLINMAS, hal ini untuk mengurangi potensi kecelakaan di laut. Dalam hal kesehatan, terdapat tenaga medis yang disiagakan untuk penanganan termasuk untuk pencegahan covid19 juga dilakukan langkah pencegaha.

Berita Lainnya  Mudahkan Transaksi, BPD DIY Luncurkan Layanan Tiket Retribusi Berbasis QUAT

Disinggung mengenai realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi rekreasi hingga pertengahan Desember ini sebesar Rp. 19.447.075.539. Ia tidak memungkiri jika PAD tahun ini realisasinya jauh dari target yang telah ditentukan sebesae Rp 27,001 miliar. Terdapat beberapa kondisi yang menjadi penyebab tidak optimalnya pendapatan daerah dari sektor pariwisata ini.

Mulai dari kebijakan pembatasan perjalanan di pertengahan tahun 2022 karena prekembangan covid19 yang masih fluktuatif. Kemudian disusul dengan kenaikan harga BBM yang berpengaruh pada minat wisatawan untuk berwisata, sejumlah bencana hidrometeorologi yang terjadi di beberapa waktu terakhir. Selain itu, adanya perbaikan jalan Jogja-Wonosari yang terjadi longsor beberapa bulan lalu mempengaruhi kunjungan wisata. Dimana antrian kendaraan yang sangat panjang menjadi salah satu wisatawan berpikir ulang untuk menuju Gunungkidul.

“Perbaikan jalan karena tanah lngsor pada koridor utama juga sangat mempengaruhi mempengaruhi pola perjalanan wisatawan,” tutup Arif Aldian.

Berita Lainnya  Jumlah Penderita HIV/AIDS di Gunungkidul Terus Meningkat, 337 Orang Terjangkit

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler