Pariwisata
Liburan Akhir Tahun, Ratusan Ribu Wisatawan Ditargetkan Masuk Gunungkidul
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)– Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul menargetkan 148.305 wisatawa berkunjung ke obyek wisata Bumi Handayani. Sejumlah persiapan menjelang libur Natal dan Tahun Baru mulai dilakukan oleh pemerintah dan institusi lainnya.
Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Mohamad Atif Aldian mengungkapkan, libur Nataru tahun 2022 ini tidak ada cuti bersama sehingga efektif libur Nataru hanya di tanggal 24 dan 25 Desemver kemudian di tanggal 31 Desember dan 1 Januari 2023. Pemerintah memproyeksikan kunjungan wisatawan ke Gunungkidul pada momentum tersebut sebanyak 148.305 pengunjung.
Dari jumlah tersebut dimungkinkan 80 persen wisatawan akan memadati kawasan pantai selatan Gunungkidul. Sebab selama ini, pantai menjadi primadona wisatawan dalam daerah maupun luar daerah. Sedangkan 20 persen lainnya tersebar di obyek wisata lain seperti air terjun, goa, dan desa wisata.
“Kawasan pantai memang masih sangat dominan. Magnet pariwisata begitu kuat,” paparnya.
Menyambut kunjungan wisatawan yang membludak di Gunungkidul, pemerintah telah melakukan koordinasi lintas sektoral baik dengan Polres, Kodim 0730, Dinas Kesehatan, Dishub, BPBD, Ditlantas Polda, SARLINMAS Kapanewon & institusi terkait lainnya. Pengamanan menjadi hal yang utama untuk mengantisipasi kejadian-kejadian yang tidak diinginkan.

“Tentunya pengamanan, keselamatan dan antisipasi layanan kesehatan menjadi hal yang pokok dalam menyambut libur keagamaan dan pergantian tahun,” jelasnua.
Pemasangan papan peringatan di beberapa titik telah dilakukan oleh SARLINMAS, hal ini untuk mengurangi potensi kecelakaan di laut. Dalam hal kesehatan, terdapat tenaga medis yang disiagakan untuk penanganan termasuk untuk pencegahan covid19 juga dilakukan langkah pencegaha.
Disinggung mengenai realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi rekreasi hingga pertengahan Desember ini sebesar Rp. 19.447.075.539. Ia tidak memungkiri jika PAD tahun ini realisasinya jauh dari target yang telah ditentukan sebesae Rp 27,001 miliar. Terdapat beberapa kondisi yang menjadi penyebab tidak optimalnya pendapatan daerah dari sektor pariwisata ini.
Mulai dari kebijakan pembatasan perjalanan di pertengahan tahun 2022 karena prekembangan covid19 yang masih fluktuatif. Kemudian disusul dengan kenaikan harga BBM yang berpengaruh pada minat wisatawan untuk berwisata, sejumlah bencana hidrometeorologi yang terjadi di beberapa waktu terakhir. Selain itu, adanya perbaikan jalan Jogja-Wonosari yang terjadi longsor beberapa bulan lalu mempengaruhi kunjungan wisata. Dimana antrian kendaraan yang sangat panjang menjadi salah satu wisatawan berpikir ulang untuk menuju Gunungkidul.
“Perbaikan jalan karena tanah lngsor pada koridor utama juga sangat mempengaruhi mempengaruhi pola perjalanan wisatawan,” tutup Arif Aldian.
-
Uncategorized3 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized2 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
-
Uncategorized4 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized4 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized4 minggu yang laluGunungkidul Jajaki Kerjasama dengan Korea Selatan, Buka Peluang Jadi Pekerja Musiman
-
Uncategorized3 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized3 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized4 minggu yang laluKemarau Panjang, 53 Kejadian di Gunungkidul Hanguskan 51 Hektare
-
Uncategorized3 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized1 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu7 Hektare Lahan Jati di Bodoyo Terbakar
