Sosial
Ratusan Kasus Dalam 6 Bulan, Korban Demam Berdarah Meningkat Lebih Dari Dua Kali Lipat Tahun Ini
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul menyebut bahwa kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) masih terus terjadi. Hal itu diketahui karena masih banyaknya laporan dari sejumlah rumah sakit yang masih terus menangani pasien yang terjangkit virus dari nyamuk tersebut.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Priyanta Madya Satmaka menjelaskan, kasus DBD di Gunungkidul per 31 Mei 2019 ini mencapai 308 kasus. Jumlah tersebut diketahui meningkat lebih dari dua kali lipat dibanding dengan tahun 2018 lalu.
“Untuk tahun 2018 hanya ada 124 kasus. Jadi hingga bulan Juni 2019 ini, sudah meningkat hingga lebih dari dua kali lipat,” ujar Priyanta kepada pidjar-com-525357.hostingersite.com, Selasa (18/06/2019).
Untuk rinciannya sendiri, pada bulan Januari ada 55 kasus, Februari 66 kasus, Maret 68 kasus, April 70. Sedangkan pada Mei yang sempat disebut ada 12 pada pertengahan bulan lalu melonjak hingga 48 kasus.
“Sampai Juni ini masih ada beberapa orang yang dirawat di rumah sakit. Tapi jumlahnya menurun, puncaknya pada April lalu dengan 70 kasus, kemudian Mei turun. Mudah-mudahan Juni ini juga turun,” kata Priyanta.

Ia menjelaskan, meski jumlah kasus meningkat, namun korban meninggal dunia tidak mengalami peningkatan. Ia menyebut, kenaikan kasus sendiri akibat kelengahan masyarakat yang disebabkan oleh sedikitnya kasus pada tahun 2018.
“Korban meninggal tetap hanya 1 orang. Kalau meningkatnya kasus ini sepertinya karena faktor iklim dan curah hujan ada pengaruhnya. Selain itu juga faktor lengah karena tahun sebelumnya rendah bisa jadi membuat kewaspadaan masyarakat menurun,” ucap dia.
Tidak menutup kemungkinan juga, gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) yang digalakkan pemerintah tidak dilakukan secara konsisten. Sehingga nyamuk masih dapat berkembang biak dengan bebas dan menyebarkan penyakit mematikan.
“Kalau genangan air karena hujan mungkin tidak, kemungkinan dari tempat-tempat penampungan air yang jadi sarang nyamuk,” terangnya.
Disinggung mengenai persebaran kasus, Priyanta menyatakan bahwa untuk tahun ini demam berdarah terjadi di 18 kecamatan atau menyeluruh di wilayah Gunungkidul. Wilayah-wilayah yang sebelumnya tidak pernah terjadi kasus kali ini justru terjadi.
“Wilayah Girisubo dan Purwosari yang biasanya tidak ada kasus tahun ini ada. Untuk wilayah terbanyak adalah Wonosari dengan 42 kasus, kemudian Karangomojo 40 kasus dan Ponjong 31 kasus,” beber Priyanta.
Dinas Kesehatan sendiri saat ini mendorong melalui puskesmas masing-masing kecamatan dengan membentuk jumantik satu rumah satu petugas. Dengan adanya petugas di lapangan, nanti akan ada feedback yang ditimbulkan.
“Jika jumlah jentiknya sudah melebihi ambang batas maka akan dilakukan fogging (pengasapan). Foging tidak bisa dilakukan asal-asalan, harus melalui kajian terlebih dahulu,” pungkasnya.
-
Pemerintahan4 minggu yang laluPembangunan TPAS Wukirsari Akan Dimulai Awal 2027, Direncanakan Bisa Produksi Bahan Bakar Alternatif
-
Peristiwa4 minggu yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Peristiwa4 minggu yang laluTragedi Jelang Keberangkatan Umrah, 54 Paspor Jamaah Hangus Akibat Kebakaran Kantor Travel
-
Uncategorized3 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized3 minggu yang laluKDMP Karangrejek Panen Lele 4,9 Ton, Capaian Tertinggi di Indonesia
-
Uncategorized3 minggu yang laluPetani Ditemukan Meninggal Dunia di Ladang Bleberan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu83 Tukik Dilepas ke Laut, Bupati Gunungkidul Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Penyu
-
Uncategorized3 minggu yang laluLurah di Gunungkidul Kompak Enggan Teken Berita Acara Serah Terima Aset KDMP, Ada Apa?
-
Uncategorized4 minggu yang laluTNI Bangun 9 Jembatan Garuda di Gunungkidul, Hubungkan Kawasan Terpencil
-
Uncategorized3 minggu yang laluLansia Asal Ponjong Ditemukan Gantung Diri di Kandang
-
Uncategorized2 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized3 minggu yang laluCiptakan Pilur Jujur dan Bersih, Dinas Awasi Lurah Petahana
