fbpx
Connect with us

Sosial

Lirik Gunungkidul, Investor Besar Berencana Bangun Pabrik Tepung Tapioka dan Pabrik Kertas

Published

on

Ponjong,(pidjar.com)–Kekayaan alam di Kabupaten Gunungkidul bisa menjadi potensi untuk pertumbuhan ekonomi. Dengan catatan tentunya, jika sumber daya ini mampu dikelola secara maksimal dengan kerjasama dari pemerintah, warga masyarakat maupun investor. Peran investor sendiri cukup penting mengingat pengelolaan sumber daya alam ini, membutuhkan permodalan yang cukup besar. Dengan hadirnya investor pula kemudian akan mampu membuka lapangan pekerjaan dan memicu roda perekonomian berputar.

Hal tersebut diungkapkan oleh Wahyu Purwanto, akademisi yang saat ini santer terdengar bakal maju menjadi calon bupati dalam pilkada 2020.

Wahyu menyatakan, peran investor dalam pembangunan di Gunungkidul ke depan cukuplah penting. Menurutnya ada dua potesi besar di Gunungkidul yang bisa dikembangkan untuk kesejahteraan rakyat, yakni tanah dan laut.

“Investor yang bisa masuk ke Gunungkidul terkait dengan investasi yang berkaitan dengan tanah, yakni investasi dalam bidang pertanian,” kata Wahyu usai menyapa warga di Kalurahan Bedoyo, Sabtu (11/07/2020).

Ia mengambil contoh, salah satunya adalah penanaman ketela pohon dan pabrik tepung tapioka. Saat ini ia memiliki informasi bahwa ada dua investor yang jelas ingin berinvestasi di Gunungkidul mengembangkan komoditi ini.

Berita Lainnya  Diguyur Tambahan 450 Ribu Tabung, Stok Gas Melon di Gunungkidul Dipastikan Aman Hingga Akhir Tahun

“Investasi ini nantinya akan mampu menarik masyarakat menanam ketela pohon. Adanya pabrik itu nantinya daerah juga akan mendapatkan pajak. Jadi PAD naik, kesejahteraan masyarakat meningkat lantaran hasil panen mereka bisa langsung terserap,” terang Wahyu.

Saat ini dirinya juga mendapat informasi adanya pihak yang tengah mengkaji studi kelayakan untuk mendirikan industri kertas. Bahan bakunya sendiri merupakan tanaman yang khas dan banyak di jumpai di Gunungkidul yakni Sengon dan Akasia.

“Masih dalam kajian, tapi bayangkan ketika terealisasi. Tentu menjadi keuntungan bagi masyarakat,” terang dia.

Kemudian potensi yang kedua menurut Wahyu ialah laut. Selain potensi pariwisata dari laut, yakni ikan. Selama ini produksi ikan di Gunungkidul masih ditingkat 50 gross ton.

“Investor juga melirik bidang ini, di samping hotel, peningkatan produksi ikan nanti ikannya diekspor ke luar. Menjadi keuntungan bagi para nelayan dan pajaknya bagi daerah,” kata Wahyu.

Selain itu, Gunungkidul juga mempunyai potensi untuk dibangun pelabuhan yang cukup besar. Dapat dibayangkan, jika pelabuhan digunakan untuk kapal bersandar di kawasan tersebut, dolar akan mengalir ke masyarakat secara tidak langsung.

Berita Lainnya  Kembangkan Pertanian Lahan Kering, Sadimin Raup Ratusan Ribu Per Hari

“Tentu ini perlu dukungan dari pusat. Ketika kapal bersandar satu dua hari saja, dolar akan mengalir. Nanti industri makanan tradisional, kerajinan akan ikut terdongkarak,” kata dia.

“Kita juga mengacu keinginan Sri Sultah HB X, menjadikan Gunungkidul pintu depan rumah kita,” imbuh dia.

Segala program tersebut jika teralisasi dengan baik maka akan berdampak pada pengentasan kemiskinan. Nantinya, pemerintah kabupaten akan melakukan perjanjian dengan para investor agar dalam pengembangannya mengutamakan keberpihakan kepada masyarakat lokal.

“Tentu berkaitan dengan potensi Gunungkidul dan investor. Nanti kan bisa dibuat perjanjian dengan mengutamakan masyarakat. Jadi masyarakat jangan takut, ada investor takut tidak diberdayakan. Nanti dibuat perjanjian yang menguntungkan masyarakat,” pungkas Wahyu.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler