Uncategorized
Masa Angkutan Nataru 2024/2025, KA Sancaka Jadi Relasi Favorit Yogyakarta – Surabaya
Jogja, (pidjar.com) – PT KAI (Persero) wilayah Daop 6 Yogyakarta mencatat selama masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025 pada 19 Desember 2024 – 5 Januari 2025, KA Sancaka (96) relasi Yogyakarta-Surabaya menjadi KA favorit penumpang.
Manajer Humas Daop 6 Yogyakarta, Krisbiyantoro mengatakan, Sancaka (96) relasi Yogyakarta-Surabaya Gubeng mengangkut 685 penumpang per hari. Sementara untuk KA Senja Utama Solo (87) relasi Solobalapan-Pasarsenen mengangkut 681 penumpang per hari, KA Sancaka (100) relasi Yogyakarta-Surabaya Gubeng mengangkut 679 penumpang per hari.
“Sedangkan KA Gajahwong (137) relasi Lempuyangan-Pasarsenen mengangkut 626 penumpang per hari, KA Joglosemarkerto (167) relasi Solobalapan-Yogyakarta-Purwokerto-Semarang Tawang-Solobalapan mengangkut 625 penumpang per hari, KA Joglosemarkerto (161) relasi Solobalapan-Semarang Tawang-Purwokerto-Yogyakarta-Solobalapan mengantuk 618 penumpang per hari, KA Senja Utama YK (139) relasi Yogyakarta-Pasarsenen: 575 penumpang per hari, KA Bogowonto (135) relasi Lempuyangan-Pasarsenen mengangkut 581 penumpang per hari, KA Mataram (89) relasi Solobalapan-Pasarsenen mengangkut 554 penumpang per hari dan KA Progo (247) relasi Lempuyangan-Pasarsenen mengangkut 540 penumpang perhari, ” katanya Senin (6/1/2025).
Menurut Kris, dari rekapan tersebut dapat terlihat bahwa penumpang KA di Daop 6 didominasi oleh masyarakat yang naik kereta api dengan tujuan ke Kota Jakarta, Surabaya, Semarang. Selain itu pihaknya mengklaim berhasil menjaga dengan baik ketepatan waktu keberangkatan dan kedatangan KA yang melintas di wilayahnya.

“Untuk ketepatan waktu keberangkatan KA tercatat sebesar 99,3 persen dan kedatangan KA tercatat sebesar 96,5 persen,” jelas Kris.
Lebih lanjut Kris mengungkapkan, dari sisi volume penumpang tercatat sebanyak 531.664 penumpang yang berangkat dari seluruh stasiun Daop 6 Yogyakarta pada masa Nataru 2024/2025.
“Angka tersebut naik 5 persen dari tahun sebelumnya yang mengangkut penumpang sebanyak 479.508 penumpang. Oleh karenanya kami mengucapkan terima kasih kepada para pelanggan yang telah mempercayakan layanan kereta api KAI Daop 6 Yogyakarta sebagai moda transportasi khususnya dalam hal ini selama Nataru 2024/2025,” ungkapnya.
Kris menambahkan, kesuksesan Daop 6 berangkatkan setengah juta penumpang KA pada Nataru 2024/2025 ini menjadi catatan kinerja positif. Pihaknya juga mencatat para penumpang KA pada masa Nataru ini banyak yang memafaatkan fasilitas Face Recognition (FR) Boarding Gate yaitu sebanyak 592 penumpang.
“Ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin melirik teknologi tersebut untuk mendapatkan kemudahan saat menggunakan KA,” pungkasnya. (Ken).
-
Uncategorized1 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized4 minggu yang laluGegara Uang Kembalian Receh, Pelayan Bakmi Jawa Mengaku Dibentak Oknum Anggota DPRD
-
Uncategorized3 minggu yang laluSakit Hati Sering Diejek Ketika Memulung Sampah, 2 Remaja Putri Nekat Bakar Sekolah
-
Uncategorized3 hari yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Diancam Akan Dilindas Lehernya, Dua Remaja Babak Belur Dihajar Kelompok Pemuda Silat
-
Uncategorized3 minggu yang lalu9.000 Penerima Bansos Gunungkidul Disetop karena Terindikasi Judi Online
-
Uncategorized2 minggu yang laluSaling Bajak Kader Antara PSI dan NasDem Gunungkidul Makin Seru, Ini Tanggapan Sang Ketua
-
Uncategorized4 minggu yang laluDua SPPG di Gunungkidul Belum Kantongi SLHS
-
Uncategorized2 minggu yang laluKelok 23 Tuntas 100 Persen, Akses Gunungkidul-Bantul dengan View Laut Selatan Segera Dibuka
-
Uncategorized2 minggu yang laluPenerima PKH di Gunungkidul Turun 2.000 Orang, Ini Penyebabnya
-
Uncategorized2 minggu yang laluBupati Turun Tangan, Polemik Seleksi Ulu-Ulu Siraman Mulai Ditelusuri
-
Uncategorized1 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
