fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Masa Tanggap Darurat Corona Diperpanjang

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Masa tanggap darurat penanganan Covid 19 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diperpanjang selama 1 bulan ke depan. Hal tersebut mengacu pada Keputusan Presiden dan melihat kondisi di DIY yang dinilai masih membutuhkan perpanjangan masa tanggap darurat.

Pada surat edaran yang ditandatangani oleh Gubernur DIY ini menyebutkan, perpanjangan status darurat yang semula berakhir tanggal 29 Mei 2020 kemudian diperpanjang sampai dengan 30 Juni 2020 mendatang. Keputusan tersebur mengacu pada keputusan presiden mengenai kondisi di ibu kota dan daerah lainnya. Bencana non alam semacam ini tidak ada batas waktu, meski demikian pemerintah akan terus meninjau ulang mengenai kondisi di daerah.

Dasar lain penetapan perpanjangan masa tanggap darurat tersebut yakni kondisi kesehatan masyarakat. Sebagaimana diketahui, penyebaran virus covid 19 saat ini sangat cepat dan masih menjadi perhatian bersama. Beberapa hari lalu, di Jogjakarta sendiri sempat nol temuan kasus covid baru, kemudian kondisi ini masih terus dipantau untuk mengambil kebijakan baru.

Berita Lainnya  Upaya Tekan Impor, Menristek Buka Lahan Kayu Putih di Gunungkidul

Adapun tindakan yang tetap harus dilakukan oleh pemerintah berkaitan dengan mengambil langkah dan tindakan yang diperlukan untuk mencegah dan menangani dampak buruk penyebaran covid 19. Mulai dari penyelamatan, evakuasi karantina dan isolasi, pemulihan dan beberapa hal lainnya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Gunungkidul, Kelik Yuniantoro mengatakan, DIY telah menetapkan perpanjangan tanggap dsrurat, begitupula dengan Gunungkidul. Sesuai dengan intruksi, maka kemudian Pemkab Gunungkidul menerapkan kebijakan tersebut dengan melihat perkembangan situasi yang ada.

“Alhamdulillah dalam beberapa hari terakhir tidak ada penambahan terkonfirmasi positif corona. Ini akan terus kami pantau bagaimana progress ke depan,”jelas Kelik, Kamis (28/05/2020).

Saat ini pemerintah masih fokus dalam penanganan kesehatan. Di sisi lain, juga dibarengi dengan penyaluran bantuan kepada masyarakat baik bantuan bersumber dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah desa. Penyaluran ini pun juga terus dipantau, bagaimana keadaan di lapangan agar penerimaannya tepat sasaran.

Berkaitan dengan pemulihan ekonomj dan pariwisata, menurut Kelik saat ini pemerintah tengah dalam proses pengkajian skema-skema pemulihan kondisi yang sekarang dirasakan oleh semua kalangan. Namun demikian, pemerintah terus berupaya semaksimal mungkin untuk menyikapi wabah global ini.

Berita Lainnya  Cairkan BKK, Bupati Gali Lubang Sendiri

“Dengan penetapan masa tanggap darurat yang diperpanjang ini tentu semuanya harus menyesuaikan. Misalnya work from home masih tetap diberlakukan, begitu pula dengan kegiatan lainnya,” jelas dia.

Disinggung mengenai new normal, ia mengatakan jika sampaj sekarang belum ada penerapan wacana itu. Dari kabupaten sendiri masih menunggu kebijakan dari Gubernur.

“Untuk masyarakat tentu diharapkan tetap menyesuaikan kegiatan guna memutus mata penyebaran corona. Mulai dari jaga jarak, menggunakan masker, rajin cuci tangan dan sementara pembatasan kegiatan di luar rumah,” tambahnya.

Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi juga mengungkapkan hal demikian. Pihaknya meminta masyarakat untuk tetap melakukan protokol kesehatan bersama memerangi virus corona ini. Perpanjangan masa tanggap darurat ini, diharapkan semakin menggugah kesadaran masyarakat dalam segala hal, baik kesehatan maupun hal-hal lainnya.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler