fbpx
Connect with us

Sosial

Berkenalan Dengan Komunitas Polisi Alumni Perwira, Rekatkan Koordinasi Untuk Jaga Keamanan dan Kenyamanan Masyarakat

Published

on

Patuk,(pidjar.com)–Pemberantasan kejahatan memang menjadi salah satu tugas utama dari kepolisian. Menjamin kehidupan warga masyarakat agar menjadi aman dan nyaman dalam menjalankan segala aktifitasnya adalah tujuan utama. Namun tak banyak yang mengetahui bagaimana beratnya tugas tersebut harus dilakukan oleh anggota kepolisian. Dalam melaksanakan tugasnya, seperti misalnya pengungkapan kasus memang tidak bisa secara sepele dilakukan. Sebagai penegak hukum, tentu ada banyak sekali standar operasional prosedur yang harus ditaati dalam menjalankan tugasnya. Tidak boleh ada pelanggaran hukum dalam suatu penegakan hukum. Juga ada banyak hal yang harus dikorbankan oleh anggota kepolisian, termasuk kehidupan pribadi agar dapat melaksanakan tugasnya.

Atas dasar inilah kemudian berkenalan dengan para anggota komunitas alumni perwira, atau yang biasa disebut WAP 45 menjadi sangat menarik. Dari situ ada banyak hal yang dipetik, termasuk cerita-cerita mereka dalam menjalankan tugas-tugasnya yang tidak bisa dianggap enteng. Komunitas ini sendiri menjadi sangat penting lantaran dari 25 anggotanya, sebagian besar menduduki pos-pos jabatan penting di kepolisian seperti misalnya Kanit dalam berbagai satuan.

Disampaikan salah satu alumni WAP 45, Ipda Ari Widodo, pihaknya memang rutin dalam menggelar acara pertemuan antara anggota. Pertemuan dalam hal ini menurutnya sangat penting lantaran tak hanya sekedar acara silaturahmi saja, melainkan juga dalam hal koordinasi. Sebagaimana diketahui, dalam menjalankan tugas, seorang anggota kepolisian apalagi seorang perwira yang memegang komando membutuhkan koordinasi dengan wilayah lain. Dengan adanya kesolidan semacam ini, tugas bisa diselesaikan secara maksimal.

“Kita membahas kondisi masing-masing anggota dan tugas yang diemban, kadang juga sekalian ngobrol masalah kasus yang tengah dikerjakan atau diselidiki. Ke depan juga direncanakan akan banyak program yang sifatnya sosial,” kata Kanit Buser dan Pidum Satreskrim Polres Gunungkidul ini.

Kanit Opsnal Satreskrim Polres Gunungkidul itupun mengaku dalam melaksanakan tugasnya memang perlu menjalin persaudaraan dan hubungan dengan sebanyak-banyaknya anggota. Hal itu disebutnya penting lantaran kerap melakukan penyelidikan perkara yang keluar masuk daerah lain.

“Saya awali dari mempererat alumni agar pekerjaan pun terasa ringan. Ya misalnya bertanya soal kondisi daerah juga sebagai penghubung jaringan dari temen ke teman,” ungkap dia.

Ungkapan senada disampaikan alumni WAP 45 lain, Ipda Mahmet Ali Bahonar. Dia pun merasakan hal sama seperti yang diungkapkan oleh Ipda Ari. Kerjasama antar perwira dianggapnya begitu penting dalam menangani sebuah perkara. Terlebih sekarang memiliki grup medsos alumni, sehingga dapat lebih berguna dalam mengabarkan informasi tak hanya di Gunungkidul saja, melainkan di seluruh Indonesia. Dari situ ia banyak belajar dan nantinya bisa diterapkan saat bertugas sehar-hari.

“Mudah mudahan kegiatan alumni ini terus rutin terlaksana. Untuk lokasinya juga berpindah-pindah. Tidak melulu di Gunungkidul,” jelas dia.

Dikatakan lebih jauh oleh Ipda Mahmet, alumni WAP 45 rata rata mengemban jabatan sebagai kanit di semua fungsi. Entah Reskrim, Lalulintas, Sabhara, intelijen maupun lainnya. Pertemuan itupun sudah dilakukannya sebanyak 4 kali. Selain diiringi hiburan, juga saling merenung dan berdoa agar dalam setiap mengemban tugasnya diberi kelancaran.

Ia mengakui bahwa tugas menjadi anggota kepolisian memang membutuhkan banyak pengorbanan. Dalam hal ini, banyak kehidupan pribadi yang harus dikorbankan untuk melaksanakan tugas.

“Tidak apa-apa yang penting masyarakat bisa aman dan nyaman dalam menjalankan tugasnya,” tutup dia.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler