fbpx
Connect with us

Info Ringan

Menjelajah Rasa Sate Klathak Pak Bari di Malam Hari

Diterbitkan

pada tanggal

Jogja,(pidjar.com)–Nama sate asal Bantul tersebut adalah Sate Klatak. Di sepanjang jalan tepatnya di Jalan Imogiri Timur, Anda akan menjumpai banyak warung-warung di pinggir jalan yang menyajikan menu sate klatak. Namun, salah satu yang patut Anda coba adalah Sate Klatak Pak Bari. Sate pak Bari yang terletak di Pasar Jejeran, Wonokromo, Pleret, Bantul ini sangat legendaris. Dapat dikatakan sebagai cikal bakal sate klatak di Imogiri Bantul. Tak hanya warga Bantul, orang-orang dari luar daerah pun menjadi langganan tetap sate pak Bari. Bahkan, artis-artis nasional, budayawan, seniman sampai pejabat sering datang untuk menikmati sate klatak pak Bari.

Biasanya, sate daging kambing disajikan dengan bumbu lengkap dan menggunakan kecap. Namun, ternyata ada satu lagi sajian unik dari daging kambing dengan bumbu yang sangat minimalis. Bumbunya pun hanya garam, namun tetap nikmat untuk disantap. Rasa asal daging pun tidak hilang.

Dalam pembakaran, sate Pak Bari menggunakan jeruji dari besi sebagai tusuk satenya karena ternyata, jeruji besi mampu menghantarkan panas dengan sempurna. Daging menjadi matang hingga ke dalam dan bumbu minimalis, yang hanya garam, dapat meresap sempurna sehingga menonjolkan citarasa daging kambing yang gurih dan empuk. Kambingnya tidak boleh asal pilih, muda antara umur 8 bulan sampai 9 bulan. Harus gemuk, karena yang gemuk tidak banyak berotot. Saat dibakar terdengar bunyi “thak..thak…thak….”.

“Saya suka rasa dan teksturnya. Dagingnya tidak alot dan rasanya pun pas,” ucap Luna (31) yang saat itu tengah menyantap sate klathak.

Meskipun sate klathak menjadi primadonanya, warung sate klathak Pak Bari juga menyediakan hidangan olahan daging kambing lainya. Sebut saja, sate kambing, tongseng, gulai, dan thengkleng. Untuk minuman, Pak Bari menawarkan teh nasgitel, teh dan jeruk baik es maupun panas, dan wedhang uwuh. Per porsi sangat terjangkau. Untuk dua tusuk sate klathak hanya Rp.20.000,- rupiah saja. Begitu pula dengan menu lain. Sangat layak dengan rasa.

Berita Lainnya  Tujuh Kuliner Ekstrim Dari Indonesia

Jika Anda ingin mencicipi sate legendaris tersebut, Anda bisa menggunakan kendaraan pribadi untuk menjangkau warung sate ini dikarenakan akses jalannya yang mudah dan sudah bagus. Dari arah kota, berjarak sekitar 30km, anda bisa mengarahkan kendaraan menuju ke selatan, ke Jalan Imogiri Timur. Lepas dari ringroad, di Jalan Imogiri Barat pada lampu merah pertama (lampu merah perempatan Jejeran) anda masih lurus sekitar lima puluh meter. Terdapat jalan kecil ke arah timur (sebelah kiri) setelah kantor pos. Ikuti jalan tersebut dan warung sate Pak Bari tepat berada di sebelah kanan anda. Karena lokasinya berada di dalam Pasar Wonokromo, anda bisa cukup mudah untuk menemukannya.

Berita Lainnya  Lima Film yang Tayang di Bioskop Saat Lebaran 2019

Iklan
Klik untuk Komentar
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler