Pemerintahan
Menunggu Penerapan Sistem Nyamuk Wolbachia di Gunungkidul, Cegah Tularkan DBD ke Manusia
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Sejak beberapa waktu terakhir, sejumlah peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan sistem nyamuk wolbachia untuk melakukan pencegahan dan pengendalian infeksi penyakit demam berdarah dengue (DBD). Wolbachia merupakan bakteri di dalam tubuh serangga yang salah satunya ada pada nyamuk. Bakteri ini akan melumpuhkan virus dengue pada nyamuk aedes aegypti sehingga kemudian tidak bisa menularkan ke manusia.
Kabupaten yang telah memanfaatkan metode ini adalah Kabupaten Sleman. Di mana berdasarkan penelitian yang dilakukan, nyamuk ber wolbachia mampu menurunkan 50 persen hingga 77 persen kasus DBD di daerah endemik.
Dalam kurun beberapa waktu terakhir pihak UGM menyebarkan nyamuk ber walbachia di 12 Kecamatan di Yogyakarta yang menjadi daerah endemik DBD. Hasilnya cukup mengejutkan, kasus demam berdarah di kawasan tersebut menurun drastis.
Inovasi yang dikembangkan ini diharapkan bisa berkontribusi dalam pencapaian target pengurangan kematian dan kesakitan karena demam berdarah tersebut. Hingga saat ini, sudah ada beberapa negara yang mengembangkan hal tersebut seperti di Indonesia, India, Srilanka, Vietnam, Brazil dan lainnya.
“Di Gunungkidul belum ada yang mengembangkan. Itu adalah kegiatan dari UGM,” terang Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Gunungkidul, Sumitro, Sabtu (25/09/2021).

Disinggung mengenai kemungkinan Gunungkidul mengembangkan hal serupa, Sumitro mengungkapkan jika perlu adanya pelatihan dan belajar lebih lagi terkait dengan teknologi serta skema pembiayaannya. Namun melihat hasil yang sangat positif tersebut, bukan tidak mungkin Gunungkidul akan segera menerapkan metode ini dalam waktu dekat jika dirasa sudah siap.
“Kita memang masih perlu belajar lagi,” imbuhnya.
Kasus demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit rendemic yang terjadi di suatu daerah. Pada musim penghujan atau musim pancaroba, kasus demam berdarah selalu meningkat tajam. Bahkan, bisa menjadi momok tersendiri karena bisa merenggut nyawa seseorang. Hal ini menjadi perhatian pemerintah serta pihak lain untuk melakukan penanganan serius.
Merujuk pada data Dinas Kesehatan, kasus demam berdarah pada periode Januari sampai Agustus 2021 ini ada kasus demam berdarah, namun jumlahnya termasuk landai. Di mana 8 bulan kemarin hanya ada 44 kasus dengan rincian 14 kasus di bulan Januari serta Maret 10 kasus.
Sementara pada bulan Juli dan Agustus kemarin sama sekali tidak ada kasus DBD yang terlaporkan ke pemerintah. Selama periode tersebut, juga tidak ada pasien DBD yang meninggal dunia. Dari Dinas Kesehatan sendiri terus melakukan pemantauan terhadap rumah sakit yang menangani kasus ini.
Menjelang musim penghujan seperti ini, warga dihimbau untuk waspada terhadap serangan DBD. Langkah antisipasi seperti meningkatkan kewaspadaan dengan menerapkan pola hidup sehat, menjaga kebersihan lingkungan dan lain sebagainya.
Di samping melakukan pencegahan secara dini, masyarakat diminta untuk menerapkan progran Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan begitu diharapkan temuan DBD dapat semakin ditekan.
“Sudah harus mulai melakukan langkah antisipasi agar tidak terserang demam berdarah,” kata dia.
-
Uncategorized2 minggu yang laluMantan Kepala Benarkan Alat-alat Musik Studio SKB Gunungkidul Berada di Rumahnya, Sebut Untuk Kursus Musisi Muda Kawasan Selatan
-
Uncategorized2 hari yang laluGeger Pagi di Ponjong, Perempuan Muda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Coklat
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Berhasil Saat Diminta Perbaiki Listrik, Dimas Dikeroyok Secara Brutal, Dari Diinjak Hingga Dihantam Senter
-
Sosial4 minggu yang laluKisruh Tunggakan Capai 85 Juta Dalam Dua Tahun Terakhir, Penyetoran Pembayaran PBB-P2 di Kalurahan Sawahan “Bocor”?
-
Peristiwa1 hari yang laluJenazah Korban Gantung Diri Diotopsi, Kemungkinan Korban Pembunuhan?
-
Uncategorized7 hari yang laluPilur Kelor Memanas, Lurah Petahana Dituding Curi Start Numpang Program
-
Uncategorized1 minggu yang laluDelapan Dapur SPPG di Gunungkidul Tak Kunjung Beroperasi, Dari Persoalan IPAL Hingga Izin BGN
-
Uncategorized4 hari yang laluNikung Terlalu Melebar, Mahasiswi Tewas Usai Hantam Motor
-
Uncategorized3 minggu yang laluStudio Musik dan Rekaman SKB Gunungkidul Kini Lumpuh Total Gegara Alat Hingga Sound Dibawa Pulang Mantan Pejabat
-
Uncategorized4 minggu yang laluSuhu Terendah di Gunungkidul Capai 19 Celcius
-
Uncategorized3 minggu yang laluTragis, Wanita Muda Ditemukan Gantung Diri di Kamarnya
-
Uncategorized3 minggu yang laluDua Kasus Gantung Diri Terjadi dalam Sehari di Gunungkidul, Lansia Pria dan Perempuan Ditemukan Meninggal
