Politik
Minimnya Calon Lurah Perempuan Dalam Pilur Serentak, Hanya 10% Dari Jumlah Pendaftar
Wonosari, (pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Tahapan pendaftaran Pemilihan Lurah (Pilur) serentak di Gunungkidul telah ditutup pada 9 September 2021 lalu. Antusias masyarakat peserta Pilur yang akan diselenggarakan di 58 kalurahan sendiri cukup tinggi. Namun di balik banyaknya pendaftar yang akan berkontestasi dal Pilur ini, terdapat catatan perihal minimnya partisipasi perempuan. Calon pemimpin perempuan yang mendaftar bahkan hanya mencapai 10 % dari total jumlah pendaftar. Bahkan di sejumlah wilayah, calon perempuan yang mendaftarkan diri ini merupakan istri-istri dari lurah incumbent.
Kepala Bidang Pemerintahan Desa, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat Desa (DP3AKBPMD) Gunungkidul, M Farhan, menuturkan, berdasarkan data yang ia peroleh, terdapat perbandingan yang sangat jomplang antara partisipasi laki-laki dan perempuan dalam kontestasi Pilur serentak tahun 2021 ini. Dari total pendaftar sejulmah 169 orang, pendaftar perempuan yang ikut hanya 18 orang.
“Jumlah perempuan hanya ada 18 orang yang mendaftar. Untuk penetapan calon lurah sendiri masih 16 Oktober 2021 mendatang,” ucap Farkhan, Selasa (14/09/2021) siang.
Sementara itu, Peneliti dari Mindset Institute, lembaga penelitian di bidang demokrasi, kesejahteraan, dan toleransi; Heronimus Heron, mengungkapkan minimnya partisipasi perempuan bisa dilihat dari beberapa faktor. Misalnya belum adanya ruang diskursif yang intesif bagi perempuan yang menyebabkan kehendak politis perempuan terhambat.
“Menurut saya, ruang diskursif ini perlu diciptakan. Di ruang inilah perempuan membicarakan persoalan-persoalan yang mereka alami, hadapi dan ingin diperbaiki,” ungkap Heron.
Selain itu, faktor lainnya yang kemungkinan menjadi kurangnya partisipasi perempuan ialah minimnya support system keluarga. Support system ini menjadi penting untuk memastikan perempuan mendapat dukungan keluarga. Misalnya berbagi beban di rumah maupun yang lainnya. Lebih lanjut, Heron dalam banyak kasus, pihaknya banyak menemukan perempuan yang merasa dirinya tidak siap maju dalam kontestasi. Ketidaksiapan perempuan seringkali diakibatkan oleh pertimbangan personal dan domestik.
“Support system keluarga dan ruang diskursif perempuan diharapkan bisa mengatasi faktor ini,” sambungnya.
Menurutnya, perempuan penting dalam mengisi ruang-ruang kontestasi publik. Perempuan juga penting mengisi jabatan politik seperti lurah karena merekalah yang paling mengetahui dan memahami kebutuhan perempuan yang perlu didukung oleh kebijakan politik lurah.
“20 tahun pasca dikeluarkannya Instruksi Presiden Gus Dur No. 9 Tahun 2000 tentang pengarusutamaan Dalam Pembangunan Nasional masih menyisakan persoalan mendasar, yaitu masih minimnya ruang politis perempuan,” papar dia.
Minimnya partisipasi perempuan di ruang politik akan berdampak pada perempuan dan masyarakat, karena perempuan paling memahami kebutuhan keluarga dan masyarakat, misalnya perlunya dukungan kebijakan lurah bagi akses kesehatan bagi masyarakat.
“Dalam kasus Gunungkidul, air masih menjadi problem masyarakat, dan perempuan sangat dekat dengan air. Sense of crisis perempuan terhadap air membuat mereka bisa membuat kebijakan yang tanggap terhadap krisis air,” tutupnya.
-
Uncategorized2 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized3 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya2 minggu yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Uncategorized2 minggu yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Uncategorized1 minggu yang laluDiduga Bermuatan Solar Ilegal, Truk Tangki Berkapasitas Ribuan Liter Diamankan Polisi
-
Uncategorized1 minggu yang laluManajer KDKMP Sudah Ditempatkan di Gunungkidul, Beberapa Kalurahan Belum Punya Gerai
-
Sosial3 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized4 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Uncategorized2 minggu yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized2 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized2 minggu yang laluSerangan Binatang Liar Ancam Ternak di Wilayah Selatan Gunungkidul, Warga Diminta Waspada
