fbpx
Connect with us

Pendidikan

Mulai Senin, Sekolah di Gunungkidul Mulai Terapkan PTM 100%

Diterbitkan

pada

Wonosari, (pidjar.com)–Suasana lebaran pada tahun 2022 ini memang sangat terasa. Mobilitas masyarakat begitu terasa dalam masa liburan kali ini setelah dalam 2 lebaran tahun sebelumnya relatif sepi lantaran terjangan pandemi. Kegiatan silaturahmi hingga berwisata membuat jalur-jelur di Gunungkidul padat hingga bahkan mengalami kemacetan panjang.

Pemerintah sendiri terus mengantisipasi potensi adanya peningkatan kasus penularan covid19 pasca libur lebaran kali ini. Saat ini, kondisi penularan sendiri telah mengalami penurunan yang signifikan pasca peningkatan kasus varian Omicron pada medio Februari hingga Maret 2022.

Merujuk pada data Dinas Kesehatan Gunungkidul, hingga Sabtu (07/05/2022) ini, tinggal tersisa 9 kasus aktif di Gunungkidul. Pada hari ini, hanya ada penambahan 1 kasus aktif di Gunungkidul.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawati memaparkan, sejumlah Kapanewon telah menorehkan 0 kasus covid19. Saat ini, kasus tertinggi hanya ada di Kapanewon Patuk dan Playen di mana terdapat 2 kasus aktif. Sementara untuk Kapanewon Karangmojo, Saptosari, Semanu, Tepus dan Wonosari hanya mencatatkan 1 kasus aktif.

“Untuk yang lainnya sudah nihil,” beber Dewi, Sabtu siang.

Ditambahkannya, kekhawatiran perihal adanya penularan pasca libur lebaran sendiri memang tetap ada. Meski begitu, pihaknya telah mempersiapkan sejumlah langkah antisipasi. Diantaranya adalah dengan menggenjot vaksin booster. Saat ini, layanan untuk vaksin booster sendiri telah ada di seluruh Puskesmas. Warga masyarakat menurut Dewi tinggal datang ke Puskesmas untuk mendapatkan layanan ini.

Berita Lainnya  Pengumuman di Tengah Pandemi, Siswa SMA/SMK di Gunungkidul Lulus 100%

“Semoga saja tidak sampai ada peningkatan kasus yang signifikan,” lanjutnya.

Menjelang habisnya masa libur lebaran tahun ini, satuan pendidikan juga mulai bersiap menyambut terlaksananya kembali pembelajaran tatap muka. Salah satu hal yang patut diwaspadai dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka kembali ialah potensi adanya penularan pasca libur lebaran di lingkungan sekolah.

Sekretaris Dinas Pendidikan Gunungkidul, Winarno, menyampaikan jika banyaknya pelaku perjalanan yang datang ke Gunungkidul menjadi perhatian tersendiri dalam rangka menekan lonjakan pasca libur lebaran di lingkungan sekolah. Terlebih, saat libur lebaran aktivitas yang bersinggungan dengan orang lain sangatlah tinggi. Ia menambahkan, jika seluruh sekolah dibawah naungan Dinas Pendidikan akan mulai melaksanakan 100% pembelajaran tatap muka kembali pada Senin (09/05/2022) mendatang.

“Ya, semua sekolah akan melaksanakan pembelajaran tatap muka 100% ketika sudah masuk,” ucapnya.

Ia menjelaskan, jika dalam upaya mencegah adanya kasus konfirmasi covid19 di lingkungan sekolah perlu adanya screening awal untuk memastikan kesehatan siswa ataupun tenaga pendidik. Proses screening potensi penularan covid19 pun telah diserahkan kepada masing-masing sekolah sesuai dengan kebutuhannya.

Berita Lainnya  Di Balik Tingginya Konsumsi Lele Daerah, Gunungkidul Masih Jadi Penonton Setia

“Pada waktu masuk sekolah screening diserahkan ke sekolah untuk mengambil keputusan sesuai instruksi Bupati Gunungkidul,” imbuhnya.

Ia berharap, setiap sekolah dapat bekerjasama dengan fasilitas kesehatan di masing-masing wilayahnya ketika nantinya ada kasus yang muncul sehingga dapat dengan cepat tertangani. Tak berbeda dengan penanganan sebelumnya, menurutnya ketika ada kasus yang muncul tentu agar pembelajaran dihentikan sementara hingga kondisinya memungkinkan untuk menggelar pembelajaran tatap muka kembali.

“Penanganan seperti sebelumnya, kalau ada yang terinfeksi agar isoman dulu dan kalau aman bisa pembelajaran 100%,” tutupnya.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler