fbpx
Connect with us

Kriminal

Ngaku Gabut Sekolah Libur, 7 Bocah Keliling Rusak Puluhan Bendera Merah Putih

Published

on

Wonosari, (pidjar.com)–Sabtu (14/08/2021) siang tadi, jajaran Polsek Wonosari memeriksa tujuh anak-anak yang masih berusia belasan tahun asal Kapanewon Wonosari terkait perusakan bendera Merah Putih dan umbul-umbul perayaan hari kemerdekaan. Ketujuh anak-anak tersebut dibekuk oleh warga yang resah lantaran para pelaku telah beraksi sejak 3 hari terakhir. Puluhan bendera maupun umbul-umbul yang dipasang oleh warga di sejumlah titik dicabuti oleh mereka. Kepada polisi, para pelaku mengaku iseng melakukan perbuatan tersebut lantaran tidak memiliki kegiatan selama belajar di rumah.

Iptu Sofyan Susanto, Kanit Reskrim Polsek Wonosari, menjelaskan jika ketujuh anak-anak tersebut telah melakukan perbuatan tersebut selama tiga hari berturut-turut mulai tanggal 11 Agustus lalu hingga 13 Agustus 2021 di tiga lokasi yang berbeda. Pengrusakan tersebut menyasar bendera merah putih dan umbul-umbul yang terpasang di sepanjang pinggiran jalan. Modusnya, para pelaku dengan berboncengan menggunakan sepeda motor menarik bendera maupun umbul-umbul di sepanjang jalan yang dilewatinya hingga terlepas dari tiangnya.

“Ada beberapa lokasi yang disasar, seperti di Kajar, Karangtengah, Kapanewon Wonosari dan terakhir di Grogol, Bejiharjo, Karangmojo,” jelas Sofyan, Sabtu (15/08/2021) petang.

Menurut Sofyan, pelaku sendiri bibekuk warga saat melakukan aksinya. Warga setempat yang resah dan jengkel melihat bendera maupun umbul-umbul yang rusak kemudian melakukan penelusuran mencari pelaku pengrusakan. Hasilnya, salah satu pelaku pengrusakan berhasil diketahui dan ditangkap saat beraksi yang kemudian saat dikembangkan, diketahui jika perbuatan tersebut dilakukan secara berkelompok. Para pelaku yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar tersebut dibawa ke Kantor Polsek Wonosari untuk dimintai penjelasan dan motif perbuatannya.

“Sementara motif karena iseng dan dilakukan secara spontan. Kami bawa juga empat umbul-umbul dan satu bendera merah putih yang sempat dirusak oleh pelaku,” sambungnya.

Dalam pemeriksaan, kepolisian tidak menemukan indikasi jika anak-anak tersebut mengkonsumsi miras ataupun alkohol. Setelah mendapat keterangan, polisi memutuskan untuk memberikan pendampingan dan pengawasan terhadap anak-tersebut yang kemudian akan diserahkan kembali ke orangtuanya.

“Kami menghimbau agar para orang tua senantiasa mengawasi pergaulan anaknya supaya tidak salah pergaulan yang menjerumus ke tindak kriminal,” ucap Sofyan.

Pejabat Sementara Kapolsek Karangmojo, AKP Surahyo, menambahkan, jika pada Sabtu (14/08/2021) pagi, ia mendapat laporan jika di beberapa padukuhan di Kalurahan Bejiharjo terdapat beberapa bendera merah putih dan umbul-umbul yang sengaja dirusak oleh orang tak dikenal.

“Bendera merah putih dan umbul-umbul banyak dicopot di Dusun Grogol 4, 5, dan 6, jumlahnya sebanyak 65 tiang. Dapat laporannya pagi, kemungkinan dilakukan saat malam hari,” ujar Surahyo.

Sementara itu, salah seorang warga Padukuhan Grogol IV, Kalurahan Bejiharjo, Kapanewon Karangmojo, Imam Nur Arifin menceritakan, pada Sabtu dinihari, ia yang baru akan pulang usai meronda mendapatkan laporan perihal adanya perusakan umbul-umbul dan bendera yang terjadi di wilayahnya. Ia bersama sejumlah warga lalu melakukan penelusuran untuk mencari pelaku perusakan. Ia sempat menemukan sejumlah anak muda yang nongkrong di lapangan Grogol I. Namun saat dimintai keterangan, para pemuda tersebut justru juga tengah mengejar pelaku perusakan bendera.

“Pencarian kami malam itu tak membuahkan hasil,” papar dia.

Pagi harinya, ia akhirnya mendapatkan identitas salah seorang pelaku perusakan. Kebetulan, tak berapa lama, rombongan anak-anak tersebut juga melintas. Warga langsung melakukan pengejaran dan berhasil menangkap mereka. Mereka lantas diinterogerasi dan akhirnya mengakui perbuatannya. Guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan di tengah kegeraman warga, sejumlah orang lantas membawa para pelaku ke Polsek Wonosari.

“Saat diperiksa oleh kami, ngakunya gabut tidak ada kegiatan sehingga kemudian merusak bendera,” tutur Imam. (Roni)

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler