fbpx
Connect with us

Peristiwa

Ngamuk Bawa Parang di Rumah Mertua, Pria Nyaris Dimassa Warga

Diterbitkan

pada tanggal

Paliyan,(pidjar.com)–Warga Padukuhan Pengos, Desa Giring, Kecamatan Paliyan dibuat gempar denga ulah Bag, warga Padukuhan Wuluh, Desa Planjan, Kecamatan Saptosari pada Senin (06/01/2020) malam tadi. Pasalnya, Bag tiba-tiba mengamuk dan mengancam istrinya serta keluarga. Aksi Bag sendiri membawa ketakutan bagi sejumlah orang lantaran ia sempat membawa parang. Beuntung aksi tersebut berhasil diredam oleh warga sekitar. Namun Bag berhasil melarikan diri ke tengah hutan. Warga yang geram pun berusaha melakukan pencarian untuk menangkap Bag.

Informasi yang berhasil dihimpun, Bag, pria yang berpawakan tanggung dengan kulit gelap tersebut datang ke rumah mertuanya dimana saat itu istrinya, Apri Puji Astuti (23) berada di sana sekitar pukul 18.30 WIB. Saat itu, Bag langsung memanggil Apri yang berada di dalam kamar.

Namun Apri enggan untuk menemui Bag lantaran saat ini mereka sudah dalam proses perceraian. Berulang kali Bag memanggil Apri dan akhirnya Apri pun keluar.

Saat setelah keluar keduanya pun cekcok dengan alasan Apri disebut Bag kerap mencari masalah. Bag kemudian mengeluarkan golok yang ia simpan di belakang punggungnya.

Berita Lainnya  Sapi Mati Mendadak Kembali Ditemukan di Karangmojo, Dinas Kirim Sampel ke Laboratorium

Melihat kejadian itu, orang tua Apri langsung menghadang Bag untuk melindungi Apri. Saat itu juga, Bag mengancam akan membunuh seisi rumah lantaran dirinya merasa kesal.

Berhasil ditenangkan, Bag kemudian kembali menyimpan goloknya itu di belakang punggung. Namun Bag menyeret istrinya dan menghantamkan kepala Bag ke kepala istrinya hingga terjatuh.

Melihat kejadian itu, orang tua Apri langsung berteriak meminta pertolongan. Bag yang panik lantaran teriakan tersebut berusaha kabur namun berhasil dicegah oleh orang tua Bag.

Warga sekitar yang geram dengan ulah Bag kemudian mendatangi lokasi kejadian. Salah seorang warga, Pardi (49) langsung merebut parang yang dibawa pelaku. Ia bersama beberapa warga lain mengamankan Bag, namun kemudian Bag berhasil melarikan diri dengan berlari.

“Dia berlari ke arah timur, menuju ladang perbukitan,” kata Pardi, Selasa (07/01/2020).

Seketika pula, Pardi langsung menghubungi tokoh masyarakat serta perangkat desa setempat. Tak selang lama warga pun berkumpul dan menybar mencari keberadaan Bag. Namun hingga pukul 22.00 WIB, Bag tidak berhasil ditemukan.

Berita Lainnya  Cegah Gesekan di Masyarakat, TNI Bina Sejumlah Ormas

“Kejadian ini sudah berulang kali terjadi. Dan warga sudah tidak bisa lagi kalau setiap datang ke sini ada percekcokan dan mengancam jiwa warga,” ungkap dia.

Sementara itu, Dukuh Pengos, Ratno Bayu mengatakan, Apri memang sebelumnya merupakan warga Pengos. Namun setelah menikah, ia ikut suaminya (Bag) berdomisili di Padukuhan Wuluh.

“(Apri) Pulang ke Pengos itu ke rumah orang tuanya. Karena mereka sudah pisah ranjang,” kata Ratno.

Ia mengatakan, pihak keluarga Apri berniat untuk melaporkan kejadian tersebut secara resmi kepada pihak kepolisian. Dirinya khawatir jika hal tersebut tidak dilakukan maka akan membahayakan jiwa warganya di kemudian hari.

“Semalam ada petugas dari Polsek Paliyan dan berembuk rencananya hari ini akan lapor,” pungkas dia.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler