Peristiwa
Nunggu Sahur Sambil Balap Liar, Sekelompok Pemuda Dibubarkan Polisi
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Aksi balap liar yang dilakukan oleh sekelompok pemuda saat menjelang dan sesudah sahur di Jalan umum Desa Wareng, Kecamatan Wonosari sudah sangat meresahkan warga. Di minggu pertama bulan puasa ini nampaknya jalur mulus yang belum lama diperbaiki itu kembali menjadi titik kumpul puluhan bahkan ratusan pemuda untuk melakukan balap liar. Layaknya yang terjadi pada Minggu (12/05/2019) dini hari tadi, puluhan pemuda yang tengah asyik nongkrong dan beberapa lainnya bersiap melakukan aksi meresahkan itu dibubarkan paksa oleh anggota kepolisian.
Kasubbag Humas Polres Gunungkidul, Iptu Enny menerangkan, Minggu dini hari tadi pihaknya mendapatkan laporan dari warga perihal adanya aktifitas balap liar. Puluhan pemuda yang berkumpul di jalan umum Desa Wareng tepatnya di sekitar lapangan Wareng dan suara sepeda motor dan obrolan-obrolan terdengar jelas dari pemukiman warga mengganggu warga yang kebetulan tengah mempersiapkan santap sahur terganggu. Menindaklanjuti laporan tersebut, polisi lalu menerjunkan anggota untuk melakukan pengecekan.
Alhasil kedatangan polisi tersebut sempat membuat kalang kabut para pemuda. Sejumlah orang langsung kabur saat melihat lampu sirine polisi meraung dari kejauhan. Sejumlah lain diantaranya yang tak sempat melarikan diri hanya bisa bertahan di sekitar lokasi.
Menurut Enny, dalam operasi kali ini, pihaknya masih bersikap persuasif. Polisi hanya sebatas melakukan pendataan terkait kelengkapan kendaraan.
“Sementara ini tidak ada kendaraan yang terdata atau diamankan. Hanya kami lihat kelengkapan kendaraan,” kata Iptu Enny, Minggu siang.

Puluhan pemuda yang masih berada di lokasi kemudian dihimbau oleh petugas kepolisian untuk tidak melakukan aksi balap liar. Pasalnya kegiatan semacam ini sangatlah mengganggu ketenangan dan meresahkan warga. Tidak menutup kemungkinan tindakan ini sangat berbahaya bagi diri sendiri maupun orang lain lantaran dapat memicu terjadinya kecelakaan. Bahkan juga dalam berbagai kesempatan, tak jarang aksi balap liar memicu gesekan atau keributan antar kelompok.
“Anggota datang langsung cek kelengkapan dan sedikit himbauan kemudian dibubarkan. Syukur tidak ada perlawanan dari anak-anak yang ada di lokasi,” imbuh dia.
Tidak menutup kemungkinan, jika hal serupa kembali dilakukan oleh para pemuda dengan dalih untuk mengisi waktu setelah makan sahur dengan aksi balap liar, petugas akan mengambil langkah tegas dengan mengangkut kendaraan bermotor yang digunakan sebagai media balap liar. Ataupun orang yang melakukan kegiatan tersebut juga dapat diangkut dan disanksi oleh petugas kepolisian.
“Ini sebagai upaya kami dalam meningkatkan keamanan. Terlebih ini bulan puasa jangan sampai lah ada keributan-keributan yang meresahkan dan merugikan,” ujarnya.
Sebagaimana diketahui jalur utama Desa Wareng tersebut memang seringkali digunakan anak-anak dan pemuda untuk melakukan balap liar, sebenarnya tidak hanya di bulan puasa melainkan hari biasa hal yang sama juga dilakukan. Petugas kepolisian pun sering melakukan patroli disekitar jalan tersebut guna mengantisipasi adanya keributan atau kegiatan yang meresahkan warga.
Berkaca pada beberapa kejadian pada bulan dan tahun-tahun sebelumnya yang tingkat kerawanan tinggi yakni jalur Rongkop, Ngingrong, Semanu dan beberapa lainnya. Beberapa waktu lalu, kepolisian juga meningkatkan patroli di zona utara khususnya jalur Gading-Ngalang yang baru saja dibangun dan jalurnya cukup mulus.
Sebelumnya, Kasat Lantas Polres Gunungkidul, AKP Mega Tetuko juga telah mulai melakukan pemetaan beberapa kawasan atau jalur yang rawan digunakan untuk melakukan balapan liar. Saat ini yang perlu diawasi adalah jalur-jalur baru yang luas dan lebar. Misalnya jalan jalur lintas selatan (JJLS), serta jalan-jalan lain yang seringkali digunakan untuk melakukan hal semacam ini.
“Sebab telah menjadi tradisi jika waktu-waktu tertentu sebelum dan sesudah sahur maupun jam menunggu buka puasa sering digunakan anak-anak muda untuk melakukan kegiatan semacam ini. Untuk antisipasinya sendiri kita giatkan patroli di jam rawan, baik dari anggota di Polres maupun Polsek,” urai Mega Tetuko.
-
Info Ringan1 minggu yang laluResep Lamian Kuah Daging Sapi
-
Peristiwa3 hari yang laluTragis, Pelajar SMP di Semanu Ditemukan Meninggal G4ntung D1r1 di Pohon Jambu Mete
-
Info Ringan3 hari yang laluResep Soto Tangkar
-
Uncategorized2 minggu yang laluLomba Rebahan Pertama di Indonesia Digelar di JCM, Siapkan Hadiah Rp5 Juta
-
Budaya4 minggu yang laluWujudkan Kedaulatan Budaya, Kampung Gambiran Yogyakarta Semai Biji Pohon Gambir
-
Uncategorized4 minggu yang laluMotor Pelajar Raib Saat Jam Sekolah, Polisi Bekuk Pelaku di Alun-Alun Wonosari
-
Uncategorized4 minggu yang laluPerkuat Transformasi Birokrasi di Era Pemerintahan Digital, Diskominfo Luncurkan Inovasi Sadulur
-
Peristiwa4 minggu yang laluLansia di Rongkop Ditemukan Tewas Gantung Diri di Dalam Rumah
-
Uncategorized4 minggu yang laluMuncul Titik-titik Amblasan Baru, BPBD Gunungkidul Gandeng Universitas Diponegoro Teliti Struktur Tanah di Tileng
-
Pemerintahan3 minggu yang laluAntisipasi Kasus Kekerasan Layaknya di Kota Yogyakarta, Pemkab Gunungkidul Perketat Pengawasan di Daycare
-
Uncategorized2 minggu yang laluSewindu Mengabdi untuk Pendidikan, SMA Muhammadiyah Al Mujahidin Catatkan 1.000 Prestasi
-
Uncategorized2 minggu yang laluProses Hukum Kasus Pencurian di Pantai Drini Berlanjut, Begini Penjelasan Polisi
