Connect with us

Pemerintahan

Pabrik Besar Mulai Dibangun di Semin, Ribuan Tenaga Kerja Bakal Terserap

Diterbitkan

pada

Semin,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Berkembangnya kabupaten Gunungkidul selama beberapa tahun belakangan ini tentu menjadi salah satu potensi dalam menggaet investor masuk dan menanamkan sahamnya di Gunungkidul. Sebuah hal yang menjadi harapan semua warga Gunungkidul mengingat terbatasnya lapangan kerja yang ada selama ini.

PT Wonnel Midas Leathers, merupakan salah satu perusahaan besar yang menanamkan investasi di Gunungkidul. Perusahaan ini sendiri bukan main-main lantaran telah berlevel internasional.

Perusahaan yang berkecimpung di pembuatan sarung tangan ini diklaim menjadi perusahaan yang cukup besar dalam menanamkan investasinya di Gunungkidul. Dana senilai 60 miliar telah ditanamkan di bumi Handayani. Tidak hanya terbesar dalam konteks investasinya saja, melainkan perusahaan ini juga merupakan salah satu pelaku usaha yang merampungkan pengurusan segala macam perizinan dalam waktu yang cukup singkat.

Sekitar 3 bulan lamanya, perusahaan ini berhasil mengantongi izin mulai dari tata ruang, izin lingkungan hingga izin mendirikan bangunan. Dari pemerintah daerah pun memberikan apresiasi kepada pihak PT Wonnel Midas Leathers, lantaran telah menyelesaikan persyaratan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Kamis (27/09/2018) siang tadi, telah dilangsungkan peletakan batu pertama proses penggarapan bangunan pabrik oleh Bupati beserta pejabat penting lainnya. Diperkirakan, pabrik ini akan mulai beroperasi pada awal tahun 2019 mendatang.

Berita Lainnya  Surat Edaran Kementrian Agama, Tarawih Hingga Sholat Ied Berjamaah Diminta Sementara Ditiadakan

Pemilik PT Woneel Midas, Dong Chul Kim menyatakan, pihaknya sangat berkomitmen dalam memberikan lapangan pekerjaan kepada warga lokal. Sebanyak seribu lebih formasi pekerjaan akan dibuka dalam waktu dekat ini yang bisa dimanfaatkan masyarakat Gunungkidul untuk mendapatkan pekerjaan. Namun sebelumnya untuk tahap awal, perusahaan akan memberikan pembekalan pada 500 pekerja terlebih dahulu.

“Ada sekitar sekitar 1500 tenaga kerja yang dibutuhkan. Tahap awal 500 akan kami coba, kemudian di awal tahun pada bulan April kembali kami buka karena direncanakan sudah mulai beroperasi,” kata pria berkebangsaan Korea Selatan ini.

Namun demikian, pihaknya juga tidak memungkiri jika nantinya tidak semua tenaga kerja akan berasal dari warga lokal. Ada sebagian kecil, terutama pada tenaga teknis yang ahli dibawa dari Korea Selatan. Pasalnya standar kualitas sangatlah dijaga oleh perusahaannya. Sehingga nantinya hasil produksi mereka tidak hanya bersaing di pasar nasional melainkan juga internasional.

Gunungkidul sendiri sengaja dipilih menjadi lokasi pabrik lantaran beberapa pertimbangan. Diantaranya adalah secara ekonomi dan infrastruktur, Gunungkidul sudah cukup baik. Selain itu juga karena upah tenaga kerja yang relative murah sehingga pihaknya bisa menekan ongkos produksi.

Berita Lainnya  Dirjen Kemendikbud: Omong Kosong Pengembangan Pariwisata Tanpa Kebudayaan

“Kami pilih Gunungkidul karena UMR sini masih terbilang murah, etos kerjanya juga sangat tinggi. Dibandingkan dengan daerah lain yang mencapai 3,5 juta. Tentu perbandingannya sangatlah tinggi,” tambah dia.

Bupati Gunungkidul bersama pemilik PT Wonnel Midas Leathers

Sementara itu, Bupati Gunungkidul, Hj. Badingah, S.Sos mengatakan, proses pengurusan izin pendirian perusahaan yang mengembangkan sayap di Desa Candirejo, Kecamatan Semin ini dikawal oleh petugas dengan ketat. Tak menbutuhkan waktu lama jika dari pihak PT dengan sadar melakukan proses pengajuan izin. Tentunya dengan capaian ini diharapkan menjadi pedoman investor-investor lain agar mematuhi peraturan yang ada.

“Berbagai kemudahan telah kami berikan. Ini bukan semata-mata untuk pribadi atau daerah, tapi untuk warga Gunungkidul. Sehingga tidak harus pergi merantau untuk mendapatkan pekerjaan yang layak,” kata Badingah usai acara.

Selain nilai investasi yang cukup tinggi, dari perusahaan Wonnel Midas ini juga merupakan perusahaan yang membayar retribusi IMB hingga mencapai 450 juta. Adanya perusahaan besar ini diharapkan membawa perubahan perekonomian masyarakat dan daerah tentunya. Hubungan baik dan sejumlah kesepakatan telah ditandatangani oleh pemerintah daerah dan pihak PT.

Berita Lainnya  BBM Naik Sangat Tinggi, PAN Gunungkidul: Belum Pulih Dihantam Pandemi, Beban Rakyat Makin Berat

“Kita ingin menjalin hubungan baik dan kerjasama yang saling menguntungkan,” papar Bupati.

Kepala DPMPT Gunungkidul, Irawan Jatmiko menambahkan, proses pengajuan izin PT Wonnel Midas Leathers ini menjadi bukti bahwa jika ada kemauan, proses pengajuan izin perusahaan di Gunungkidul sangatlah mudah. Segala keringanan didapatkan melalui sistem yang tengah berjalan sekarang yakni berbasis elektronik dan online. Berkas yang dibutuhkan pun juga tidak banyak, mengingat perusahaan ini dalam memproduksi tidak berkaitan dengan limbah yang mengkhawatirkan.

“Hanya sampai di DLH (Dinas Lingkungan Hidup) saja proses ijinnya. Tidak harus sampai ke Amdal karena perusahaan ini berbeda dengan perusahaan lainnya,” kata Irawan.

Ia menegaskan, jaminan perekrutan tenaga kerja yang dioptimalkan dari wilayah Semin dan Gunungkidul telah disepakati oleh dua pihak. Ini nantinya diharapkan mampu mengurangi angka kemiskinan dan tingkat kesejahteraan masyarakat Gunungkidul. Selain itu juga mengurangi angka perpindahan tenaga kerja potensial, misalnya lulusan sekolah atau yang memiliki keahlian.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata6 hari yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis3 minggu yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Berita Terpopuler