fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Pekan ASI Sedunia, Tingkatkan Ikatan Ibu dan Anak Hingga Turunkan Kasus Stunting

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar.com)– Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul menekankan tentang pentingnya pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif bagi bayi usia 0-6 bulan. Sebagai salah satu upaya pemerintah untuk mengedukasi ibu hamil dan ibu menyusui, dinas melakukan sosialisasi dan kampanye ASI. Bulan ini pun bertepatan dengan Pekan ASI sedunia, sosialisasi untuk ibu menyusui dan ibu hamil digelar di Balai Kalurahan Kepek, Kapanewon Wonosari.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Dewi Irawaty mengungkapkan momen Pekan Asi Sedunia ini sebagai upaya Dinas Kesehatan untuk mengedukasi ibu hamil maupun ibu-ibu menyusui tentang betapa pentingnya asi eksklusif untuk bayi 0 sampai 6 bulan. Sebab ASI mampu mencukupi kebutuhan gizi dan nutrisi yang dibutuhkan bayi.

Berita Lainnya  Belasan ASN Ditindak Bupati, Dari Pelaku Penggelapan, Selingkuh, Hingga Lecehkan Siswi PKL

“Asi eksklusif sangat disarankan kemudian setelah 6 bulan batu diberikan makanan pendamping atau tambahan,” kata Dewi Irawaty, Jumat (12/08/2022)

Ia menjelaskan, ASI sebenarnya memiliki peranan cukup besar untuk mengantisipasi atau menekan kasus stunting pada anak dan berpengaruh pada kedekatan antara ibu dan anak. Mengingat di Gunungkidul sendiri kasus stunting juga masih lumayan banyak.

Pemberian ASI ekslusif ini juga akan menekan terjadinya kasus bayi meninggal, gizi buruk, dan bayi menjadi tidak rentan terpapar virus atau penyakit. Namun tidak dipungkiri, ada hal yang menyebabkan seorang ibu tidak bisa memberikan ASI secara langsung.

“Edukasi kami berikan kepada ibu hamil dan ibu menyusui agar pengetahuan mereka semakin luas mengenai pemberian ASI dan bagaimana cara yang tepat. Jikapun tidak bisa secara langsung tentu ada alternatif lain misalnya dengan pompa ASI,” jelasnya.

Berita Lainnya  Rampungkan DED, Begini Rencana Awal Penataan Area Kota Wonosari

Selain edukasi mengenai ASI, dikesempatan ini Dinas Kesehatan Gunungkidul juga dilakukan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN). Dimana ada beberapa kategori anak yang mendapatkan imunisasi tambahan.

Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi, Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Gunungkidul, Sugondo mengatakan pada BIAN ini terdapat ribuan anak yang menjadi sasaran imunisasi diantaranya vaksin IPV 771 balita, vaksin DPT-hb-hib 547 balita, dan vaksin MR 661 balita.

“Untuk pagi ini secara simbolis ada 6 anak yang diimunisasi dalam acara Pekan Asi Sedunia dan BIAN. Nanti akan segera ditindaklanjuti oleh Puskesmas di masing-masing wilayah untuk imunisasi ini,” terang dia.

Pagi tadi, nampak balita-balita yang akan diimunisasi duduk berjajar. Satu persatu mendapatkan vaksin sesuai dengan kriteria dan kebutuhannya, adapun tangisan anak-anak pun pecah saat jarum disuntikkan pada lengan mereka. Namun ada pula yang santai saat disuntik dan tidak menangis.

Berita Lainnya  Lakukan Perbaikan Daftar Pemilih, Bawaslu Fokus Data Penghuni Rutan Dan Masyarakat Disabilitas

“Untuk vaksin ini tergantung dengan kebutuhan dan kriteria mereka jadi ada yang hanya 1 suntikan bahkan ada 2 suntikan beda vaksin,” ujarnya.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler