Connect with us

Sosial

Pelaku Sejarah Militer Ajak Kawula Muda Menirukan Semangat Juang Para Pahlawan

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Suasana di SMP Kanisius pada Senin (12/08/2019) pagi nampak berbeda. Tidak ada kegiatan belajar yang dilakukan di sekolah tersebut. Mereka duduk bersila puta dan putri berhadapan dengan tiga orang lansia yang merupakan veteran yang berjuang mempertahankan kemerdekaan.

Salah seorang veteran yang diundang Sukasta menjelaskan, sudah menjadi kewajibannya sebagai veteran menyampaikan nilai-nilai semangat juang para pendahulu. Artinya, semangat untuk mempertahankan keutuhan NKRI yang susah payah telah direbut para pejuang.

“Saat ini semangatnya yang perlu ditiru, perang merebut kemerdekaan dengan penjajah sudah dulu dilakukan. Sudah menjadi kewajiban kami memberikan Jiwa Semangat Juang Nilai-nilai 45 (JSN45),” kata Sukasta.

Ia menambahkan, pemahaman terkait nilai semangat juang tersebut perlu dimaknai oleh para generasi muda yang saat ini masih terus berjuang menjaga kesatuan dan persatuan. Sehingga, jika kerukunan semakin kuat, negara pun akan semakin kokoh.

Berita Lainnya  Paradoks Nikel: Kaya Sumber Daya, Daerah Penghasil Masih Berjuang Menikmati Manfaat

“Saat ini perlu menjaga kerukunan, antar siapa saja, antar apa saja. Agar negara ini tetap utuh bersatu menjadi negara yang kuat,” terang dia.

Sementara itu, Kepala SMP Kanisius, Yohanes mengatakan, momentum 17 Agustus sangat penting bagi sekolah. Selain memperingati hari kemerdekaan, juga untuk menanamkan nilai-nilai kecintaan pada tanah air. Pihaknya mengaku sengaja mendatangkan para veteran ini untuk penanaman nilai-nilai kebangsaan.

“Kehadiran pelaku sejarah diharapkan sungguh menghadirkan roh dan semangat juang. Semangat patriot cinta tanah air dan pantang menyerah, perlu diwariskan pada generasi masa kini, sehingga bisa dilanjutkan pada generasi yg akan datang,” terang dia.

Rencananya, selain mendatangkan para veteran pihaknya juga akan melaksanakan tabur nunga di makam pejuang yang biasa disebut Pahlawan tak dikenal. Ini bertujuan memberitahukan pada anak-anak, agar ketika mereka melihat makam yang diatasnya ada lambang bamburuncing dan merah putih,  mereka tahu,  bahwa mereka disemayamkan di situ pernah ikut berjuang membela bangsa dan negara, merebut kemerdekaan.

Berita Lainnya  OTT KPK Terhadap Pejabat DIY, Begini Komentar Sri Sultan

“Harapan kita pada diri siswa tumbuh rasa terimakasih atas pengorbanan mereka. Memang tidak dilaksanakan di Taman Makam Pahlawan dengan alasan karena jarak, selain itu sekedar berbagi, biasanya di Taman Makam Pahlawan  banyak dikunjungi, sedang beliau yang dimakamkan di tempat umum seperti ini, jarang mendapat perhatian umum,” jelasnya.

“Harapan kami dengan ini anak-anak bisa belajar untuk menghargai siapapun yang telah turut berjuang nyata sangat kita nikmati hasilnya, yaitu kemerdekaan” ujar dia.

Selain itu kegiatan di sekolah juga diadakan lomba-lomba antar regu, yang semuanya bertujuan meningkatkan semangat juang dan internalisasi nasionalisme. Dalam mendukung program kecamatan karnaval 17an,  semua siswa SMP Kanisius Wonosari ikut terjun langsung, terlibat dengan mengirimkan kelompok marchingband yang pernah memperoleh kejuaraan dalam kompetisi PDBI tingkat kabupaten.

Berita Lainnya  Masih Ada Yang Belum Punya Jamban Sendiri, Dinas Targetkan Tahun Depan Seluruh Kepala Keluarga Punya Jamban Sehat

“Selain itu juga ada kelompok ekstra tari dan kelompok ekstra teater, yang besuk akan mengangkat tema budaya Babad Alas Nongkodoyong. Menjadi sarana untuk makin suburnya kecintaan pada tanah air,” pungkas dia.

 

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata7 hari yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis3 minggu yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Berita Terpopuler