Connect with us

Pariwisata

Pelaku Wisata Gunungkidul Bakal Diguyur Stimulus Bantuan Dari APBN

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Penerapan PPKM Level 4 yang terus diperpanjang oleh pemerintah membuat pelaku usaha pariwisata semakin terpuruk. Diperkirakan dampak PPKM ini justru lebih besar dan luas daripada penutupan obyek wisata di awal-awal pandemi. Ada ribuan pelaku wisata di Gunungkidul yang mulai oleng dan tidak bisa berbuat banyak untuk sekedar bertahan. Untuk membantu para pelaku wisata, saat ini pemerintah pusat tengah menggodog skema bantuan bagi para pelaku wisata yang terdampak ini.

Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Asti Wijayanti mengatakan, hantaman gelombang kedua covid19 ini dampaknya sangat luar biasa dirasakan oleh masyarakat umum dan pelaku wisata. Dijelaskannya, memang pada masa awal pandemi, sempat dilakukan penutupan dan kemudian beberapa bulan kemudian dilakukan uji coba oleh pemerintah.

Pembukaan tersebut kemudian berdampak pada bergeliatnya sektor usaha pariwisata di Gunungkidul. Namun di tengah kondisi yang belum pulih sepenuhnya, pelaku wisata lalu dihantam gelombang kedua beserta kebijakan penutupan total semua obyek wisata. Semua yang baru dirintis harus terhenti total selama sebulan ini.

Berita Lainnya  Momen Liburan Sekolah, Gunungkidul Raup Retribusi Wisata 1,4 Miliar

Dia menjelaskan salah satu faktor penyebab terpuruknya para pelaku wisata ini karena minimnya simpanan finansial. Pada awal pandemi, mereka bisa bertahan selama 3 hingga 4 bulan dengan tabungan yang mereka miliki.

“Tabungan semakin menipis sementara kebutuhan harus tetap terpenuhi. Kemarin memang sempat dilakukan uji coba tapi itu belum memulihkan kondisi perekonomian mereka dan sekarang kembali ditutup,” papar Asti, Kamis (05/08/2021).

Data yang dimiliki oleh Dinas Pariwisata Gunungkidul, pada tahun 2020 kemarin sedikitnya 7.000 pelaku wisata terdampak pandemi. Pada gelombang kedua ini diperkirakan mereka yang terdampak jumlahnya lebih dari itu, sebab semakin meluas.

Menyikapi kondisi ini, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) berencana menggelontorkan bantuan untuk memulihkan sektor wisata. Dana yang disiapkan mencapai Rp 2,4 triliun dari ABPN. Dari sekian daerah yang direncanakan mendapatkan stimulus tersebut, Gunungkidul termasuk salah satu penerimanya.

Berita Lainnya  Masih Rawan Longsor, Tanjakan Clongop Akan Ditutup Saat Hujan Deras

Akan tetapi untuk jumlah sasaran penerima bantuan masih akan dilakukan pembahasan lebih lanjut. Menurut Asti, bantuan yang diberikan akan diarahkan untuk mendorong kegiatan pariwisata lebih siap kembali saat dibuka nantinya.

“Masih akan dilakukan pembahasan untuk siapa penerimanya dan berapa jumlahnya. Kalau untuk bentuk bantuannya kemungkinan bukan tunai,” kata dia.

Tahun lalu, pemerintah menyalurkam bantuan berupa logistik untuk 2.777 penerima. Usulan-usulan untuk sekarang ini mulai dibahas oleh para pucuk pimpinan ini.

Bupati Gunungkidul, Sunaryanta menambahkan, keputusan penutupan diambil mengikuti instruksi pusat. Sehingga dari daerah mengikuti kebijakan yang diterapkan untuk menekan laju penyebaran covid19.

“Pada intinya kita mengikuti dari pusat, harapannya jika masyarakat tertib dan sektor kesehatan membaik, maka sektor lain akan mengikuti,” terang Sunaryanta.

Bupati meminta pelaku wisata Gunungkidul untuk lebih sedikit bersabar. Pada sisi lain, pihaknya turut mengapresiasi pelaku wisata yang hingga kini masih bersedia mengikuti peraturan pemerintah.

Berita Lainnya  Investor Hotel Berbintang dan Wahana Wisata Buatan Urus Izin, Tahun Depan Diperkirakan Mulai Beroperasi

“Bersabar dulu semoga segera membaik dan selesai sehingga pariwisata dan sektor lainnya pulih,” tutupnya.

Sementara itu, Manajer Utama HeHa Sky View Aprio Rabadi mengatakan, harapan bagi para pekerja pariwisata insentif ini bisa kembali diberikan layaknya di awal pandemi. Sehingga ekonomi mereka sedikit terbantu oleh pemerintah.

Berkaitan dengan PPKM Darurat, ia juga berharap ada penjelasan yang lebih rinci. Terutama ketentuan makan di tempat dengan durasi 20 menit di lokasi terbuka.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata3 hari yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis6 hari yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Pariwisata1 minggu yang lalu

Libur Sekolah, Obyek-obyek Wisata Mulai Dibanjiri Siswa Study Tour

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)-Libur sekolah tahun 2026 mulai menggerakkan sektor pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk juga di Gunungkidul. Saat...

Pariwisata4 minggu yang lalu

Camping Syahdu di Pantai Watukodok

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul memamg menjadi gudangnya wisata alam di DIY. Bagaimana tidak, gugusan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul menyuguhkan panorama pesisir...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Mulai Pertengahan Mei Mendatang, TPR Baron Direncanakan Hanya Layani Pembayaran Retribusi Non-Tunai

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Pemerintah Kabulaten Gunungkidul terus berbenah dalam memperkuat tata kelola retribusi yang lebih transparan, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan...

Berita Terpopuler