fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Pembangunan Pelabuhan Gesing Dimulai Tahun Depan, Tahap Pertama Habiskan 100 Miliar

Published

on

Panggang, (pidjar.com)–Rencana pembangunan pelabuhan Gesing, Kalurahan Girikarto, Kapanewon Panggang semakin matang. Setelah proses pembebasan lahan terselesaikan, pembangunan fisik akan mulai dilaksanakan pada tahun 2022 depan. Anggaran senilai 100 miliar akan digelontorkan untuk pembangunan tahap pertama Pelabuhan Gesing tersebut.

Lurah Girikarto, Tuyadi, menyampaikan, proses pembebasan lahan untuk pembangunan pelabuhan di Pantai Gesing sudah selesai dilakukan. Total pembebasan lahan untuk Pelabuhan Gesing sendiri mencakup lahan seluas 4,8 hektare dengan anggaran sebesar Rp. 25,5 miliar.

Dilanjutkannya, pada tahun 2022 mendatang, akan dimulai proses pembangunan tahap pertama. Informasi yang diterima pihaknya, pembangunan tahun 2022 ini akan menghabiskan anggaran hingga mencapai Rp 100 miliar.

“Sekarang sudah proses pemasangan ulang patok dari Badan Pertanahan Nasional,” ucap Tuyadi, Senin (29/11/2021).

Dengan adanya pembangunan Pelabuhan Gesing, ia berharap dapat memicu pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat. Mengingat Kalurahan Girikarto saat ini menjadi salah satu wilayah yang mempunyai potensi wisata yang sangat diminati wisatawan. Menurutnya, pelabuhan tersebut dapat memaksimalkan potensi yang ada di Kalurahan Girikarto, baik di sektor perikanan maupun pariwisata.

Sementara itu, Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul, Handoko, mengungkapkan, pembangunan Pelabuhan Gesing sepenuhnya merupakan kewenangan dari Pemerintah Provinsi DIY. Ia menyampaikan jika tidak mengetahui secara pasti terkait perkembangan proses rencana pembangunan Pelabuhan Gesing. Namun demikian, ia membenarkan informasi dari lurah setempat bahwa tahapan pembangunan awal akan dimulai tahun 2022 mendatang.

“Memang program itu sepenuhnya di Provinsi, kami tidak mengetahui secara persis bagaimana jalannya. Informasi yang kita dapat, tahun depan sudah mulai dilaksanakan,” jelas dia.

Menurutnya, Pantai Gesing menjadi sangat strategis untuk dibangun pelabuhan lantaran dari jaraknya yang berada di tengah-tengah DIY. Sehingga kemudian dapat lebih leluasa dijangkau oleh para nelayan. Selain itu di Pantai Gesing juga sudah mempunyai pemecah ombak alami sehingga tidak perlu adanya rekayasa pemecah ombak saat pelabuhan dibangun.

“Kalau dari jaraknya dibandingkan ke Sadeng kan lebih strategis, dari pusat Yogyakarta hanya sekitar 40 kilometer. Nelayan-nelayan lebih mudah untuk menjangkaunya maupun untuk pemasarannya,” terang Handoko.

Menurutnya,pembangunan pelabuhan tersebut diyakini akan dapat lebih mengoptimalkan potensi kelautan di Gunungkidul. Ia berharap program pembangunan pelabuhan dapat segera terealisasi sehingga dapat dimanfaatkan oleh nelayan untuk mendapatkan akses yang baik dalam mendaratkan kapal dan hasil tangkapannya.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler