fbpx
Connect with us

Pariwisata

Pemkab Teguhkan Upaya Pengembangan Konsep Pariwisata Halal di Gunungkidul

Published

on

Wonosari,(gunungkidul.com)–Pemerintah Kabupaten Gunungkidul di bawah kepemimpinan Bupati Badingah terus meneguhkan diri untuk mewujudkan Kabupaten Gunungkidul sebagai daerah tujuan wisata yang terkemuka dan berbudaya. Visi dan misi yang telah diusung sejak kampanye ini terus berusaha diwujudkan melalui pengembangan wisata halal atau Islamic tourism di kawasan obyek wisata. Pengembangan wisata halal tersebut selain untuk menarik wisatawan lebih banyak namun juga meningkatkan nilai wisata.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul Asti Wijayanti mengatakan, tahun ini pihaknya sedang membuat konsep terkait pengembangan wisata halal tersebut. Oleh karenanya, ditargetkan wisata halal ini bisa mulai diterapkan di Gunungkidul pada tahun 2018.

“Sekarang kami baru mengonsep dan mengkaji bagaimana nantinya wisata halal tersebut. Jika belum bisa diterapkan (wisata halal) tahun ini, paling tidak tahun depan,” ujarnya, Sabtu (31/03/2018).

Berita Lainnya  Belasan Ribu Wisatawan Masuk Gunungkidul Hari Ini, Nglanggeran dan Kawasan Pantai Jadi Pilihan

Menurutnya, wisata halal memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Gunungkidul. Pasalnya dalam pengembangan suatu obyek wisata tidak hanya melihat dari daya tarik saja namun juga ada nilai tambah lain.

“Tidak hanya mengandalkan daya tarik wisatawan tapi juga memperhatikan mutu kualitasnya,” tutur Asti.

Sementara itu, Bupati Badingah memaparkan, konsep wisata halal pertama kali akan digagas di Pantai Ngrenehan, Desa Kanigoro, Kecamatan Saptosari. Pengembangan wisata halal dimulai dengan pembangunan Masjid sebagai tempat ibadah umat muslim yang belum lama ini sudah diresmikan.

“Setiap masuk waktu shalat, pengunjung akan diminta untuk menjalankan ibadah,” jelasnya.

Rencananya, pembangunan masjid juga akan dilakukan di seluruh kawasan wisata Gunungkidul. Tidak hanya sebagai tempat shalat saja, masjid di kawasan wisata juga akan dibuat aktif dengan adanya Shalat Jumat, pengajian, hingga aktifitas keagamaan lainnya.

Berita Lainnya  Sudah Masuk Agustus, Pendapatan Pariwisata Baru Capai Separuh Dari Target

“Untuk yang Ngrenehan sekarang masih digunakan untuk salat para warga setempat dan wisatawan. Rencananya nanti juga akan dibuat aktif dengan berbagai kegiatan keagamaan seperti pengajian. Konsep ini akan diawali disini untuk kemudian dikembangkan ke wisata lain,” jelas Bupati.

Tidak hanya pembangunan Masjid, konsep wisata halal juga direncanakan menyajikan kuliner dengan makanan khas dan oleh-oleh yang memperhatikan kehalalan bahan baku dan cara masaknya. Sehingga aspek religi akan tercipta di kawasan wisata yang ada di Gunungkidul.

“Dengan pengembangan wisata halal, segmen wisatawan juga dapat dikembangkan,” tutur Badingah.

Konsep wisata halal ini, lanjutnya, sama seperti kegiatan wisata lain. Hanya saja ditambah dengan menerapkan prinsip-prinsip syariah selama berwisata.

“Sehingga bisa menambah pemberian kebutuhan bagi wisatawan berupa altenatif wisata halal ini,” imbuh Bupati.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler