fbpx
Connect with us

Kriminal

Penganiayaan Sopir dan Kernet Undang Reaksi Keras, Pemuda Gerudug Mapolsek, LSM : Bibit Klithih Harus Diberantas!

Diterbitkan

pada tanggal

Playen,(pidjar.com)–Penganiayaan brutal yang menimpa Suwanto, warga Kecamatan Semin dan Udin, warga Padukuhan Purwosari pada Sabtu (02/06/2018) sore tadi di Jalan Wonosari-Jogja tepatnya di Padukuhan Plumbon, Desa Logandeng, Kecamatan Playen memicu reaksi keras. Belasan pemuda Baleharjo pada Sabtu malam tadi menggerudug Mapolsek Playen. Para pemuda tersebut menuntut agar pihak kepolisian mengusut tuntas kasus penganiayaan berat yang disertai perusakan tersebut. Tak hanya dari kalangan pemuda Baleharjo saja, kecaman juga datang dari aktifis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang menyebut bahwa hal semacam ini merupakan bibit-bibit klithih yang harus diberantas sebelum berkembang di Gunungkidul.

Setyadi, warga Desa Baleharjo, Kecamatan Wonosari mengecam aksi brutal yang menimpa rekannya tersebut. Ia menuntut pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini dan menangkap pelaku penganiayaan brutal.

Kedatangan para pemuda sendiri ia jelaskan selain mendorong pihak kepolisian agar serius dalam memproses, juga memberikan dukungan moral kepada sang korban Udin. Ia melihat pasca kejadian mengerikan yang dialaminya tersebut, selain menderita luka-luka, korban juga mengalami trauma mental. Untuk itulah dukungan dari kalangan pemuda tersebut dirasa cukup penting untuk memberikan dukungan moral.

“Maksud kami adalah menguatkan mental korban sehingga bisa memberikan keterangan yang sejelas-jelasnya ketika diperiksa oleh polisi,” kata Setyadi, Sabtu malam.

Berita Lainnya  Nunggu Penumpang Sambil Judi, Tukang Ojek dan Sopir Angkutan Umum Digerebek di Pangkalan

Pada kesempatan ini, pihaknya juga memberikan keterangan mengenai informasi yang dimiliki pemuda terkait kejadian tersebut. Sejumlah ciri-ciri yang mengarah kepada pelaku sudah ia kantongi dan dilaporkan kepada polisi.

“Ciri-cirinya sudah diketahui. Semoga polisi cepat menangkap,” imbuh dia.

Ia mewakili pemuda Baleharjo, khususnya Padukuhan Purwosari meminta agar  polisi bisa bekerja maksimal lantaran kasus ini sudah cukup memantik reaksi keras dari kalangan pemuda. Meski begitu ia menegaskan bahwa pihaknya menyerahkan sepenuhnya apa yang dialami rekannya tersebut kepada proses hukum.

“Jangan sampai memicu hal-hal yang tidak diinginkan jika pelaku masih menghirup udara bebas,” tegasnya.

Sementara itu, reaksi lebih keras datang dari aktifis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Jejaring Rakyat Mandiri (Jerami), Rino Caroko. Ia menyebut kejadian kejahatan jalanan ini mendesak untuk ditangani secara serius. Kekerasan semacam ini sudah merupakan bibit-bibit klithih yang sempat ngetrend di sejumlah wilayah di DIY.

Berita Lainnya  Gerebek Perjudian di 3 Lokasi, Polisi Amankan 9 Orang Pelaku

“Gunungkidul selama ini relatif sangat bersih dari kejadian klithih, jangan sampai menular masuk ke sini (Gunungkidul),” kata Rino.

Penindakan tegas dan cepat terhadap kekerasan jalanan nantinya akan sangat berguna dalam memberikan efek jera maupun pencegahan terhadap potensi kejadian lainnya yang mungkin terjadi.

“Daerah lain sudah reda mosok mau pindah ke Gunungkidul. Ini tanggung jawab aparat keamanan,” ucapnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, hanya lantaran dituduh melotot saat berkendara, seorang pengemudi mobil pick up beserta kernetnya babak belur dihajar oleh seorang pemotor. Salah seorang korban yaitu Udin bahkan mengalami luka cukup serius lantaran sempat dilempar ke selokan dan harus dilarikan ke RSUD Wonosari.

Tak hanya itu saja, mobil yang mereka gunakan juga mengalami kerusakan di bagian kaca depan setelah dilempar benda keras ketika dicegat oleh pemuda yang hingga berita ini dilansir masih belum teridentifikasi tersebut. Adapun kasus penganiayaan dan disertai pengrusakan ini telah dilaporkan ke Polsek Playen pada Sabtu malam tadi.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler