fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Per Kalurahan Puluhan Juta, BKK Danais Penanganan Covid Mulai Dicairkan

Published

on

Wonosari,(pidjar.com)–Pemda DIY mulai menyalurkan bantuan keuangan khusus (BKK) untuk Kalurahan di Kabupaten Gunungkidul. Bantuan tersebut bersumber dari Dana Keistimewaan Pemda DIY yang pemanfaatannya digunakan untuk penanganan covid19 di tingkat Kalurahan dan Padukuhan.

Sebagai informasi, alokasi BKK Kalurahan untuk penaggulangan covid19 sendiri bervariasi yaitu sebesar 50 juta untuk kalurahan yang belum memiliki program Jaga Warga dan 75 juta yang sudah memiliki program tersebut. Dana ini bisa digunakan untuk pengadaan suplemen vitamin, alat pelindung diri, dukungan relawan, dukungan pemulasaraan jenazah dan lainnya.

Kepala Bidang Ideologi dan Ketahanan Nasional Kesbangpol Gunungkidul, Irma Masdyastuti Rahayu menjelaskan, saat ini sudah sebagian kalurahan di Gunungkidul yang mencairkan dana tersebut. Pencairan sendiri memang dilakukan untuk kalurahan yang telah memenuhi persyaratan.

“Untuk pengurusannya di Satpol PP DIY di mana kalurahan yang langsung mengurus ke sana untuk pencairannya,” ucap Irma, Rabu (18/08/2021).

Data dari BPKA DIY, kalurahan yang telah mencairkan dana BKK Danais diantaranya Wonosari, Wiladeg, Bendungan, Jatiayu, Genjahan, Bulyrejo, Sumberejo, Bendung, dan Jerukwudel. Adapun SP2Dnya yaitu pada tanggal 16 Agustus 2021 kemarin.

Di Gunungkidul sendiri, berdasarkan data terakhir baru 49 Kalurahan yang memiliki Jaga Warga hingga tingkat Padukuhan. Dari 49 kalurahan ini ada 509 kelompok yang jaga warganya aktif.

“Untuk jaga warga ini terus kami pantau keaktifan di lapangannya,” imbuh dia.

Sementara itu, Carik Kalurahan Grogol, Lumento Hadi menambahkan, proposal sejak beberapa waktu lalu sudah diajukan oleh lurah dengan persetujuan panewu. Di mana kemudian diajukan ke Gubernur melalui Satuan Polisi Pamong Praja DIY. Pemanfaatan anggaran tersebut akan digunakan untuk penanganan covid19 di Kalurahan Grogol.

“Untuk Danais Jaga Warga belum turun mbak. Kami masih menunggu info untuk pencairannya, mungkin masih antri,” kata Lumento Hadi.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3AKBPMD) Gunungkidul, Subiyantoro menjelaskan, selain BKK Danais, di Gunungkidul juga ada pencairan dan BKK dari Pemerintah Kabupaten. Saat ini, sudah semua kalurahan menyerahkan proposal ke dinas. Adapun prosesnya sekarang berada di Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Gunungkidul.

“Kami melakukan pemantauan dan pendataan desa mana yang sudah proses. Data di kami sudah semua kalurahan mengajukan proposal sedangkan untuk proses pencairan ini sudah sebagian dan masih ada yang antri di BKAD,” ucap Subiyantoro.

Ia menjelaskan tahun ini ada 26 miliar dana BKK Kabupaten yang disebar untuk setiap kalurahan. Bagi kalurahan yang sudah menerima ada yang sudah melaksanakan kegiatan dan ada yang masih dalam proses.

“Kalau untuk BKK Kabupaten sudah proses antri pencairannya,” tutup Subiyantoro.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler