fbpx
Connect with us

Sosial

Perjuangan Panjang Melawan Kanker Ganas, Politisi Keibuan Ini Akhirnya Berpulang

Diterbitkan

pada tanggal

Wonosari,(pidjar.com)--Kabar duka datang dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gunungkidul periode 2014-2019. Pasalnya salah satu anggota dewan yang memiliki jiwa dan sikap keibuan diantara anggota dewan lainnya, Hj. Desiyanto SE pada Kamis (27/06/2019) pagi tadi menghembuskan nafas terakhirnya. Mendiang berpulang setelah beberapa waktu dirawat secara intensif di RS Sardjito akibat penyakit kanker yang sejak bertahun-tahun lalu menggerogoti tubuhnya.

Informasi yang berhasil dihimpun, anggota dewan yang telah mengabdikan dirinya untuk rakyat sejak tahun 2009 hingga 2019 ini dinyatakan meninggal sekitar pukul 09.45 WIB. Sebelumnya, ia dirawat di rumah sakit Sardjito selama hampir 2 minggu lamanya. Meski kondisinya beberapa waktu lalu sempat membaik, namun justru kemudian terjadi penurunan kesadaran dan pagi tadi dinyatakan meninggal dunia oleh tim dokter.

Desiyanti sendiri melawan penyakit ganas dan mematikan yang semula bersarang di kakinya tersebut sejak lebih dari 5 tahun lalu. Berbagai pengobatan telah ia jalani untuk kesembuhannya. Bahkan sekitar 1 tahun silam, Desiyanti harus merelakan kakinya untuk diamputasi lantaran penyakit yang menggerogoti tubuhnya semakin menyebar. Jadwal kemoterapi dan sejumlah rangkaian pengobatan selalu ia jalani di tengah-tengah kesibukannya menjadi anggota DPRD Gunungkidul.

“Pasti kami sangatlah kehilangan sosok kakak, ibu, saudara yang luar biasa sekali. Sebelum yang terakhir ini masuk rumah sakit bulan lalu juga keluar masuk rumah sakit,” terang Iwan, adik sepupu Desiyanti saat ditemui di rumah duka, Kamis siang tadi.

Menurut Iwan, Desiyanti adalah sosok kakak yang luar biasa dalam segala hal. Ia mampu bertahan dengan kondisi terburuk akibat penyakitnya itu selama bertahun-tahun. Meski menderita sakit, namun dedikasi dan perjuangannya terhadap masyarakat Gunungkidul terus digaungkan. Berbagai program terus disalurkan dan diinisiasi demi majunya sumber daya manusia di bumi handayani di tengah kesakitan yang mendera tubuhnya.

“Semenjak ketahuan beliau menderita kanker semangatnya tak pernah redup. Di dalam kondisi yang bagaimana pun dia berusaha bekerja dan memberikan pelayanan yang terbaik. Jiwa dan semangatnya lah yang bagi kami itu sangat patut ditiru,” imbuhnya.

Semangat Desiyanti untuk sembuh dan tidak pasrah meski digerogoti penyakit kanker. Rangkaian pengobatan panjang terus ia jalani. Tak hanya berjuang melawan kanker, Desiyanti bahkan juga berusaha menularkan semangat untuk hidup tersebut kepada sebuah komunitas kecil bentukkannya. Beberapa waktu lalu, ia memiliki semacam komunitas bagi penderita kanker. Energi positif dan berbagai pengalaman yang didapat oleh Desi terus ditularkan pada penderita kanker.

Berita Lainnya  Innalillahi, Mantan Bupati Gunungkidul Ir. H. Soebekti Soenarto Tutup Usia

“Yang bagi saya patut diacungi jempol itu kebaikannya, jiwa sosialnya, pekerja keras, dan penyayang itu sih. Keluarga dan anak-anaknya pun diberi perhatian lebih dan selalu ditekankan nilai kebaikan, meski sibuk beliau tetap saja ada waktu untuk berkumpul bersama keluarga,” tambahnya.

Suasana duka sejak kabar meninggalnya anggota dewan yang memiliki sifat keibuan tersebut begitu dirasakan oleh keluarga yang ditinggalkan. Sejak kabar tersebut beredar, para tetangga dan sejumlah kolega dari partai PDI Perjuangan maupun sesama politisi mulai mempersiapkan keperluan. Pantauan di rumah duka, beberapa anggota dewan juga sudah mulai hadir untuk mengikuti serangkaian kegiatan.

Untuk jadwal pemakaman akan dilakukan pada sore nanti sekitar pukul 17.00 WIB. Lokasi pemakaman telah dipersiapkan yakni di TPU Trimulyo 1, Desa Kepek, tak jauh dari rumah duka. Kemungkinan upacara penghormatan dari rekan ia kerja juga akan dilakukan.

Sebagaimana diketahui Desiyanti adalah perempuan kelahiran Yogyakarta, 5 Desember 1966. Ia berpulang meninggalkan suaminya yakni Agus Priyanto dan 3 orang anaknya yakni Wahyu Pradana Ade Putra, Wahyu Rahadian Yana Prasetya, dan Denaya Wahya Prasastiningmas.

Duka mendalam tak hanya dirasakan oleh keluarga besar Desiyanti, suasana duka juga sangat terasa pada keluarga besar PDI Perjuangan, tempat Desiyanti selama ini bernaung. Ketua DPC PDI Perjuangan Gunungkidul, Endah Subekti Kuntaringsih menuturkan bahwa Desiyanti selama ini dikenal sebagai kader perempuan atau Srikandi Gunungkidul yang tangguh dan bertanggungjawab besar.

Berita Lainnya  Wujudkan Lembaga Yang Berintegritas, Pegawai Pengadilan Negeri Wonosari Bersumpah Jauhi Korupsi

Mendiang dikenal handal dalam segala hal baik berkeluarga, bersosial, dan berpolitik. Desiynti menurut Endah juga handal dan kuat dalam bertarung dengan penyakit kanker yang bersarang di tubuhnya sejak bertahun-tahun lalu. Kanker ganas yang diderita tetap tidak menggoyahkan perjuangannya untuk memajukan dan menyejahterakan rakyat Gunungkidul.

“Akibat penyakit yang diderita membuat beliau harus menjalani kemoterapi berkali-kali, tapi rasa sakit yang dirasakan itu sekarang sudah hilang. Ibu sudah tenang tentunya,” ucap Endah.

Memberikan motivasi, dorongan dan perhatian bagi sesama penderita kanker yang selama ini dilakukan Desiyanti membuat Endah sangat kagum. Hal ini membuktikan bahwa di tengah sakit yang mendera, Desiyanti tetap berusaha mendarmabaktikan kehidupannya untuk orang lain. Sebisa mungkin meski kondisi tubuh Desi sedang sakit ia selalu berusaha hadir dalam setiap kesempatan bagi penderita kanker ataupun kepentingan masyarakat luas.

“Sosok ibu, kader perempuan, sahabat yang luar biasa dan terbaik di Partai kami,” tambahnya.

Dalam kiprahnya semalam malang melintang di dunia politik Desiyanti pernah menjabat sebagai Ketua BK DPRD, kemudian ditugaskan di Komisi D DPRD Gunungkidul yang membidangi Perempuan, Anak, Sosial, dan Pendidikan. Ia juga memiliki sebuah usaha di bidang jasa boga selama ini yang telah dikenal khalayak umum.

Sakit yang semakin parah membuat Desiyanti memutuskan untuk tidak kembali mencalonkan diri pada Pemilu 2019 silam. Namun demikian, perjuangannya untuk PDIP Gunungkidul tak pernah sirna. Dengan segala keterbatasannya, Desiyanti tetap berjuang sekuat tenaga demi kejayaan partai.

“Meski di belakang layar saja pada Pemilu 2019 lalu, peran ibu Desi sangat besar. Terbukti putranya berhasil meraih suara terbanyak. Memang beliau adalah teladan dan semangat bagi kita semua kader-kader PDIP,” tutup Endah.

Iklan
Klik untuk Komentar
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler