Connect with us

Sosial

Puluhan Penderita Gangguan Jiwa Masih Hidup dalam Belenggu Pemasungan

Diterbitkan

pada

Saptosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pemasungan terhadap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) masih di temukan di kabupaten Gunungkidul. Dinas Sosial mencatat sedikitnya 21 ODGJ masih dalam belenggu pemasungan, hal ini lantaran terdapat beberapa faktor yang berpengaruh sehingga pihak keluarga melakukan hal tersebut. Dari dinas sendiri masih terus berusaha memberikan pemahaman pada masyarakat sembari melakukan evakuasi pada orang-orang ituagar mendapatkan penanganan yang tepat.

Kepala Seksi Bina Rehabilitasi Bidang Rehabilitasi, Dinas Sosial Gunungkidul, Winarto mengatakan ada 21 ODGJ yang selama ini hidup dalam pemasungan oleh pihak keluarga. Jumlah tersebut tersebar di beberapa kecamatan yang ada di Gunungkidul. Pihaknya terus memberikan arahan dan pemahaman pada keluarga penderita mengenai pembebasan dari pemasungan, jika sekiranya membahayakan maka dari dinas berkoordinasi dengan keluarga dan sejumlah lembaga terkait lainnya untuk melakukan evakuasi.

Berita Lainnya  Lulusan SD Tahun Ini Sedikit, SMP di Gunungkidul Terancam Kekurangan Siswa

“Dievakuasi kemudian di bawa ke rumah sakit jiwa untuk direhabilitasi,” kata Winarto, Rabu (31/07/2019).

ODGJ yang dipasung ini tersebar Panggang, Paliyan, Nglipar, Saptosari, Rongkop, Karangmojo, Patuk, Wonosari, hingga kecamatan Semanu. Masing-masing daerah ini memiliki penderita gangguan jiwa yang selama ini dipasung oleh pihak keluarga.

Adapun menurut dia, pemasungan sendiri tidak hanya berkaitan dengan ODGJ di rantai, melainkan dikurung dalam ruangan pun merupakan salah satu jenis pemasungan. Keluarga penderita sendiri lebih memilih sistem pemasungan dengan berbagai pertimbangan, misalnya saja jika dilepas penderita sering kabur-kaburan atau bahkan membahayakan orang disekitarnya jika sedang kambuh, maupun faktor-faktor lainnya.

Kendala yang dihadapi untuk menangani ODGJ sendiri ada beragam pula, kurangnya psikiater (medis) dan antrinya daftar evakuasi menjadi kendala tersendiri. Mengingat setiap tahunnya ada batasan evakuasi lantaran keterbatasan personil maupun masalah teknis lainnya. Hal tersebut berdampak pada masih adanya puluhan ODGJ yang mengalami pemasungan.

Berita Lainnya  Jadi Tempat Pendaratan dan Berkembang Biak, Pantai Gunungkidul Usulkan Jadi Wilayah Konservasi Penyu

Setelah direhabilitasi, biasanya dari Dinas Sosial juga tidak lepas tangan. Perhatian dan pendampingan lebih diberikan kepada penyandang ODGJ dan keluarga. Pasalnya dukungan proaktif dari keluarga dan lingkungan sangatlah dibutuhkan dalam menunjang kesembuhan ODGJ.

“Penanganannya kita koordinasikan dengan semulah instansi terkait, mulai dari kepolisian, TKSK, medis, Satpol PP dan beberapa imstansi lain,”imbuh dia.

Selasa (30/07/2019) kemarin, satu orang ODGJ dari Desa Monggol, Kecamatan Saptosari dievakuasi oleh petugas kemudian dikirim ke rumah sakit jiwa untuk mendapatkan penanganan dan sembuh, sehingga dapat beraktifitas normal.

Sementara itu, Kapolsek Saptosari, AKP Wijayadi mengatakan bersama dengan sejumlah instansi terkait pihaknya kemarin ikut melakukan evakuasi terhadap Waidi (46) warga Monggol, Desa Monggol, Kecamatan Saptosari yang selama ini dipasung oleh pihak keluarga. Pasalnya jika dilepaskan dari ruangan, yang bersangkutan seringkali mengamuk dan membuat resah masyarakat sekitarnya.

Berita Lainnya  Permudah Transaksi, Koperasi Marsudi Mulyo Luncurkan Aplikasi Mobile

“Kemarin Bhabinkamtimas kami dan personilainya imut terlibat dalam evakuasi,” kata dia.

Beberapa kali Kapolsek ini menekankan pada anggotanya untuk selalu menyambangi orang-orang yang sekiranya membutuhkan perhatian lebih. Salah satunya ODGJ dan keluarga ODGJ ini untuk memberikan pemahaman dan pesan-pesan kamtibmas, sehingga jalinan antara masyarakat dengan polisi berjalan dengan baik.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata1 minggu yang lalu

Pony Park Dibanjiri Wisatawan, Hadirkan Puluhan Satwa Lucu nan Unik

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Jogja,(pidjar.com) – Destinasi wisata edukasi satwa terbaru, Pony Park, resmi dibuka di Kabupaten Klaten. Kehadiran Pony Park mendapat sambutan...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Hampir Capai Target Tahunan, Baru Juni Pendapatan Retribusi Wisata Telah Capai 35,8 Miliar

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)- Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Gunungkidul hampir mencapai target tahunan meski baru di pertengahan tahun 2026...

Pariwisata2 minggu yang lalu

Gunungkidul Geopark Night Specta 8.0 Masuk KEN 2026, Siap Promosikan Geopark Gunung Sewu ke Dunia

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari(pidjar.com)– Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) kembali menggelar Gunungkidul Geopark Night Specta (GNS) Vol. 8.0 di...

Pariwisata3 minggu yang lalu

Listrik Kerap Padam, Sistem Pungutan Retribusi Non Tunai di Pantai Gunungkidul Terganggu

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari, (pidjar.com)–Penerapan sistem pembayaran retribusi wisata secara non-tunai di sejumlah Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul...

bisnis4 minggu yang lalu

Pony Park Klaten Usung Konsep Wisata Ramah Hewan, Edukasi Interaktif Jadi Daya Tarik Utama

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Klaten,(pidjar.com)– Kehadiran Pony Park Klaten (POPA) yang dijadwalkan resmi dibuka pada 28 Juni 2026 tidak hanya menawarkan destinasi wisata...

Berita Terpopuler