Peristiwa
Heboh Kemunculan Macan Loreng ke Pemukiman, Warga Sumberwungu Pasang Ember Berisi Air di Depan Rumah
Tepus,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Sejumlah warga di wilayah Desa Sumberwungu, Kecamatan Tepus beberapa waktu terakhir ini dihebohkan dengan kabar kemunculan macan loreng. Meski tidak semua melihat, namun warga percaya bahwa kemunculan macan tersebut adalah untuk mencari air. Warga di sekitar pun saat ini banyak menyediakan ember berisi air di sekitar rumah mereka ketika malam datang.
Informasi yang berhasil dihimpun, kemunculan macan tersebut biasanya terjadi sekitar sore hingga malam hari. Untuk ukuran sendiri, macan loreng tersebut diketahui berukuran seperti seekor anjing berukuran besar.
Salah seorang warga, Sunoto mengatakan, warga mempercayai di sebuah gunung di dekat wilayah mereka, ada gua yang dikenal masyarakat sebagai gua sawit. Goa tersebutlah yang menjadi sarang macan tersebut. Meski dirinya secara langsung belum pernah melihat, namun ia turut percaya akan itu.
“Di sini memang isunya beberapa waktu terakhir ada yang melihatnya di telaga-telaga untuk minum,” kata dia ketika ditemui awak media, Rabu (31/07/2019).
Menurut warga, kemunculan hewan tersebut sangatlah wajar dan logis. Sebab di gua tersebut pada zaman dahulu memang menjadi sarang macan. Mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, warga saat ini menyediakan ember berisi air di setiap depan rumah mereka.
“Kami menyediakan ember berisi air di sekitar rumah,” ujar Sunoto.
Hal senada diungkapkan oleh warga lainnya, Sulis, kabar tersebut saat ini juga santer terdengar. Dirinya juga percaya bahwa menyediakan air di ember menjadi penangkal macan menganggu manusia.
“Diberikan ember berisi air untuk mengantisipasi macan mendekat ke rumah warga,” kata Sulis.
Menurutnya, warga yang melihat secara langsung hewan tersebut memilih untuk menghindar. Masyarakat juga memilih untuk menjaga alam dan tidak memburunya.
“Warga banyak yang sadar untuk ikut menjaga keseimbangan alam,” terang dia.
Sementara itu, Karang Taruna Desa Sumberwungu, Heru memilih menanggapi dengan santai kabar kemunculan macan di wilayahnya tersebut. Menurutnya saat ini, utamanya para pemuda lebih memilih santai dan beraktifitas seperti biasa pada malam hari.
“Kalau dari muda mudi tidak ada yang takut, kita malah kalau malam keluar dan berburu,” ucapnya.
-
Uncategorized2 minggu yang laluDerita Suami Pasien Bersalin RSUD Wonosari, Bayi Meninggal, Luka Bekas Operasi Istri Bernanah Berbulan-bulan
-
Uncategorized3 minggu yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Budaya2 minggu yang laluTradisi Bukaan Kyai Cupu Panjolo, Berikut Simbol-simbol yang Muncul
-
Uncategorized2 minggu yang laluTak Ada Sengketa Pilur, Lurah Terpilih Bakal Dilantik 26 November
-
Uncategorized1 minggu yang laluKnalpot Brong Jadi Incaran Khusus Operasi Patuh Progo 2026
-
Uncategorized5 hari yang laluDiduga Bermuatan Solar Ilegal, Truk Tangki Berkapasitas Ribuan Liter Diamankan Polisi
-
Uncategorized5 hari yang laluManajer KDKMP Sudah Ditempatkan di Gunungkidul, Beberapa Kalurahan Belum Punya Gerai
-
Sosial2 minggu yang lalu9.500 Hektare Lahan Jagung di Gunungkidul Disiapkan untuk Pengembangan Energi Berbasis Hayati
-
Uncategorized2 minggu yang laluDukung Program Strategis Pemerintah, KSPSI Dorong Penguatan Pengawasan Hingga Level Bawah
-
Uncategorized2 minggu yang laluGadaikan Motor Rekannya, Seorang Pemuda Diringkus Polisi
-
Uncategorized3 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Pemerintahan4 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
