Sosial
Puluhan Ternak Dari Gombang Terpantau Telah Terlanjur Dijual ke Luar Daerah
Ponjong,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Sebelum wilayah Padukuhan Ngrejek Wetan dan Ngrejek Kulon dinyatakan wilayah suspect anthrax, puluhan ternak tercatat dijual oleh peternak setempat. Dengan demikian, sudah dipastikan hewan ternak di wilayah suspect anthrax tersebut telah menyebar bahkan ada yang dijual hingga ke Jawa Tengah.
Kepala Seksi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner DPP Gunungkidul, Retno Widyastuti mengatakan, saat didata pada 26 Desember 2019 lalu, sudah ada 26 ternak warga yang terjual. Adapun 20 diantaranyan ialah ternak jenis kambing, dan enam enam lainnya adalah sapi. Hewan ternak tersebut terlacak dijual hingga ke Jawa Tengah.
“Rinciannya ada 20 ekor kambing, di antaranya 12 ekor dijual di Pasar Siyono Playen, 8 ekor dijual di Pasar Plumbungan Karangmojo, 6 ekor di jual di Pasar Purwantoro Wonogiri, Jawa Tengah,” beber Retno, Jumat (16/01/2020).
Atas kejadian temuan anthraks ini, pihaknya meminta peternak di seluruh wilayah untuk tetap meningkatkan kewaspadaannya. Dengan kewaspadaan ini, nantinya diharapkan tidak ada penularan virus berbahaya tersebut yang lebih luas. Retno menghimbau jika ada ternak yang mati mendadak, harus segera dilaporkan.
“Jangan dikubur dulu, apalagi dikonsumsi,” imbuh Retno.
Menurut Retno, kasus penyebaran anthrax di Gunungkidul baru terjadi pada 2019 lalu. Bumi Handayani bisa dikatakan wilayah yang memang dikepung daerah yang pernah terjangkit anthrax. Antara lain seperti Kabupaten Sleman tahun 2006, Boyolali tahun 2011, Sragen tahun 2011, Pacitan tahun 2016, Kulonprogo tahun 2017, Wonogiri tahun 2019, dan pertama kali wilayah Gunungkidul tahun 2019.
“Gunungkidul bisa dikatakan korban terakhir,” ujarnya.
Pihaknya mengibaratkan, masuknya anthrax ke Gunungkidul melalui pasar bebas. Tak ada pintu lalu lintas yang digunakan untuk pemeriksaan ternak sebelum masuk ke Gunungkidul. Sehingga ternak-ternak dari kabupaten yang pernah terpapar anthrax dengan bebas tanpa ada pemeriksaan bisa masuk ke Bumi Handayani.
“Tidak bisa dipungkiri pasar-pasar kita ada spora yang dibawa hewan, bahkan bisa dibawa melalui apapun, mobil pengangkut ternak kaca, pakan dan semua bisa mudah membawa bakteri berbahaya itu,” jelas Retno.
Dikatakan Retno, bakteri spora bisa bertahan cukup lama. Yakni pada kisaran 40 hingga 80 tahun lamanya.
Sementara itu, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah, Gunungkidul Azman Latief menambahkan, dalam penanganan kasus anthraks ini, pihaknya akan mengerahkan tenaga semaksimal mungkin. Tak hanya itu, pihaknya akan segera mengatur penggunaan dana untuk mengganti ternak warga melalui Perbup.
“Dalam menangani antraks ini kita akan all out, salah satunya juga memberi ganti rugi ternak milik warga yang mati,” tandasnya.
-
Uncategorized3 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized2 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized4 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized3 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized2 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
event2 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Uncategorized4 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu149 Karya Inovatif ASN hingga Pelajar Gunungkidul Ramaikan Krenovamaskat Pelita Indah 2026
-
Uncategorized4 minggu yang lalu“Diri dan Liyan”, Ruang Perjumpaan Diri, Leluhur, dan Ingatan dalam Karya Dhewantara Manurung
-
Sosial1 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Uncategorized2 minggu yang laluSempat Terdengar Mendengkur, Pria 30 Tahun di Siraman Justru Ditemukan Tak Bernyawa
-
Pemerintahan1 minggu yang laluKekeringan Meluas, 92.055 Jiwa di Gunungkidul Terdampak Krisis Air Bersih
