Connect with us

Sosial

Rosita, Kartini Masa Kini Pengawal Penyelenggaraan Pemilu 2019

Diterbitkan

pada

Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Menjadi wanita masa kini tentu saja tidak sesulit pada era Raden Ajeng Kartini. Pada masa lalu di tengah budaya di Indonesia yang memang menempatkan wanita berderajat di bawah kaum laki-laki, Kartini harus berjuang keras untuk mendapatkan kesetaraan. Pada masa Kartini, wanita memang sebagian besar aktifitasnya dilakukan mengurusi pekerjaan rumah tangga.

Berkat perjuangan RA Kartini, dengan tidak melupakan kewajibannya sebagai wanita, para Kartini masa kini memiliki kebebasan untuk mengasah potensi yang ada pada dirinya. Mereka bebas untuk menuntut ilmu dan berkarir. Tak seperti pada masa lalu, para wanita kini tak akan mendapatkan sanksi sosial yang harus dihadapinya dalam mengembangkan potensinya. Banyak wanita yang turut membantu suami mencari nafkah, menjadi pemimpin beradaban, menjadi wakil rakyat dengan duduk di parlemen, berprofesi sebagai guru, dokter, polisi dan lain sebagainya.

Berita Lainnya  Trauma Nyaris Terjepit Reruntuhan Beton, Muhyi Pilih Tinggal di Rumah Bambu

Bahkan di tengah-tengah padatnya rangkaian Pemilihan Umum tahun 2019 ini, terdapat wanita inspiratif yang memiliki jabatan sangat penting dalam penyelenggaraan rangkaian Pemilu. Adalah wanita dengan jabatan sebagai komisioner Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Gunungkidul, Rosita. Wanita yang bertugas sebagai komisioner Divisi Pengawasan, Hubungan Masyarakat dan Hubungan Antar Lembaga di Bawaslu ini menjadi sosok penting dalam terselenggaranya Pemilu yang aman dan damai di Gunungkidul.

Kepada pidjar-com-525357.hostingersite.com, Rosita mengungkapkan bahwa di tengah tugas serta kewenangan yang disandangnya, ia sebenarnya sangat bertegang teguh pada kodratnya sebagai wanita. Memang bukan sebuah hal yang mudah bagi Rosita untuk menjalankan 2 fungsi yang sama-sama pentingnya tersebut. Ada banyak tantangan yang sangat berat, terutama dalam membagi konsentrasi dan waktunya antara ketugasan yang berat dengan mengurus keluarga.

Berita Lainnya  Abaikan Protokol Kesehatan, Warga Penerima Bantuan Sosial Berdesak-desakan di Kantor Kecamatan

“Perjuangan Raden Ajeng Kartini membawa perubahan yang kami sebagai wanita sangat terbantu, dari perempuan yang tidak bisa melakukan apapun, tidak dianggap apapun, hingga tahun 2019 ini bisa bermanfaat bagi negara, keluarga dan agama,” tutur Rosita, Senin (21/04/2019).

Besarnya kendala yang harus dihadapi oleh Rosita dalam menjalankan tugas serta tanggung jawabnya ini disebutnya justru merupakan sebuah penyemangat. Sejauh mungkin, ia berusaha untuk adil dalam membagi waktu dan konsentrasinya.

“Justru kendala-kendala tersebut menambah semangat saya, dengan dukungan dan doa suami juga orang tua. Biar bagaimanapun, saya wanita yang memiliki kodrat untuk mengurus keluarga,” lanjutnya.

Perempuan lulusan Strata 1 STITY Yogyakarta ini mengaku, pada awal ketugasannya sebagai Komisioner Bawaslu diwarnai dengan sedikit dilema. Perlahan, waktu untuk keluarganya sedikit demi sedikit terpangkas habis karena ketugasannya selama proses pesta demokrasi di Indonesia.

Berita Lainnya  Trend Mulai Berubah, 30 Kasus Bunuh Diri Terjadi di Gunungkidul Sepanjang 2020

“Di sela-sela kesibukan saya tetap berusaha maksimal untuk mewujudkan quality time dengan anak dan keluarga saya. Ya bisa dikatakan saya yang tadinya lima hari kerja, sekarang tanggal merah jadi tidak tanggal merah. Saya juga masih berusaha untuk bertanggung jawab sebagai ibu,” tutur istri Iwan Zuhri, S.PdI ini.

Dalam momen Hari Kartini ini, Rosita berpesan kepada wanita masa kini untuk tetap menyadari kodratnya. Artinya, setinggi apapun pekerjaan yang diemban, agar tetap taat kepada orang tua dan suami. Ia menekankan kepada wanita, meskipun saat ini emansipasi memberi kebebasan untuk wanita menggapai karir namun harus melakukan kewajiban sebagaimana mestinya.

“Kita tidak mungkin menjadi wanita yang dianggap sukses kalau di belakang kita tidak ada support besar, dari suami terutama,” katanya. (Ulfah Nurul Azizah)

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Pariwisata2 minggu yang lalu

Camping Syahdu di Pantai Watukodok

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul memamg menjadi gudangnya wisata alam di DIY. Bagaimana tidak, gugusan pantai selatan Kabupaten Gunungkidul menyuguhkan panorama pesisir...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Mulai Pertengahan Mei Mendatang, TPR Baron Direncanakan Hanya Layani Pembayaran Retribusi Non-Tunai

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Pemerintah Kabulaten Gunungkidul terus berbenah dalam memperkuat tata kelola retribusi yang lebih transparan, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan...

Pariwisata1 bulan yang lalu

Optimalisasi TKP Senopati, Pemkot Siapkan Pangkalan Becak dan Andong untuk Mudahkan Wisatawan

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4   Jogja,(pidjar.com)– Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta bergerak cepat menyiapkan penataan baru di kawasan Tempat...

Pariwisata2 bulan yang lalu

Wisatawan Pantai Krakal Keluhkan Bawa Tikar Sendiri Tetap Dipungut Uang Sewa, Ini Respon Dinas

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Wonosari,(pidjar.com)– Gunungkidul saat ini menjadi primadona bagi wisatawan luar daerah untuk mengisi waktu libur panjang mereka. Dalam setiap momen...

Pantai gunungkidul Pantai gunungkidul
Pariwisata3 bulan yang lalu

Menikmati Pesona Baru Pantai Sepanjang yang Memikat Wisatawan Berkunjung ke Gunungkidul

https://pidjar.com/wp-content/uploads/2026/03/VID-20260314-WA0005.mp4 Tanjungsari,(pidjar.com)– Berbicara tentang pantai di Kabupaten Gunungkidul memang tidak ada habisnya. Pasalnya, daerah ini memiliki puluhan pantai dengan keindahan...

Berita Terpopuler