fbpx
Connect with us

Pariwisata

Sebulan Jalankan Simulasi, Obyek Wisata Goa Pindul Akhirnya Resmi Dibuka

Diterbitkan

pada tanggal

Karangmojo,(pidjar.com)–Lama vakum akibat adanya pandemi covid 19, obyek wisata Goa Pindul yang berada di Kalurahan Bejiharjo, Kapanewon Karangmojo akan mulai melakukan uji coba menerima kunjungan wisatawan. Rencananya, Goa Pindul akan memulai proses uji coba pada Rabu (19/08/2020) esok. Sebanyak 10 operator telah dinyatakan siap untuk melayani pengunjung dengan menerapkan protokol kesehatan. Adapun surat rekomendasi berkaitan dengan pembukaan Goa Pindul telah diserahkan oleh Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid19 Gunungkidul yang sekaligus juga merupakan Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi pada Selasa (18/08/2020) siang tadi.

Ketua BUMDes Maju Mandiri Kalurahan Bejiharjo, Saryanto menjelaskan, dimulainya proses uji coba ini dilakukan setelah melewati proses simulasi dan sosialisasi yang sangat panjang. Pihaknya juga sekaligus melakukan upaya pemulihan kondisi psikologis untuk warga di Bejiharjo lantaran di wilayah tersebut sempat diisolasi lantaran adanya klaster pedagang ikan. Sebagaimana diketahui, obyek wisata yang juga memiliki kontribusi besar dalam pendapatan asli daerah (PAD) Gunungkidul ini memang sejak awal pandemi lalu ditutup oleh pemerintah.

Dalam prosesnya, dalam proses simulasi yang dilakukan, pihaknya melibatkan sejumlah instansi diantaranya adalah Ketua Gugus Tugas covid19 Gunungkidul, Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dinas Pariwisata dan yang lainnya. Dalam simulasi ini, pihaknya sekaligus juga merumuskan metode-metode protokol kesehatan agar nantinya obyek wisata Goa Pindul bisa aman bagi wisatawan maupun para operator yang bertugas. Jangan sampai nantinya, justru pembukaan obyek wisata ini sampai menimbulkan klaster baru dalam penularan covid19.

“Kita benar-benar lakukan simulasi yang ketat agar obyek wisata ini bisa benar-benar aman dan nyaman bagi wisatawan,” papar Saryanta, Selasa siang.

Selain simulasi, pihaknya juga menggelar sosialisasi kepada para warga Kalurahan Bejiharjo. Warga setempat sendiri menurut Saryanta memang memiliki trauma tersendiri berkaitan dengan penularan covid. Sebagian titik di kawasan padat penduduk ini memang sempat diisolasi berkaitan dengan klaster pedagang ikan yang mengakibatkan sejumlah warga Bejiharjo dinyatakan positif corona.

“Kami menggandeng sejumlah tokoh dan instansi untuk pemulihan kondisi masyarakat. Butuh waktu sebulan untuk persiapan dan simulasi sehingga kemudian bisa sampai tahap uji coba ini,” terang Sariyanto.

Beberapa hal yang menjadi catatan khusus dalam penerapan uji coba yakni pengetatan penggunaan masker, jaga jarak, dan cuci tangan bagi seluruh pengunjung yang masuk ke Pindul. Baik pengunjung, petugas operator maupun pelaku wisata lainnya juga wajib menerapkan protokol kesehatan.

Adapun juga dilakukan pembatasan kunjungan, yakni hanya sekitar 50 persen dari kapasitas biasanya atau 1.500 pengunjung. Untuk itu, dari juga diwajibkan agar menerapkan sistem reservasi terlebih dahulu. Dengan diujicobakannya Goa Pindul diharapkan mampu memulihkan kondisi masyarakat sekitar. Ekonomi dan wisata kembali bergeliat.

“Saat covid merebak dan di wilayah kita ada kluster besar tentu ada ketakutan tersendiri yang dirasakan oleh warga. Tapi sekarang semua sudah membaik dan kami siap untuk menyambut wisatawan lagi. Tapi agar semua lebih nyaman karena ada pembatasan pengunjung, kita harapkan sebelum datang untuk melakukan reservasi lagi,” jelas dia.

Beberapa obyek di kawasan Bejiharjo yang siap menyambut wisatawan dan menerapkan SOP Kesehatan diantaranya, Goa Pindul, Rafting Sungai Oya, Goa Gelatik, Goa Sriti, Telaga Mriwis Putih, Goa Kristal, Goa Srioyot , dan Bejiharjo Edupark.

“Semoga tidak sampai terjadi hal yang tidak kita inginkan,” lanjutnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Immawan Wahyudi yang menyerahkan langsung surat rekomendasi berkaitan dengan dimulainya proses uji coba pembukaan obyek wisata di Goa Pindul berharap agar seluruh stake holder pariwisata di Goa Pindul bisa benar-benar serius dalam penerapan protokol kesehatan ini. Hal ini sangat penting agar nantinya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti misalnya penularan covid19.

“Dengan penerapan protokol kesehatan secara disiplin, Insya Allah semua bisa aman,” tandas Immawan.

Immawan juga berharap bahwa dengan dibukanya keran pariwisata di kawasan wisata Goa Pindul ini bisa kembali menggerakan roda perekonomian di kawasan itu. Ia sangat menyadari bahwa ada sebagian masyarakat yang memang sangat menggantungkan nafkah dari pariwisata. Sehingga selama obyek wisata ini ditutup, tentunya ada banyak sekali warga yang merasakan dampaknya.

“Ini dampaknya memang multiplier, ada banyak sektor yang terdampak. Mari bersama kita disiplin sehingga semua bisa kembali mencari nafkah lagi,” ucapnya.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler