Pemerintahan
Pemerintah DIY Segera Lanjutkan Pembangunan Jalur Alternatif di Kawasan Utara
Patuk,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pembangunan jalur alternatif Gunungkidul-Sleman di kawasan utara rencananya akan dilanjutkan tahun 2021 mendatang. Dalam pengerjaan ruas jalan baru ini ada beberapa skema yang diterapkan oleh pemerintah. Meski merupakan ranah pemerintah provinsi, dari Pemkab Gunungkidul juga ikut dalam pemantauan dan lainnya.
Adapun nantinya pembangunan jalan Ngalang-Ngoro-oro-Gayamharjo ini akan terbagi dalam lima ruas pengerjaan. Titik pertama menghubungkan Ngoro-Oro Kedungkandang, kemudian Kedungkandang-Kepil, Kepil-Bobung, Bobung-Ngalang 1, dan terakhir Karanganyar-simpang 4 SMP Negeri 1 Gedangsari.
Kepala Seksi Pemeliharaan Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Gunungkidul, Wadiyana mengatakan komunikasi dengan pemda DIY telah dilakukan. Kendati demikian, pemkab tidak begitu terlibat dalam pembangunan jalur ini, mengingat pembangunan merupakan ranah dari pemda DIY.
“Dalam pelaksanaannya tidak dilakukan secara bersamaan. Ada tahapannya untuk panjang jalan sendiri sekitar 10 kilometer,” kata Wadiyono.
Persiapan telah dilakukan, dimungkinkan secara keseluruhan jalur alternatif ini akan rampung pada 2022 mendatang. Disesuaikan dengan kondisi yang ada.

Dalam pembangunan jalur anyar ini juga akan fibangun jembatan untuk lebih memudahkan akses. Rencananya ada 5 jembatan yang di bangun di jalur itu. 2 jembatan di ruas Kedungkandang-Bobung dengan panjang 200 meter, 1 jembatan di ruas Bobung-kepil.
Tiga jembatan kecil lainnya juga akan dibangun di ruas lainnya dengan panjang kurang lebih 70 meter. Pembangunan jalan di kawasan utara diharapkan dapat memudahkan masyarakat bermobilitas, kemudian juga menghidupkan ekonomi masyarakat mengingat jalur ini sangat strategis untuk menghubungkan 2 kabupaten yang memiliki destinasi wisata unggulan.
“Perkembangan selanjutnya tentu itu menunggu dari provinsi,” tambahnya.
Kepala Kundha Niti Mandala Sarta Tata Sasana (Dinas Pertanahan dan Tata Ruang) Gunungkidul, Winaryo mengungkapkan untuk menunjang pembangunan pihaknya telah melakukan pembebasan lahan sekitar 25 hektare dengan rincian 671 bidang tanah. Pembebasan lahan itu menggunakan anggaran 105 miliar rupiah.
“Untuk pembebasan lahan sudah dilakukan tahun lalu dan tinggal menunggu pembangujan fisik yang dilakukan oleh pemda DIY,” ujar Winaryo.
-
Kriminal3 minggu yang laluDisiksa Dari Dipukuli Hingga Lukanya Dilumuri Garam, Remaja 17 Tahun Mengaku Sempat Diancam Ditembak Oknum
-
Peristiwa3 minggu yang laluPerempuan Muda di Ponjong Ditemukan Meninggal Dunia dengan Seutas Tali Dipohon
-
Sosial2 minggu yang laluKisah Sedih Andheng Pasca Kecelakaan, Saat di RS Nurohmah Hanya Dijahit Telinga, Ternyata Patah Tulang Belakang dan Terancam Lumpuh
-
Uncategorized2 minggu yang laluMBG Libur, Harga Sembako Mulai Turun Drastis
-
Pemerintahan2 minggu yang laluDinas Bongkar Upaya Kecurangan Pendaftar SMP N 1 Wonosari, Dari ASN Manipulasi Data Bansos Hingga Gunakan Sertifikat Palsu
-
Uncategorized3 minggu yang laluHeboh Bola Api Berekor Panjang Melintas di Langit Gunungkidul, Warga Kaitkan dengan Pulung Gantung Jelang Bulan Suro
-
Peristiwa3 minggu yang laluDalam Posisi Terduduk, Lansia 81 Tahun Ditemukan Gantung Diri di Belakang Rumah
-
Peristiwa2 minggu yang laluRS Nur Rohmah “Cuek” di Tengah Operasi-operasi Yang Harus Dijalani Andheng, Keluarga Pilih Tempuh Jalur Hukum
-
Uncategorized4 minggu yang laluCetak Sejarah di Moto3, Veda Dapat Hadiah Mobil Impian Dari Konglomerat
-
Peristiwa3 minggu yang laluDiserempet Pemotor Tak Dikenal di Baleharjo, Pemotor Wanita Luka Parah Terjun ke Tegalan
-
Hukum4 minggu yang laluNekat Posting Motor Curian di Facebook, Pemuda Ditangkap Polisi Nyamar
-
Pemerintahan2 minggu yang laluRatusan Warga Gunungkidul Terjangkit Penyakit Menular Mematikan Ini
