fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Anggarkan 700 Juta Untuk Dropping, Pemerintah Mulai Siapkan Antisipasi Bencana Kekeringan

Diterbitkan

pada tanggal

Wonosari,(pidjar.com)–Kabupaten Gunungkidul telah memasuki musim kemarau sejak akhir bulan April lalu. Kendati demikian, pada beberapa hari terakhir, hujan deras masih turun di sejumlah titik. Saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul telah mulai melakukan persiapan untuk mengatasi bencana kekeringan yang memang telah menjadi langganan tahunan. Seperti diantaranya adalah menggelar rapat koordinasi dengan camat-camat telah dilakukan untuk mengetahui kondisi yang terjadi di masing-masing wilayah. Diketahui dalam pertemuan ini, dampak kekeringan telah agak dirasakan di sejumlah titik.

Kepala BPBD Gunungkidul, Edy Basuki mengatakan, pada Jumat (29/05/2020) pagi tadi pihaknya telah melakukan koordinasi dengan kecamatan. Hasilnya, kecamatan bersama pemerintah desa masih akan melakukan pemetaan dan pendataan wilayah yang mengalami kekeringan. Saat ini belum ada laporan mengenai wilayah yang benar-benar terdampak kekeringan parah, mengingat hujan masih sering terjadi.

Berita Lainnya  Banyak LPJU Tak Berfungsi, Dinas Janji Selesaikan Sebelum Libur Nataru

“Sebagian wilayah Panggang sudah terasa tapi belum terlalu terdampak,” kata Edy Basuki.

Selanjutnya, dari pemetaan lapangan ini, padukuhan dan desa baru bisa melakukan pengajuan dropping air ke BPBD Gunungkidul. Dari BPBD telah menyiapkan anggaran sekitar 700 juta rupiah untuk penanggulangan kekeringan di tahun 2020 ini.

“Kita juga minta data layanan dari PDAM nanti dikroscek dan disinkronkan dengan data desa,” jelasnya.

Sementara itu, Camat Panggang, Winarno menuturkan, dalam waktu dekat ini pihaknya akan segera melakukan rapat dengan desa untuk melakukan pemetaan wilayah yang sudah mengalami kekeringan. Meski telah memasuki musim kemarau, kekeringan sendiri masih belum begitu dirasakan oleh warga mengingat masih sering terjadi hujan.

“Masih belum ada laporan. Ya sebangian memang merasakan tapi masih aman,”kata dia.

Biasanya untuk pengajuan droping air di kecamatan Panggang diajukan sekitar akhir Juni atau awal Juli. Untuk bulan-bulan seperti sekarang, kebutuhan air masih mencukupi baik dari tampungan warga maupun sumber lain yang dimiliki.

Berita Lainnya  Perayaan Rasul Bakal Makin Meriah, Tiap Desa Dapat Bantuan 10 Juta

“Ini masih rapat dengan BPBD membahas mengenai penanggulangan kekeringan,” tambahnya.

Terpisah, Camat Rongkop, Agung Danarto menambahkan, beberapa hari terakhir hujan mengguyur wilayah Rongkop sangat membantu warganya. Hujan yang terjadi ini membuat persediaan air masyarakat masih tergolong aman. Namun demikian, segala sesuatu telah dipersiapkan sejak awal. Selepas adanya rapat dengan pemkab, nanti kecamatan akan melakukan tindak lanjut.

“Wilayah kami memang sering menjadi titik kekeringan, nanti akan ditindak lanjuti setelah adanya keputusan. Kalau sejauh ini belum ada laporan desa mana yang mulai kekeringan,” tutupnya.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler