fbpx
Connect with us

Peristiwa

Sejumlah Pemilik Usaha Pinggir Jalan Jogja Wonosari Jadi Korban Penipuan

Diterbitkan

pada

BDG

Wonosari,(pidjar.com)– Kasus penipuan tengah marak terjadi di Gunungkidul, bahkan mengatasnamakan Kementerian PUPR Bina Marga Balai Besar Jalan Nasional. Modusnya yaitu perizinan Analisis dampak lalu lintas (Andalalin). Korban penipuan dengan modus ini pun mengalami kerugian hingga jutaan rupiah.

Salah satu pemilik resto Kalurahan Logandeng, Warsidi menceritakan, konologi penipuan berawal dari Jumat (1/12/2023) lalu yang dirinya tiba-tiba mendapatkan pesan singkat melalui WhatssApp dari nomor +62 856-1921-601. Dimana nomor ini memperkenalkan diri sebagai Wafi Yahya Fauzan Musadad dari Bina Marga Balai Besar Jalan Nasional.

Nomor tersebut kemudian menawarkan Andalalin agar dilakukan pembukaan jalan ke arah restoran. Sebab, akan dilakukan pelebaran jalan kanan-kiri sebesar 1 meter. Nomor tersebut menawari pengurusan Andalalin ini akan diurus secara kolektif atau mengurus secara mandiri. Dengan berbagai pertimbangan, Warsidi pun membalas agar kepengurusan Andalalin secara kolektif.

Berita Lainnya  Pengemudi Latihan Seruduk Motor dan Sepeda, 2 Orang Opname di Rumah Sakit

“Karena itu, pasti kami memiliki kepentingan agar ada bukaan atau U-turn, supaya pelanggan dari arah barat tetap bisa masuk (ke restoran). Di situ, si penipu juga meyakinkan dengan mengirimkan beberapa gambar yang menunjukkan Andalalin itu. Kemudian, meminta mau diurus pribadi atau kolektif, lalu saya minta kolektif saja, supaya tidak repot,” ucap dia.

Kemudian di tanggal 4 Desember kemarin, nomor tersebut kembali menghubunginya. Dimana pelaku mengatakan proses perizinan Andalalin sudah mulai berproses. Untuk itu, Warsidi diminta untuk membayarkan biaya pengurusan sebesar Rp 1.750.000. Ia kemudian mentransfer sejumlah uang pada nomor rekening yang telah dikirim.

Selang beberapa jam kemudian, pemilik nomor tersebut kembali menghubungi Warsidi dan meminta tambahan biaya agar ditransfer. Barulah ia merasa curiga dengan apa yang dialami dan kemudian melakukan konfirmasi ke pihak-pihak terkait.

Berita Lainnya  Selendang Terlilit Gir Motor, Juminten Tewas Terbanting ke Aspal

“Sorenya dia kembali meminta tambahan, katanya untuk lampu perlu tambahan biaya. Dari situ saya merasa curiga kemudian konfirmasi ke forum dan tanya ke teman yang ada di PUPR. Terngata nama tersebut tidak ada,” sambung dia.

Lebih lanjut ia mengatakan, beberapa temannya di perhimpunan pengusaha ternyata juga menjadi korban penipuan dengan modus yang sama. Bahkan, ada yang diajak untuk bertemu secara langsung dijanjikan untuk survei.

“Ternyata banyak korbannya, lebih dari 5 orang. Ada juga teman satu orang sudah mengirimkan uang juga, untuk nominalnya kurang lebih sama seperti saya tadi,”ucapnya.

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Gunungkidul, Sunyoto mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan informasi dan laporan dari beberapa anggotanya berkaitan dengan pebipuan yang tengah marak terjadi ini. Ada dua anggota PHRI yang menjadi korban penipuan.

Berita Lainnya  Suhu Udara Siang Hari Mencapai 32 Derajat Celcius, Ini Penyebabnya

“Sudah ada dua yang melaporkan. Ada yang kena (tipu) Rp1,7 juta dan Rp2 jutaaa. Ini sudah rencana akan dilaporkan ke pihak kepolisian,”ucap Sunyoto.

Untuk mengantisipasi kejadian yang sama. Dirinya mengimbau kepada semua pihak agar selalu waspada terhadap tindakan penipuan apalagi meminta bayaran berupa uang.

“Dulu sudah pernah ada modus seperti ini, saya juga mengalami namun tidak sampai mengirimkan uang. Modus seperti ini menargetkan resto dan hotel yang berada di pinggir jalan besar. Maka dari itu, kami menghimbau agar lebih hati-hati dan melakukan konfirmasi ke instansi terkait bila ada hal-hal yang jangal,” tutupnya.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler