fbpx
Connect with us

Pemerintahan

Penjelasan DLH Gunungkidul Terkait Hasil Uji Lab Limbah Cair di Pantai Krakal dan Slili

Diterbitkan

pada

BDG

Wonosari,(pidjar.com)– Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul telah menerima hasil uji laboratorium sampel air laut dan gumpalan limbah berwarna hitam yamg sempat ditemukan di Pantai Krakal dan Pantai Slili beberapa pekan lalu. Ada dua hal yang kemudian di soroti oleh DLH.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul, Harry Sukmono mengatakan, dari hasil uji laboratorium yang dilakukan pada sampel yang diambil terdapat dua parameter yang melebihi baku mutu yaitu Biological Oxygen Demand (BOD) dan unsur Fenol.

“Hasil labnya sudah keluar bahwa ada dua parameter yang melebihi baku mutu, yaitu BOD, Biological Oxygen Demand sama unsul fenol,” ucap Harry, Selasa (24/10/2023).

“Untuk temuan itu saya belum tahu itu dari material apa namun yang pasti pada hasil uji laboratorium 2 parameter ini melebihi ambang batas. Saya juga tidak bisa menjustifikasi,” jelas dia

Lebih lanjut ia mengatakan, Fenol ini memiliki sifat asam, hasil ujinya huga menunjukkan tingkat kepekatannya tinggi. BOD adalah kondisi oksigen yang dibutuhkan oleh microorganizme untuk mengurai larutan-larutan organik yang ada.

Berita Lainnya  Belasan Gelandangan, Pengamen dan Anak Punk Terjaring Razia Satpol PP

“Yang menyebabkan kematian biota laut pada saat itu saya tidak tahu. Ada material anorganik yang masuk kesitu atau gimana. Sumber limbah itu dari mana saya juga belum ngerti (tahu),” imbuhnya.

Ia mengatakan untuk saat ini kondisi Pantai Krakal dan Slili sudah baik dan aman untuk kunjungan wisatawan. Sebab temuan limbah berwarna hitam dan pada saat itu ada bau mirip oli dan solar hanya berlangsung 3 hari dan kemudian langsung dibersihkan oleh petugas DLH maupun tim SAR.

“Kalau sekarang sudah tidak ada, sebab pada saat itu terus kami pantau dan hanya 3 hari saja kok,” sambungnya.

“Aman untuk kunjungan wisatawan,” tutup dia.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler