fbpx
Connect with us

Pendidikan

Sempat Gunakan HT Untuk Belajar Online, Siswa SD Terpencil Ini Akhirnya Diizinkan Masuk Sekolah

Published

on

Ngawen,(pidjar.com)–Sudah lebih dari setahun ini, para siswa di bangku sekolah tak bisa menerima proses pembelajaran langsung di sekolah karena adanya pandemi covid19. Selama ini, para siswa hanya bisa melaksanakan metode pembelajaran online. Di Gunungkidul sendiri, pemerintah mulai menjajaki kemungkinan untuk kembali menerapkan pembelajaran langsung di sekolah, meski tentunya dengan prosedur kesehatan yang ketat. Namun hingga saat ini, masih belum ada kejelasan berkaitan dengan pelaksanaan metode belajar di sekolah ini secara umum.

Dari sekian banyak sekolah yang terpaksa harus meniadakan kegiatan belajar mengajar, SD Negeri Gunung Gambar saat ini telah mendapatkan izin untuk melaksanakan kegiatan di sekolah. Ada berbagai macam pertimbangan yang membuat akhirnya Disdikpora Gunungkidul memberikan kelonggaran kepada SD Negeri Gunung Gambar. Salah satunya adalah sulitnya sinyal internet di sekitar lokasi sekolah yang memang cukup terpencil ini.

Kepala SDN Gunung Gambar, Purno Jayusman menjelaskan, kondisi sekolahnya yang berada di bukit terjal memamg sangat sulit sekali sinyal. Siswa-siswinya juga rerata berasal dari sekitar sekolah. Akses sinyal internet yang sulit ini tentunya sangat berpengaruh terhadap penerapan metode belajar online yang memang menjadikan koneksi internet menjadi andalan utama.

“Memang di sini banyak wilayah blankspot, jadi pembelajaran daring selama satu tahun ini cukup menyulitkan kami,” ujar Jayus, Sabtu (22/05/2021).

Ditambahkannya, dengan kendala berat tersebut, pihaknya sempat menerapkan berbagai macam metode guna menyiasati agar pembelajaran online tetap bisa diterima oleh siswanya. Ia bersama para guru berinovasi dengan menggunakan HT dalam pelaksanaan pembelajaran daring. Dengan telaten, para guru memberikan panduan-panduan kepada siswa melalui HT tersebut. Meski berjalan, namun ia mengakui bahwa penggunaan HT dalam pembelajaran online ini memiliki banyak kendala.

“Yang seharusnya materi selesai setengah hari ya jadi lebih lama karena sinyal itu, makanya kemarin HT jadi solusi untuk mendampingi belajar siswa supaya mereka bisa tetap bisa belajar,” tutur dia.

Sejumlah kendala ini membuat Jayus dan jajarannya harus memutar otak mencari solusi. Hal ini juga dilandasi ketercapaian materi pemebelajaran para siswa.

“Kami melihat zona sebaran covid19 dan melakukan diskusi bersama guru, wali murid dan komite sekolah untuk mencari solusi. Kami akhirnya sepakat melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan prokes ketat,” katanya.

Sarana dan pra sarana pun sudah disiapkan mulai dari fasilitas cuci tangan, masker dan mengatur jarak siswa. Adapun pembelajaran sendiri dilakukan tiga kali dalam seminggu.

“Wali murid juga kami minta untuk melaporkan jika ada keluarga datang dari luar kota, kemudian para siswa kami beri izin untuk karantina 14 hari,” papar Jayus.

Bak gayung yang bersambut, upayanya ini diberi izin oleh Pemkab Gunungkidul. Bahkan belum lama ini Bupati datang untuk meninjau fasilitas kesehatan di sekolah tersebut.

“Karena kondisinya masih blankspot maka dari itu kami diberikan izin untuk belajar tatap muka,” tuturnya.

Advertisement
Advertisement

Facebook Pages

Advertisement

Pariwisata

Berita Terpopuler