Pemerintahan
Sempat Mangkrak Terdampak Badai Cempaka, Bribin II Akan Kembali Diaktifkan
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Balai Besar Wilayah Serayu Opak (BBWSO) berencana akan mengaktifkan kembali Bribin II yang terletak di Padukuhan Sindon, Kalurahan Dadapayu, Kapanewon Semanu. Adapun Bribin II ini sempat selama beberapa waktu mangkrak. Dana besar tengah dipersiapkan untuk menunjang pengaktifan kembali sumber air yang sempat disebut sebagai salah satu yang terbesar di Gunungkidul. Sebagai langkah pembuka beberapa waktu lalu ada tim penyelam TNI AL dari Dinas Penyelaman dan Peyelamatan Bawah Air (Dislambair) Koarmada II melakukan survei dan pendataan di bendungan sungai bawah tanah ini.
Direktur Utama PDAM Tirta Handayani Gunungkidul Toto Sugiharta menuturkan, beberapa hari lalu tim telah melakukan penyelaman dan pengecekan sedimen, pipa pelimpah dan kondisi bendungan terkini. Adapun kegiatan ini merupakan kegiatan dari BBWSO yang berencana akan melakukan pengaktifan kembali Bribin II.
Menurutnya dengan pengerjaan fisik bendungan Bribin II ini akan dimulai pada 2022 mendatang. Pada tahun ini, tahapan yang akan dilalui adalah redesign. Hal ini untuk mengetahui kondisi Bribin sekarang termasuk apa saja yang perlu dibenahi dan ditambah agar nantinya bisa kembali diaktifkan.
“Hasil pengecekan dan penyelaman kemarin menjadi bahan evaluasi untuk pembahasan redesign dan penentu dalam pengerjaan fisik di tahun 2022 mendatang,” ucap Toto, Kamis (12/07/2021).
Dengan adanya upaya pengaktifan kembali Bribin II ini, diharapkan bisa memulihkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam hal pemenuhan air.

“Harapannya demikian, pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,”jelasnya.
Menurut Toto, bendungan Bribin II mulai tidak aktif sejak tahun 2017 lalu karena terdampak badai cempaka yaitu hilangnya debit air kurang lebih 40 Lps. Kondisi ini berdampak pada adanya ganggunan pelayanan air di sejumlah kapanewon mulai dari Tepus, Rongkop, dan Girisubo.
Sebagai informasi, kondisi geomorfologi sebagian besar wilayah Kabupaten Gunungkidul sendiri adalah daerah Karst. Adapun ciri-cirinya minim sungai permukaan dan berkembangnya jalur sungai bawah permukaan. Pada setiap kemarau, wilayah karst pegunungan seribu selalu mengalami kekeringan.
Kekeringan sendiri diakibatkan karena langkanya air permukaan. Hasil survei McDonald and Partners tahun 1970-an, diketahui ada pola aliran sungai bawah tanah dengan potensi debit yang sangat besar. Wilayah ini meliputi Seropan, Bribun, Baron, dan Ngobaran.
Pada saat itu tahun 1992-1996 telah dibangun sistem penyediaan air baku Bribin I menggunakan sistem pemompaan dan pipanisasi untuk menyuplai air baku bagi 75.000 jiwa di wilayah selatan Kabupaten Gunungkidul.
Dengan sistem pemompaan, biaya operasional dan pemeliharaan setiap tahun selalu mengalami kenaikan sehingga biaya produksi air per meter kubik menjadi sangat mahal.
-
Uncategorized4 minggu yang laluTak Ikut Aksi di Istana, PPPK Gunungkidul Tetap Serukan Desakan Kepastian Status Kontrak
-
Uncategorized3 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluTolak Tawaran Uang Damai, Korban Penganiayaan Brutal Oknum Pesilat Bersikukuh Tak Cabut Laporan
-
Uncategorized4 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized2 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu7 Hektare Lahan Jati di Bodoyo Terbakar
-
Uncategorized4 minggu yang laluTabrakan di Jalan Lingkar Utara Piyaman, Pelajar 17 Tahun Tewas di Lokasi
-
Uncategorized4 minggu yang laluPilur Serentak Gunungkidul, 2 Kalurahan Ajukan Seleksi Tambahan
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized4 minggu yang laluKecelakaan Maut di Ponjong, Pengendara Vega Meninggal Usai Tabrakan dengan Karimun
-
Uncategorized2 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
