Pariwisata
Sensasi Berbeda Pantai Kesirat, Menikmati Lautan Lepas Dari Atas Bukit Tanpa Beton Investor
Panggang,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Pariwisata Gunungkidul, khususnya di kawasan pantai selatan telah berkembang dengan sangat pesat. Destinasi wisata alam yang sangat indah, membuat tingkat kunjungan sendiri mencapai jutaan wisatawan per tahunnya. Di kawasan pantai sendiri, mulai terjadi pergeseran trend menikmati lautan lepas dengan masuknya sejumlah investor besar.
Kawasan perbukitan dengan view laut terus dibidik oleh kalangan investor untuk dijadikan kawasan wisata buatan. Skema ini sendiri terhitung cukup berhasil lantaran destinasi-destinasi wisatawa semacam ini terus dibludaki oleh pengunjung. Namun lantaran pengelolaannya dilakukan oleh investor, tentunya untuk bisa menikmati fasilitas semacam ini tidak gratis.
Di tengah serbuan para investor, di Gunungkidul sendiri masih ada lokasi perbukitan dengan view lautan lepas yang alami. Adalah Pantai Kesirat yang terletak di Kalurahan Girikarto, Kapanewon Panggang.
Pantai Kesirat memang cukup unik dan berbeda dengan pantai-pantai yang ada di Gunungkidul. Pantai Kesirat merupakan pantai bertipe tebing karang di mana tidak ada pasir putih. Tentunya, menikmati panorama semacam ini menjanjikan sensasi tersendiri. Rerumputan yang masih subur dan bersih menambah keasrian Pantai Kesirat.
Hal yang paling menarik dari pantai yang masih alami ini, terlihat banyak monyet yang bersembunyi di balik pohon-pohon di sekitar akses jalan menuju pantai. Sepanjang perjalanan, wisatawan akan disuguhi aroma dan pemandangan khas lautan.
Ombak laut yang menghampiri memang tak bisa dirasakan menghempasi di kaki atau tubuh. Pengunjung hanya dapat menikmati suara deburan ombak dan kemudian terpecah oleh karang. Pantai ini menjadi salah satu pantai idola untuk bercamping. Pasalnya dataran tebing yang tak bergelombang dan hijau menggugah minat pengunjung untuk berlama-lama di obyek wisata ini.
Ada banyak spot dan kegiatan yang bisa dilakukan di pantai Kesirat. Mulai dari camping, menikmati indahnya mata hari tenggelam, bermain dengan alam, memancing, hingga pada malam harinya jika cuaca mendukung bisa menikmati gelapnya langit yang dihiasi dengan bintang-bintang yang indah. Tempat ini memang menjadi favorit anak muda untuk menghabiskan waktu bersama rekan-rekannya.
Yang paling menarik dan menjadi ikon Pantai Kesirat sendiri adalah adanya satu pohon yang disebut dengan pohon abadi. Di mana pohon tersebut selalu menjadi sasaran foto para wisatawan.
Menikmati pantai Kesirat ini memang paling asik di sore hari. Di mana dari pantai tersebut dapat melihat matahari tenggelam yang sangat indah.
Salah seorang pengunjung Pantai Kesirat, Eka (21) mengungkapkan, sensasi berkunjung ke Pantai Kesirat sendiri memang sangat khas dan berbeda. Ia sendiri menikmati perjalan mendaki bukit yang memberikan pengalaman indah baginya.
Eka juga mengungkapkan bahwa jauhnya perjalanan terbayarkan dengan keindahan yang didapat di Pantai tersebut. Tertambah dengan suasana yang begitu asri dan tenang dengan suara deburan ombak yang sangat menenangkan.
“Yang jelas nggak berisik, kita bisa healing sehealingnya di pantai ini. Duduk-duduk sambil menikmati keindahan alam dan sesekali merenung menjadi sensasi tersendiri,” papar dia.
“Sangat terbayarkan sekali lelahnya, pemandangannya bagus sekali. Apalagi kalau ke sini sore hari, bisa lihat sunset,” imbuhnya.
Untuk bisa masuk ke kawasan Pantai Kesirat sendiri juga sangat terjangkau. Pengunjung cukup membayar biaya parkir yang berkisar di antara 2.000 hingga 5.000 rupiah saja.
“Ya kalau ingin menyepi dan menikmati laut dari atas dengan sensasi alami, ya di sini tempatnya,” tutur dia.
-
Uncategorized4 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized2 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized4 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
event3 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Sosial2 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Uncategorized4 minggu yang laluPemkab Gunungkidul Mulai Gunakan BTT Rp1,3 Miliar untuk Atasi Kekeringan
-
Uncategorized4 minggu yang lalu149 Karya Inovatif ASN hingga Pelajar Gunungkidul Ramaikan Krenovamaskat Pelita Indah 2026
-
Uncategorized4 minggu yang lalu“Diri dan Liyan”, Ruang Perjumpaan Diri, Leluhur, dan Ingatan dalam Karya Dhewantara Manurung
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Terdengar Mendengkur, Pria 30 Tahun di Siraman Justru Ditemukan Tak Bernyawa
-
Pemerintahan2 minggu yang laluKekeringan Meluas, 92.055 Jiwa di Gunungkidul Terdampak Krisis Air Bersih
