fbpx
Connect with us

Pariwisata

Pusingnya Anggota PHRI Omset Tinggal 20% Pasca Penerapan PPKM Level 4

Diterbitkan

pada

Semanu,(pidjar.com)–Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Gunungkidul menyelenggarakan Rapat Kerja pada Senin (14/03/2022). Adapun kegiatan ini untuk memperat kolaborasi antsra PHRI, asosiasi lain dan pemerintah dalam meningkatkan kunjungan wisatawan di tengah kondisi pandemi yang tak kunjung usai. Selain itu juga, pertemuan ini adalah untuk menentukan langkah jika nantinya covid19 tekah ditetapkan sebagai endemi.

Sekjen PHRI DIY, Herman Tony mengungkapkan pandemi covid19 yang terjadi 2 tahun ini menjadi pukulan tersendiri bagi masyarakat termasuk anggota PHRI. Belum lama ini, pemerintah sudah menerapkan PPKM level 3, dengan demikian perekonomian dan kegiatan pariwisata berangsur meningkat dari yang sebelumnya tidak ada kegiatan sama sekali.

Namun seiring perkembangan kondisi yang ada, sekarang kasus kembali meningkat dan pemerintah kembali menerapkan PPKM level 4 yang kembali berdampak pada kegiatan pariwisata meskipun pemerintah tidak menerapkan penutupan obyek wisata. Anggota PHRI sendiri harus berputar otak agar kegiatan pariwisata bisa tetap berjalan.

Berita Lainnya  Dinkes Gunungkidul Sebut Penyebaran HIV/Aids Dipicu Adanya LGBT

“Dua tahun lalu sama sekali tidak ada kegiatan wisata, kondisi berangsur membaik kegiatan pariwisata pun mulai sedikit berjalan. Dari yang semula 0 kegiatan naik sekitar 60 persen aktifitasnya, nah sekarang ini pemerintah kembali menerapkan PPKM level 4 kondisi ini kembali menurunkan aktifitas yang sangat signifikan hanya tinggal 20 persen saja,” terang dia.

Menurutnya, saat ini reservasi yang telah dilakukan oleh calon-calon wisatawan banyak yang dibatalkan atau diubah waktunya. Hal ini menjadikan para pengusaha mengalami penurunan omzet. Dalam rakercab ini para anggota PHRI membahas mengenai langkah yang tepat untuk meningkatkan kunjungan wisatawan di tengah pandemi.

“Sekarang ini sudah bukan pemulihan lagi, melainkan bangkit yang harus dilakukan agar perekonomian segera pulih. Rapat kerja ini untuk membahas kegiatan setahun ke depan,” ucap Herman.

Sementara itu, Ketua BPC PHRI Gunungkidul, Sunyoto menambahkan, ada beberapa hal yang menjadi pembahasan dalam rapat kerja ini. Diantaranya, PHRI akan berupaya melakukan promosi wisata dengan menggandeng biro perjalanan untuk masuk ke Gunungkidul. Dengan begitu, kunjungan wisata akan meningkat, perputaran uang perlahan akan meningkat dan kondisi ekonomi masyarakat serta PHRI juga akan berangsur pulih di tengah gempuran pandemi yang tidak kunjung usai.

Berita Lainnya  Ada Riwayat Penyakit Jantung, Lansia Positif Covid 19 Meninggal Dunia

“Kerjasama atau kolaborasi dengan asosiasi lain dan pemerintah akan lebih diintensifkan kembali. Dengan begitu jaringan akan semakin kuat,” papar Sunyoto.

Dalam rapat ini, juga dilakukan pembahasan untuk penambahan divisi yang berkaitan dengan teknologi dan informasi. Sehingga promosi-promosi secara online menggunakan media massa, media sosial dan lainnya akan lebih mudah dan luas. Mengingat sekarang ini medsos dan teknologi perkembangan serta jangkauannya begitu luas. Adapun hasil Rakercab ini akan dijadikan bahan pada Rakerda PHRI yang akan di laksanakan November mendatang.

Menurut Sunyata, kebijakan pemerintah sendiri menjadi satu hal yang sangat berpengaruh terhadap kelangsungan usaha para anggota PHRI. Ia berharap dalam kondisi semacam ini, pemerintah tetap memberikan kelonggaran terhadap mobilitas masyarakat yang nantinya akan berdampak kepada kunjungan wisata.

Berita Lainnya  Persempit Ruang Gerak Terorisme dan Paham Radikal, Kapolda Minta Masyarakat Aktif Lakukan Deteksi Dini

Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengatakan, pandemi menjadi tantangan berat bagi pengelola hotel dan restoran di Gunungkidul. Dengan adanya kelonggaran tetap dibukanya sejumlah destinasi wisata dapat memberikan dampak baik bagi PHRI. Ia juga menekankan pada pelaku usaha ini agar tetap taat membayarkan pajak mereka.

Iklan
Iklan

Facebook Pages

Iklan

Pariwisata

Berita Terpopuler