Uncategorized
Serangan Hewan Liar Kembali Terjadi di Gunungkidul, 15 Ternak Dilaporkan Mati
Wonosari,(pidjar.com)– Masyarakat Kabupaten Gunungkidul diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi serangan hewan buas terhadap ternak. Fenomena tersebut dinilai rawan terjadi saat musim kemarau, adapun mayoritas ternak yang diserang adalah ternak yang di kandangkan di ladang yang lokasinya cukup jauh dari permukiman.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Gunungkidul, Rismiyadi, mengatakan selain serangan monyet ekor panjang (MEP), ancaman terhadap ternak masyarakat juga perlu menjadi perhatian.
“Musim kemarau tahun 2026 ini, selain serangan monyet ekor panjang yang perlu diwaspadai, ada juga kerawanan serangan hewan buas terhadap ternak milik masyarakat,” kata Rismiyadi, Minggu (23/8/2026).
Berdasarkan data yang dihimpun DPP Gunungkidul, sepanjang Juli hingga Agustus 2026 tercatat sedikitnya delapan kejadian serangan hewan buas. Dari kejadian tersebut, sebanyak 15 ekor ternak dilaporkan mati dalam kondisi mengenaskan.
Rismiyadi menjelaskan, ternak yang menjadi korban umumnya ditemukan mengalami luka cukup parah. Beberapa di antaranya terdapat luka cabikan pada bagian perut hingga isi perut keluar, serta bekas gigitan.

“Yang terlaporkan mengalami kejadian tersebut antara lain Kapanewon Girisubo dan Tepus. Kasus serupa juga belum lama ini dilaporkan terjadi di wilayah Kapanewon Playen pada 4 Agustus 2026 lalu ada 1 kambing dan 1 menthok,” jelasnya.
Sedangkan di tahun 2025 lalu, tercatat 10 ekor ternak mati akibat serangan, sementara sembilan ekor lainnya mengalami luka. Untuk saat ini pihaknya terus berkoordinasi dengan Puskeswan jika nantinya ada informasi di lapangan untuk dapat segera ditindak lanjuti pemeriksaan atau pengecekan.
Dengan adanya kejadian seperti ini, pihaknya mengimbau masyarakat untuk meningkatkan pengamanan, terutama selama musim kemarau. Ternak yang selama ini dipelihara di ladang atau lokasi yang jauh dari rumah disarankan untuk sementara dikandangkan di sekitar permukiman.
“Kalau memungkinkan, ternak yang berada di ladang untuk sementara dikandangkan di sekitar rumah. Ini untuk memudahkan pengawasan dan mengurangi risiko serangan,” jelasnya.
DPP Gunungkidul juga mengingatkan masyarakat agar segera melaporkan apabila menemukan ternak dengan kondisi luka tidak wajar atau terdapat indikasi serangan hewan buas.
Langkah ini diperlukan untuk mengetahui pola kejadian sekaligus meningkatkan kewaspadaan di wilayah yang memiliki potensi serangan.
-
Uncategorized3 minggu yang laluAdu Banteng Dua Motor di Wonosari, Dua Pengendara M3nIngg4l di TKP
-
Uncategorized4 minggu yang laluSiaga Darurat Gunungkidul Diperpanjang 3 Bulan, Kemarau Diprediksi hingga November
-
Uncategorized4 minggu yang laluProses Pembebasan Lahan Berproses, Sekolah Internasional Bakal Segera Dibangun di Patuk
-
Uncategorized2 minggu yang laluMerintis Watusigar Gemilang, Feri Sulistyono Usung Digitalisasi dan Transparansi Pemerintahan
-
Uncategorized4 minggu yang laluTabrakan di Jalan Lingkar Utara Piyaman, Pelajar 17 Tahun Tewas di Lokasi
-
Uncategorized3 minggu yang laluCek Dapur MBG di Gunungkidul, Wakil Ketua Komisi VII Apresiasi SOP Pelaksanaan MBG
-
Uncategorized3 minggu yang laluWarga Kelor Pertanyakan Pembangunan Tower 72 Meter, Mengaku Tak Pernah Dilibatkan
-
Uncategorized4 minggu yang laluKelor Berubah, Kelor Berbenah, Wayahe Ganti Lurah
-
Uncategorized3 hari yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized2 minggu yang laluPintu Depan Terkunci, Suami Temukan Istri Meninggal
-
Uncategorized3 minggu yang laluKelok 18 Dibuka Uji Coba, Rest Area Baru Bisa Dipakai Sekitar Setahun Lagi
-
Uncategorized3 minggu yang laluPeduli Kekeringan, GUBUK dan DWP BRIN Salurkan 37 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul
