Pemerintahan
Serangan Terhadap Hewan Ternak Jadi Kasus Tahunan, Dinas Masih Kesulitan Simpulkan Temuan Janggal
Wonosari,(pidjar-com-525357.hostingersite.com)–Dinas Pertanian dan Pangan Kabuoaten Gunungkidul hingga saat ini belum melakukan riset terkait dengan mulai maraknya kasus serangan hewan liar ke ternak-ternak milik warga. Dari sejumlah temuan yang didapat, masih belum mampu menunjukan jenis pemangsa ternak yang sangat meresahkan warga tersebut. Hingga saat ini, telah ada belasan ternak jenis kambing yang menjadi korban serangan hewan liar tersebut.
Sebagaimana diketahui sebelumnya, per September tahun 2018 ini sedikitnya ada 13 kasus ternak kambing mati akibat serangan diduga hewan liar. Peristiwa itu, terjadi di bagian timur Gunungkidul, yakni wilayah Kecamatan Girisubo dan Kecamatan Tepus.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Bambang Wisnu Broto mengatakan, peristiwa tersebut memang sudah menjadi langganan. Hal semacam ini sudah berlangsung bertahun-tahun lamanya. Bahkan kejadian itu tidak hanya di wilayah pinggiran, namun juga di wilayah perkotaan.
“Pernah ada kejadian di wilayah Selang, Kecamatan Wonosari. Kambing juga yang jadi korbannya,” kata Bambang ketika ditemui beberapa waktu lalu.
Bambang mengatakan, serangan terhadap hewan ternak itu selalu terjadi ketika musim kemarau tiba. Ia tak menampik bahwa serangan tersebut menimbulkan banyak spekulasi di masyarakat. Banyak yang menganggap serangan terhadap ternak tersebut dilakukan oleh anjing liar, namun tak sedikit pula yang mengaitkannya dengan hal mistis, seperti anjing jadi-jadian.
“Kalau kita membahas dari hewan liar yang kehausan, juga susah karena kenapa tidak minum air yang ada di sekitar kandang ternak saja. Tapi kalau dikaitkan dengan makhluk halus semacam manusia berkepala anjing ya sepertinya tidak,” tegas dia.

Sejumlah kambing yang mati dalam kondisi penuh luka akibat diserang hewan buas
Fakta lain yang diperoleh pihaknya, hewan ternak yang menjadi korban tidak pernah dimakan oleh hewan liar tersebut. Luka yang terbekas pun selalu sama yakni pada bagian leher dan kaki.
“Kalau kaki itu kemungkinan karena cakar saat si pemangsa hendak meraih ternak dari dalam kandang. Sementara itu untuk luka di leher itu seperti gigitan. Ternak tidak pernah dimakan, pernah satu itu ususnya terurai keluar,” kata dia.
Bambang mengatakan, dari hasil uji lab yang dilakukan juga tidak ditemukan adanya rabies seperti yang dikabarkan kalau binatang yang menyerang adalah anjing liar.
“Hasil tes tidak ada rabies, jadi kita juga belum dapat memastikan hewan apa yang menyerang. Meskipun ada yang mengaku pernah melihat anjing, tapi ya belum tentu juga,” kata dia.
Bambang juga mengaku, banyaknya kasus terjadi akibat adanya perilaku dari petani yang mengandangkan ternaknya di ladang menjadi salah satu pemicu kerawanan. Sebab hal itu menyebabkan sulitnya pengawasan terhadap ternak-ternak milik mereka.
“Masyarakat di wilayah selatan dan timur khususnya banyak yang mengandangkan ternak jauh dari pemukiman. Sehingga kita memberikan himbauan kepada mereka untuk membawa ternaknya pulang,” pungkas dia.
-
Uncategorized3 hari yang laluAbsen Dalam Puncak HUT Gunungkidul Buat Rumor Bupati dan Wakil Bupati Jothakan Makin Santer, Ini Klarifikasi Joko Parwoto
-
Uncategorized3 minggu yang laluPerkuat Layanan Kedaruratan, Klinik Utama Wizula Medica Resmi Kerjasama dengan Jasa Raharja Tangani Korban Kecelakaan
-
Uncategorized3 minggu yang laluIkuti Google Maps, Minibus Wisatawan Terperosok di Tanjakan Bundelan, 1 Penumpang Meninggal
-
event3 minggu yang laluZAP Fest 2026: The Glowverse Dimulai dari Yogyakarta, Raisa hingga Nassar Siap Meriahkan Perayaan Anniversary ZAP
-
Sosial2 minggu yang laluProfil AKBP Rosana, Kapolres Gunungkidul yang Pernah Ungkap Kasus 1 Ton Sabu
-
Pemerintahan2 minggu yang laluBrandu Masih Ditemukan, Pemkab Gunungkidul Perkuat Edukasi Cegah Penularan Antraks
-
Pariwisata3 minggu yang laluOnsen Resort Kaliurang, Tawarkan Pengalaman Menginap Bernuansa Jepang di Lereng Merapi
-
Uncategorized3 minggu yang laluSempat Terdengar Mendengkur, Pria 30 Tahun di Siraman Justru Ditemukan Tak Bernyawa
-
Pemerintahan2 minggu yang laluKekeringan Meluas, 92.055 Jiwa di Gunungkidul Terdampak Krisis Air Bersih
-
Uncategorized1 minggu yang laluKonser Amal Hari Jadi Gunungkidul ke-196 Raup Rp124 Juta, Donasi Sepenuhnya Untuk Droping Air
-
Uncategorized3 minggu yang laluPelaku Pencurian Pompa Sibel dan Kabel Pengairan di Ngawis Berhasil Dibekuk Polisi
-
Pemerintahan2 minggu yang lalu5 Kampung Nelayan Merah Putih Dibangun di Gunungkidul, Ditarget Rampung Desember
